Arsip Tag: jawa timur

Jembatan Suramadu, Madura dan Karapan Sapi

Baru satu tahun dua bulan saya tinggal di Surabaya ketika tulisan ini dibuat. Selama itu pula, baru dua kali saya melewati jembatan Suramadu.

Jembatan Suramadu: daya tarik wisata Surabaya-Madura (foto: Wikipedia)

Jembatan Suramadu: daya tarik wisata Surabaya-Madura (foto: Wikipedia)

Pertama, sekitar bulan Mei yang lalu ketika kantor saya meminta untuk mengunjungi sebuah kampus universitas negeri terbaik yang ada di pulau Madura. Perjalanan hanya memakan waktu kurang dari satu jam dengan kendaraan kantor. Akhirnya, kesampaian juga rasa penasaran saya untuk melewati jembatan yang katanya mirip jembatan di San Francisco itu. Bangunan yang menghubungkan bagian timur pulau Jawa dengan Madura sepanjang 5438 meter ini seharusnya menjadi daya tarik orang-orang yang berkunjung ke Surabaya. Apalagi, katanya sejak dipimpin walikota ibu Risma, jembatan ini tidak lagi menjadi angker atau pun ditakuti oleh para penduduk yang nglaju dari Madura ke Surabaya, karena bukan lagi menjadi ‘daerah strategis’ bagi para perampok dan penyamun untuk melakukan tindak kriminal bagi siapa pun yang melintasinya.

Baca lebih lanjut

Si Kembang Tahu dari Surabaya

Ada yang menyebutnya tahuwa. Keluarga paklik–panggilan bahasa Jawa, artinya paman–memakai kata “tawa” untuk menamai hidangan tersebut, atau setidaknya yang saya dengar begitu. Saya pikir apa paklik saya ngguyon (karena beliau memang hobi bercanda), tapi ternyata namanya ya memang tawa.

Awal mulanya, ketika saya masih menjalani pemulihan pasca operasi pengangkatan kista di Surabaya, bulik–artinya tante atau bibi–rajin membelikan saya penganan ini untuk hidangan sarapan di pagi hari. Pedagang penjual tawa-nya juga rajin setiap hari lewat di depan rumah sambil berteriak, “Tawa! Tawa!” dengan suara derit gerobaknya. Lalu paklik saya bilang,”Itu ada tawa, itu.” Tadinya saya nggak mudeng, tawa apa maksudnya? Pagi-pagi koq sudah tertawa…

Baca lebih lanjut