Arsip Tag: multivitamin

Tetap Aktif dan Sehat Selama Berpuasa Ramadhan Berkat Theragran-M

Bulan puasa Ramadhan bukan berarti lebih banyak berdiam di rumah. Meskipun status saya saat ini pengangguran 😃 (sambil mencari pekerjaan baru yang lebih baik lagi yah tentunya), saya justru lebih sering mengikuti banyak kegiatan outdoor yang berkaitan dengan dunia blogging.

Apalagi di bulan puasa, undangan dari berbagai produk maupun institusi untuk mengikuti acara mereka malah lebih sering ketimbang hari-hari biasa, nyaris setiap hari! Biasanya, acara untuk para netizen, blogger dan awak media juga diiringi dengan bukber bareng alias ifthar.

Bulan puasa, kegiatan ngeblog malah semakin padat. Salah satunya, diundang CGV menghadiri pembukaan cabang baru di Depok pada awal puasa kemarin. (foto: dokpri)

Alhamdulillah, rejeki memang selalu ada saja dari mengikuti berbagai acara untuk blogger. Tetapi, kadang kalau sudah lupa diri, tubuh baru terasa capeknya saat sudah mulai menampakkan gejala kelelahan. Entah itu meriang, tenggorokan perih dan nyeri, kepala agak kliyengan, badan pegal-pegal seperti habis menggotong barang berat… rasanya pingin rebahan aja di kasur. Padahal, seharusnya saya memang lebih tahu diri sih, kondisi fisik tubuh saat berpuasa tentunya akan berbeda dengan kondisi fisik tubuh di hari-hari biasa.

Baca lebih lanjut

Pasca Rawat Inap dan Operasi, Lalu Apa?

Saya saat dirawat di rumah sakit akibat dengue, ditemani sepupu. (foto: dokumen Mba Nita)

Saya saat dirawat di rumah sakit akibat dengue, ditemani sepupu. (foto: dokumen Mba Nita, April 2016)

Pengalaman beberapa kali masuk rumah sakit karena harus diopname, mau tidak mau mengharuskan saya mengenali beberapa macam obat-obatan yang pernah diberikan dokter. Yang pasti, masuk rumah sakit itu sangat tidak enak, karena harus diinfus setiap hari, dan badan tidak boleh sering bergerak, alias harus di kasur terus. Baca deh kisah saya saat masuk rumah sakit untuk dioperasi kista endometriosis, juga ada cerita saat saya terkena disentri dan demam berdarah.

Karena minim aktivitas dan tubuh hanya mendapatkan asupan makanan melalui infus serta makanan dari rumah sakit, maka biasanya tubuh saya terasa lemas, terutama saat dokter sudah membolehkan untuk pulang atau rawat jalan. Maksudnya, baru berasa banget lemasnya ketika sudah tidak di rumah sakit lagi, sebab kalau di rumah ‘kan mau tidak mau tubuh kita harus bergerak walaupun sedikit, tho. Misalkan saat ke kamar mandi untuk buang air atau mandi, saat ke ruang keluarga untuk nonton televisi bersama keluarga (soalnya saya tidak punya televisi pribadi di kamar, he he he..) atau saat ke dapur untuk sekadar penasaran dan melongok menu apa yang dimasak hari ini (secara saya tukang makan :D).

Baca lebih lanjut