Arsip Tag: produk kesehatan

Pasca Rawat Inap dan Operasi, Lalu Apa?

Saya saat dirawat di rumah sakit akibat dengue, ditemani sepupu. (foto: dokumen Mba Nita)

Saya saat dirawat di rumah sakit akibat dengue, ditemani sepupu. (foto: dokumen Mba Nita, April 2016)

Pengalaman beberapa kali masuk rumah sakit karena harus diopname, mau tidak mau mengharuskan saya mengenali beberapa macam obat-obatan yang pernah diberikan dokter. Yang pasti, masuk rumah sakit itu sangat tidak enak, karena harus diinfus setiap hari, dan badan tidak boleh sering bergerak, alias harus di kasur terus. Baca deh kisah saya saat masuk rumah sakit untuk dioperasi kista endometriosis, juga ada cerita saat saya terkena disentri dan demam berdarah.

Karena minim aktivitas dan tubuh hanya mendapatkan asupan makanan melalui infus serta makanan dari rumah sakit, maka biasanya tubuh saya terasa lemas, terutama saat dokter sudah membolehkan untuk pulang atau rawat jalan. Maksudnya, baru berasa banget lemasnya ketika sudah tidak di rumah sakit lagi, sebab kalau di rumah ‘kan mau tidak mau tubuh kita harus bergerak walaupun sedikit, tho. Misalkan saat ke kamar mandi untuk buang air atau mandi, saat ke ruang keluarga untuk nonton televisi bersama keluarga (soalnya saya tidak punya televisi pribadi di kamar, he he he..) atau saat ke dapur untuk sekadar penasaran dan melongok menu apa yang dimasak hari ini (secara saya tukang makan :D).

Baca lebih lanjut

Berasuransi dan Syar’i!

Berbicara (lagi) tentang asuransi, saya sudah cukup lama menjadi nasabah pemegang polis asuransi kesehatan dari AIA, tepatnya sejak bulan September 2011. Namun, sebenarnya saya mengenal nama AIA sudah jauh lebih lama ketika sering diajak orangtua bepergian keluar negeri sewaktu kecil. Berhubung bepergian ke negara-negara yang memerlukan visa juga mensyaratkan adanya asuransi perjalanan, maka setiap kali mengurus visa, ibu saya biasanya menyertakan asuransi perjalanan dari AIA.

Bapak Frizt Ananda (berdiri) selaku Marketing Business Partner Manager AIA Financial memberikan penjelasan tentang AIA Sakinah Assurance dalam acara talkshow "Blogging & Beyond Valuklik" (ki-ka: Shintaries-Blogger Perempuan, Alfred Lucky Chandra-Valuklik, mba MC)

Bapak Frizt Ananda (berdiri) selaku Marketing Business Partner Manager AIA Financial memberikan penjelasan tentang AIA Sakinah Assurance dalam acara talkshow “Blogging & Beyond Valuklik” (ki-ka: Shintaries-Blogger Perempuan, Alfred Lucky Chandra-Valuklik, mba MC). Foto: dok.pribadi

Jadi, AIA sebenarnya sudah tidak terlalu asing bagi saya. Namun, mempunyai asuransi kesehatan untuk pertama kalinya tanpa campur tangan orangtua, ya asuransi dari AIA. Kolega dari kantor lama saya yang juga kebetulan merangkap sebagai agent AIA lah yang menawarkan paket asuransi Hospital & Surgical Plus kepada saya. Melalui paket Hospital & Surgical Plus AIA ini, saya mendapat perlindungan menyeluruh ketika saya diharuskan untuk rawat inap di rumah sakit karena sakit, operasi atau kecelakaan. Menyeluruh artinya, proteksi yang saya dapatkan tidak hanya untuk biaya rawat inap, tetapi juga untuk biaya-biaya lainnya yang terkait dengan perawatan di rumah sakit, seperti obat-obatan, biaya dokter, biaya operasi, biaya UGD, biaya ICU, biaya alat-alat kesehatan, pokoknya semua, deh. Jadi, ketika saya didiagnosa suatu penyakit oleh dokter dan disarankan untuk opname, saya tidak perlu membayar DP yang memberatkan lagi (biasanya di kisaran Rp 1 juta ke atas), karena tinggal gesek kartu asuransi AIA saja. Artinya, kartu asuransi AIA yang saya punya ini sifatnya cashless, tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun di awal.

Baca lebih lanjut