Arsip Tag: kesehatan

Berasuransi dan Syar’i!

Berbicara (lagi) tentang asuransi, saya sudah cukup lama menjadi nasabah pemegang polis asuransi kesehatan dari AIA, tepatnya sejak bulan September 2011. Namun, sebenarnya saya mengenal nama AIA sudah jauh lebih lama ketika sering diajak orangtua bepergian keluar negeri sewaktu kecil. Berhubung bepergian ke negara-negara yang memerlukan visa juga mensyaratkan adanya asuransi perjalanan, maka setiap kali mengurus visa, ibu saya biasanya menyertakan asuransi perjalanan dari AIA.

Bapak Frizt Ananda (berdiri) selaku Marketing Business Partner Manager AIA Financial memberikan penjelasan tentang AIA Sakinah Assurance dalam acara talkshow "Blogging & Beyond Valuklik" (ki-ka: Shintaries-Blogger Perempuan, Alfred Lucky Chandra-Valuklik, mba MC)

Bapak Frizt Ananda (berdiri) selaku Marketing Business Partner Manager AIA Financial memberikan penjelasan tentang AIA Sakinah Assurance dalam acara talkshow “Blogging & Beyond Valuklik” (ki-ka: Shintaries-Blogger Perempuan, Alfred Lucky Chandra-Valuklik, mba MC). Foto: dok.pribadi

Jadi, AIA sebenarnya sudah tidak terlalu asing bagi saya. Namun, mempunyai asuransi kesehatan untuk pertama kalinya tanpa campur tangan orangtua, ya asuransi dari AIA. Kolega dari kantor lama saya yang juga kebetulan merangkap sebagai agent AIA lah yang menawarkan paket asuransi Hospital & Surgical Plus kepada saya. Melalui paket Hospital & Surgical Plus AIA ini, saya mendapat perlindungan menyeluruh ketika saya diharuskan untuk rawat inap di rumah sakit karena sakit, operasi atau kecelakaan. Menyeluruh artinya, proteksi yang saya dapatkan tidak hanya untuk biaya rawat inap, tetapi juga untuk biaya-biaya lainnya yang terkait dengan perawatan di rumah sakit, seperti obat-obatan, biaya dokter, biaya operasi, biaya UGD, biaya ICU, biaya alat-alat kesehatan, pokoknya semua, deh. Jadi, ketika saya didiagnosa suatu penyakit oleh dokter dan disarankan untuk opname, saya tidak perlu membayar DP yang memberatkan lagi (biasanya di kisaran Rp 1 juta ke atas), karena tinggal gesek kartu asuransi AIA saja. Artinya, kartu asuransi AIA yang saya punya ini sifatnya cashless, tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun di awal.

Baca lebih lanjut

Iklan

Open House Gathering: Hidup Lebih Sehat dengan Re.Juve

Saya mengenal Re.juve sejak sekitar dua tahun yang lalu ketika Miss Jinjing Amelia Masniari mem-posting foto-foto produk minuman ini di akun IG-nya. Namun karena saat itu saya masih berdomisili di Surabaya, dan Re.juve baru ada di Jakarta saja, saya hanya bisa membayangkan sambil ngidam gimana rasanya, he he he…

Open House Gathering Re.juve, Jum'at 26 Februari 2016 di Chase Plaza Podium, Jakarta. (foto dok.pribadi)

Open House Gathering Re.juve, Jum’at 26 Februari 2016 di Chase Plaza Podium, Jakarta. (foto dok.pribadi)

Nah, sejak saya kembali ke Jakarta pada Oktober 2015, ketika saya main ke Gandaria City (Gancit) untuk nonton bareng sama seorang teman saya, begitu saya lihat ada booth Re.juve di sana, langsung deh saya beli produknya yang rasa Firey Beat. Kebetulan waktu itu saya sedang flu, dan atas saran penjualnya dipilihkan aroma yang ada rasa ginger-nya alias jahe. Lumayan, entah karena sugesti atau memang efeknya yang dahsyat, flu saya jadi berkurang. Sejak saat itulah saya jadi ketagihan sama Re.juve, apalagi kalau di awal bulan mengingat harganya yang lumayan untuk kantong seorang karyawan biasa seperti saya :D.

