Arsip Tag: kesehatan

Mami Sayang, Cepatlah Sembuh

Mami waktu muda

Mami sering membuatku sebal dengan omelan-omelannya. Mami sering membuatku gemas karena selalu memikirkan hal-hal sepele. Padahal mami tidak sesehat dulu. Mami harus lebih sering bersantai. Mami tidak usah ngoyo. Aku sudah sering mengatakan hal itu pada mami berkali-kali. Segala sesuatu ada masanya. Akan tiba waktunya kalau Tuhan memang sudah menentukan. Tetapi, lagi-lagi mami selalu berpikir. Selalu cemas. Aku kesal sama mami. Aku harus berkata apa lagi untuk menenangkan beliau.
Baca lebih lanjut

Bir Yang Nggak Bikin Mabuk

Selama ini, bir yang ada dalam bayangan Anda pastinya mengandung alkohol dan bersifat memabukkan. Dengan kata lain, minuman tersebut akan membuat Anda kehilangan kewarasan untuk sementara.  Tetapi, bir-bir yang ini dijamin akan membuat Anda sehat, bahkan dianjurkan untuk diminum! Apalagi, pada saat musim hujan begini…

Baca lebih lanjut

Rejeki di Hari Ibu (2)

Jadi… bagaimana kelanjutan cerita pertemuan saya dengan majalah Prevention Indonesia untuk membelikan hadiah dan memberikan pesta kejutan hari ibu untuk mami tersayang? Setelah beberapa kali saling berkirim Direct Message (DM) lewat twitter, akhirnya disepakatilah saya dan Mbak Astrid, orang redaksi Prevention Indonesia, bertemu pada hari Selasa tanggal 20 Desember di Grand Indonesia. Akhirnya… setelah nyaris nggak pernah kelayapan ke tempat-tempat hang out yang rada jauh sejak ibu saya jatuh sakit, kesampaian juga mengunjungi kembali mal termegah di Jakarta Pusat itu . Rasanya segerr aja  bisa cuci mata lagi ngeliat butik-butik dan disain interior bangunan yang dibuat sangat mewah… dasar cewek !

Rejeki di Hari Ibu (1)

Kalau dibilang merawat ibu yang sedang sakit itu pasti berkah, mungkin memang benar. Yah, however, Hari Ibu tahun ini mungkin akan menjadi momen yang paling spesial buat ibu saya, yang biasa saya panggil Mami. Mami yang baru saja sebulan yang lalu terserang stroke untuk yang kedua kalinya (bisa dibaca tulisan saya di sini: Mami Sayang Cepatlah Sembuh), membuat saya dan keluarga di rumah, terutama saya, mau tidak mau harus mengalah untuk segala keinginan, mimpi dan cita-cita yang bersifat pribadi, demi kesembuhan mami saya.

Baca lebih lanjut

Kisah Seorang Supir Taksi

Sebelum lupa, saya ingin bercerita mengenai kisah seorang supir taksi.
Supir taksi yang mengantarkan saya dari bandara ke rumah paklik saya di Surabaya tadi pagi.
Alkisah, kakak perempuan sang supir taksi ternyata terkena kista juga seperti saya.
Lebih besar kistanya, dengan berat (katanya) 20 (kilogram atau liter).
Dan ia musti menopang berat kistanya itu selama 12 tahun!
Sungguh waktu yang sangaaaat lama menurut saya.
Kalau kata almarhum pelawak Asmuni, “Ini hil yang mustahal!” (pelesetan dari “Hal yang mustahil”)

Baca lebih lanjut

Momen Berharga di Rumah Sakit

Kedua anak-ibu itu begitu menikmati waktunya berdua bercengkrama sambil menonton tayangan sinetron komedi di televisi.

Siang tadi, mereka berdua sama-sama menyantap makanan. Anaknya membeli PopMie, ibunya mungkin menyantap makanan rumah sakit. Aromanya sempat saya kira nasi pecel yang katanya khas Surabaya. Pedas pedas gimana gitu…
Tidak terbayang wajah-wajah sendu pada mereka. Yah, setidaknya aura itu tidak terasa di indera ‘keenam’ saya yang lumayan peka akan perasaan-perasaan yang tersembunyi di balik hati seseorang. (Kayaknyaaa… ). Keduanya seolah-olah seperti memasuki kamar sebuah hotel: meletakkan barang-barang, sang ibu dibaringkan di ranjang pasien, sementara sang anak merapikan barang bawaan. Sekat tirai yang membatasi antara saya dengan pasien itu membuat saya hanya dapat mendengarkan gerak-gerik yang mereka lakukan dan dialog-dialog bahasa Jawa yang mereka ucapkan.