Arsip Tag: lebaran

Lebaran Bersama Keluarga Baru

Lebaran saya tahun ini agak berbeda dengan lebaran tahun-tahun kemarin. Meskipun tidak ada sesuatu yang wah, namun saya mendapat banyak hikmah yang bisa dipetik pada lebaran tahun 2016 yang baru saja berlalu.

Ayah merayakan lebaran Idul Fitri 137 H/2016 M bersama seluruh keluarga, dan keluarga baru :). (foto: dok.pribadi)

Ayah merayakan lebaran Idul Fitri 137 H/2016 M bersama seluruh keluarga, termasuk keluarga dari pihak ibu :). (foto: dok.pribadi)

Sejak ditinggal ibu pada tahun 2013 (ibu saya meninggal dunia tepat seminggu sesudah Idul Fitri tahun tersebut), otomatis tinggal ayah saja yang menjadi orangtua saya. Selama dua tahun ayah sempat hidup sendiri–maksudnya tanpa pasangan–lalu menikah lagi pada awal tahun 2015. Ya, ayah menikah lagi, sesuatu yang bagaimana pun harus saya terima. Saya menyadari, dan memahami perkataan banyak orang bahwa laki-laki tidak bisa hidup sendiri terutama setelah ia mempunyai pasangan setia selama bertahun-tahun.

Baca lebih lanjut

Solusi Alat Kesehatan untuk Ayah

Tensimeter manual untuk mengukur tekanan darah: dengan pompa dan stetoskop. (foto sumber: ruparupa.com)

Tensimeter manual untuk mengukur tekanan darah: dengan pompa dan stetoskop. (foto sumber: ruparupa.com)

Di penghujung bulan Ramadhan, mendadak saya dikejutkan dengan kabar berita tidak mengenakkan. Ayah saya dirawat di rumah sakit! Mendengarnya, saya langsung bercucuran air mata (beneran loh!), karena saya sudah tidak punya ibu. Ibu kandung saya meninggal dunia juga karena sakit, dan pada awal beliau terserang penyakit, beliau juga harus diopname di rumah sakit. Jadi, waktu itu saya benar-benar takut, sekaligus sedih bila harus kehilangan ayah juga. Meskipun usia beliau sudah tidak muda lagi, namun saya belum siap. Apalagi, penyakit yang diderita ayah ternyata sama persis dengan yang diderita almarhumah ibu, yaitu stroke ringan. Bedanya, ayah kesulitan menggerakkan kaki kiri, tidak seperti almarhumah ibu yang sulit menggerakkan kaki dan tangan kanannya serta bicaranya yang agak pelo.

Baca lebih lanjut

Sate 10 Juta

Sate 10 ribu, berobatnya 10 juta! (foto sumber : wikipedia)

Sate 10 ribu, berobatnya 10 juta! (foto sumber : wikipedia)

Sakit diare kedengarannya biasa. Tapi, bagaimana kalau sakit diare menyebabkan Anda harus dirawat inap di rumah sakit, plus tidak bisa menikmati gurihnya opor ayam, rendang dan ketupat di Hari Raya Lebaran?

            Sudah lama nggak jadi anak kos, dan sudah lama tidak mencicipi hidangan kaki lima di pinggir jalan. Apalagi, tinggal di Eropa cukup lama membuat perut saya tidak bisa lagi menyantap sembarang makanan. Namun, ketika kesempatan itu datang, terutama pada bulan puasa ketika jajanan justru bertebaran lebih banyak daripada biasanya, saya seperti orang kalap. Lagipula, waktu itu saya berpikir, sudah tiga tahun juga saya tinggal di Indonesia, mosok perut masih mau dimanja? Baca lebih lanjut