Hari Jum’at tanggal 26 Februari 2016 kemarin, alhamdulillah saya diundang Re.juve ke acara Open House Gathering di Chase Plaza Podium. Saya sampai bela-belain cabut dari kantor sebentar, meskipun akhirnya datang telat gara-gara supir Grabbike yang nggak tahu letak gedung tersebut (saya sendiri juga nggak terlalu hapal meskipun sering denger namanya) sehingga motor sempat berputar-putar di kawasan Benhil dan Menteng, duhh…

produk suvenir dari rejuve, sunpride & ohealthy choice (foto dok.pribadi)

produk suvenir dari rejuve, sunpride & ohealthy choice (foto dok.pribadi)

Sampai di lantai enam gedung Chase Plaza, yang ternyata merupakan markasnya Re.juve, ruangan sudah penuh dengan para undangan baik dari media massa cetak maupun blogger, bahkan banyak hadirin yang berdiri. Meskipun begitu saya tetap mendapat berbagai suvenir menarik dari Re.juve dan beberapa produk merk lain, seperti Sunpride dan O Healthy Choice yang bekerja sama dengan brand ini, bahkan saya sampai bingung bagaimana membawanya pulang karena banyak sekali, he he he..

Baca lebih lanjut

Investra Link : Pilihan Asuransi Kesehatan dengan Nilai Investasi Terbaik

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis artikel di blog tentang pengalaman saya berlangganan asuransi kesehatan. Berhubung saya dulu pernah menderita penyakit berat, dan pernah diopname dua kali di rumah sakit, bagi saya memiliki asuransi kesehatan memberikan manfaat besar buat saya.

TINGGAL DI MANA PUN, BERISIKO TERKENA PENYAKIT

Kalimat di atas bukan untuk menakut-nakuti, tetapi memang benar adanya. Zaman sekarang yang memberikan berbagai kemudahan baik dalam fasiitas maupun layanan, justru sering kali membawa juga dampak negatif bagi kejiwaan seseorang, yang nantinya akan berpengaruh pada kesehatannya juga. Contoh mudahnya, penyakit stress yang banyak dialami penduduk kota besar. Karena sudah terlena dengan berbagai kemudahan yang membuat waktu terasa bergerak cepat dan ingin semuanya serba mudah, apabila ada satu hal yang ternyata berjalan tidak sesuai dengan rencana, menimbulkan rasa cemas dalam diri kita. Apabila hal ini terjadi berulang-ulang, rasa cemas yang menumpuk di salah satu titik dalam tubuh mempengaruhi kerja organ tubuh sehingga berfungsi tidak normal dari biasanya. Misalnya, aliran darah terpacu lebih cepat, sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi dan si penderita mengalami sakit kepala hebat. Kalau stress ini menjadi kebiasaan, bisa saja suatu hari mempengaruhi organ tubuh lainnya, berakibat pada penyakit yang lebih berat seperti jantung koroner, atau kanker. Yah, Alhamdulillah sampai sekarang sih saya tidak pernah ‘memelihara’ rasa stress itu sampai berlarut-larut :D. Kalau persoalan sudah menumpuk, yah tinggalkan sebentar, menenangkan diri dengan mengalihkan perhatian ke kegiatan yang menyenangkan untuk beberapa waktu.

Punya Asuransi Kesehatan? Wajib Hukumnya! (gambar sumber: bisniskeuangan.kompas.com)

Punya Asuransi Kesehatan? Wajib Hukumnya! (gambar sumber: bisniskeuangan.kompas.com)

Bagaimana dengan mereka yang tinggal di kota kecil, apakah ada risiko menderita penyakit juga? Bisa saja. Misalkan, wabah penyakit yang penyebarannya diakibatkan oleh spesies hewan tertentu. Bisa juga penyakit tersebut timbul akibat pencemaran kuman-kuman karena sanitasi lingkungan di sekitarnya tidak bersih. Bisa juga penyakit yang diakibatkan dari makanan yang sudah basi. Dan berbagai hal lainnya.

Apa pun penyakitnya, saya tetap menyarankan setiap orang punya asuransi kesehatan. Dari yang penyakit kista yang mengharuskan saya untuk dioperasi skala besar (alias bius total selama 3 jam), sampai penyakit yang tidak saya kira bakal sampai tertular ke saya gara-gara makanan yang tercemar, maka asumsi saya, siapa pun bisa terkena penyakit apa saja. Oleh karena itu, saran saya adalah bekali diri Anda dengan asuransi terbaik, yang memberikan perlindungan menyeluruh untuk berbagai jenis penyakit, dengan nilai pertanggungan yang cukup sehingga Anda tidak perlu repot mengeluarkan uang lagi.

Baca lebih lanjut

Sate 10 Juta

Sate 10 ribu, berobatnya 10 juta! (foto sumber : wikipedia)

Sate 10 ribu, berobatnya 10 juta! (foto sumber : wikipedia)

Sakit diare kedengarannya biasa. Tapi, bagaimana kalau sakit diare menyebabkan Anda harus dirawat inap di rumah sakit, plus tidak bisa menikmati gurihnya opor ayam, rendang dan ketupat di Hari Raya Lebaran?

            Sudah lama nggak jadi anak kos, dan sudah lama tidak mencicipi hidangan kaki lima di pinggir jalan. Apalagi, tinggal di Eropa cukup lama membuat perut saya tidak bisa lagi menyantap sembarang makanan. Namun, ketika kesempatan itu datang, terutama pada bulan puasa ketika jajanan justru bertebaran lebih banyak daripada biasanya, saya seperti orang kalap. Lagipula, waktu itu saya berpikir, sudah tiga tahun juga saya tinggal di Indonesia, mosok perut masih mau dimanja? Baca lebih lanjut

Ultrabook Series Terbaru dari Samsung: Kemudahan Gaya Hidup Berteknologi yang Nyaman

Asal-Muasal Memakai PC Portable

Netbook yang lebih ringan dari laptop, tapi  fitur terbatas

Netbook yang lebih ringan dari laptop, tapi fitur terbatas

Ngomong-ngomong tentang PC portable, saya memang sedang sangat membutuhkan PC portable terbaru. Karena saya ini hobi menulis, browsing, dan tidak bisa lepas dari dunia itu, pastinya saya membutuhkan PC portable yang ringan, mudah dibawa ke mana-mana, namun tidak menyebabkan tangan pegal ketika mengetik di atas keyboard. Zaman dulu banget, ketika yang namanya laptop baru diperkenalkan di Indonesia (kalau tidak salah sekitar awal tahun 2000-an), saya pernah mempunyai laptop yang gedhee banget, dan berat. Saat itu saya memerlukannya untuk keperluan menerjemahkan buku yang diminta dari beberapa penerbit. Karena ukurannya besar (kira-kira selebar majalah wanita) dan tebal (yang menyebabkan berat sekali saat digendong dalam tas ransel), maka saya hanya bisa melakukan pekerjaan saya itu di rumah.

Ini Dia Ultrabook Terbaru dari Samsung!

Ini Dia Ultrabook Terbaru dari Samsung!

Seiring zaman berganti, saya suka iri dan kepingin melihat orang-orang yang membawa laptop kecil ke mal, resto atau kafe.  Kepingin bisa membawa laptop ke mana-mana tanpa merasa berat karena tubuh saya yang kurus, he he he.  Lalu muncullah netbook dan populer terutama pada saat saya kuliah di Eropa. Kebetulan sekali karena saya hobi ke perpustakaan untuk mencari literatur sekaligus mengerjakan tugas-tugas paper, saya memilih membeli netbook yang lebih ringkas, kecil, baterainya lebih awet mencapai 5 jam.

Baca lebih lanjut

Anger to Myself

Mungkin memang perlu trigger atau stimulan dulu ya supaya kata-kata yang sudah tertimbun di hati dan di kepala ini bisa di-muntahkan ke tulisan. Dan si trigger atau stimulan ini dalam wujud yg tidak enak: makanan rumah sakit yang aneh rasanya, serta cairan phospho-soda yang harus saya minum untuk persiapan pra-operasi besar. wueeek… padahal saya tadinya sehat & enak makan seratus persen!! Tapi 2 jam setelah menginjakkan kaki di rumah sakit, meskipun fasilitas dan kenyamanan yang diberikan sangat luar biasa nyamannya bak hotel berbintang, mendadak koq saya jadi seperti orang sakit beneran dengan asupan makanan dan cairan yang ‘mematikan’ itu. Huuuh…  nggak boleh jajan dunkin dan berbagai jenis roti bakery

should anger end in hospital?

di lantai bawah rumah sakit pula, huiks, huiks…

Gono-Gini Asuransi Kesehatan

Ngomong-ngomong tentang asuransi kesehatan di Indonesia memang bikin antara senang dan sebal. Yah setidaknya untuk orang bego seperti saya yang tidak mau repot membaca tulisan-tulisan dalam polis yang kadang (atau sering?) sengaja (atau tidak sengaja?) membuat orang sebego saya mikir dulu berjuta-juta kali untuk memahami maksudnya.

Mohon maaf kalau tulisan ini dibuat seolah-olah yang menulisnya sedang dalam keadaaan kesal. Sebenarnya enggak kesal sih, cuma saya jadi mendapat pelajaran harga dari sistem pelayanan kesehatan dan unsur-unsur pendukungnya–salah satunya asuransi–di Indonesia (ngeles ceritanya ).

Baca lebih lanjut