Arsip Tag: finansial

Pengalaman Perbankan Bersama BCA

Tulisan saya kali ini  akan bercerita tentang pengalaman saya sebagai nasabah Bank Central Asia (BCA). Jujur saja, saya mulai tertarik untuk membuka rekening di BCA sejak memerhatikan kedua orangtua saya sama-sama punya rekening tabungan Tahapan BCA. Sebelumnya saya hanya punya satu rekening tabungan di bank lain, itu juga demi keperluan pembuatan Kartu Mahasiswa (KTM) dan pembayaran uang kuliah. Saat itu kampus saya memang belum ada kerjasama dengan BCA.

Rekening Tahapan dan Paspor BCA

Membuka rekening Tahapan BCA memudahkan saya menerima transferan honor dari penerbit. (foto: dok.pri)

Membuka rekening Tahapan BCA memudahkan saya menerima transferan honor dari penerbit. (foto: dok.pri)

Namun, melihat kedua orangtua saya yang mempunyai rekening Tahapan BCA mendapatkan berbagai kemudahan, antara lain tidak perlu susah-susah mencari ATM karena mesin ATM BCA tersebar di mana-mana, maka saya berpikir untuk membuka tabungan di BCA juga. Sementara, ATM bank tempat saya membuka rekening tabungan merangkap KTM tidak banyak. Jadi, agak kesulitan juga untuk menarik uang di mesin ATM, apalagi saat itu belum ada fungsi atau fitur ATM bersama.

Baca lebih lanjut

Cerita Pengalaman Menabung

konsep menabung diajarkan oleh almarhumah ibu saya sejak kecil. (foto sumber: tribunnews.com)

konsep menabung diajarkan oleh almarhumah ibu saya sejak kecil. (foto sumber: tribunnews.com)

Sejak kecil saya sudah diajarkan oleh almarhumah ibu saya untuk menabung. Berbagai cara dilakukan untuk menabung, mulai dari mengisi celengan dengan sisa uang jajan di sekolah, hingga membuka rekening tabungan yang pada masa itu bisa dilakukan di kantor pos dekat rumah. Supaya saya lebih giat lagi menabung, saya suka membuat celengan dari kaleng-kaleng bekas susu bubuk dengan melubangi tutupnya seukuran koin, lalu menghiasinya dengan kertas kado warna-warni. Kalau menabung di kantor pos biasanya diwakili oleh ibu saya, karena saat itu saya belum cukup umur, he he he… Almarhumah ibu pernah berkata pada saya, “Kalau menabung di tabungan uangnya akan bertambah.” Wow, konsep yang diajarkan ibu membuat saya mulai tertarik pada uang.

Baca lebih lanjut

Mimpi Punya Properti

Mimpi punya properti? Boleh-boleh saja. Saya pun sejak lama berkeinginan mempunyai properti, tempat saya bisa menghabiskan sebagian besar hidup saya bersama keluarga yang saya cintai, tempat saya dapat melakukan pekerjaan yang saya sukai tanpa harus pergi ke kantor dengan pakaian rapi, sekaligus tempat saya untuk berinvestasi hingga hari tua.

Kontes Mimpi Properti

Ikutan Event Blog Kontes “Mimpi Properti” yuk!

Bila ingin mempunyai penghasilan tanpa batas, tepatnya mencapai kebebasan finansial, terutama di usia muda (katakanlah 30 tahun), seseorang tidak bisa menggantungkan hidupnya dari penghasilan kantoran seumur hidupnya. Seperti yang pernah dikatakan Alva, suami Merry Riana, seorang milyarder muda yang mencapai kebebasan finansial sebelum usia 30 tahun, dalam buku berjudul Langkah Sejuta Suluh: “Setahuku, nggak ada orang yang berhasil kaya raya di bawah usia tiga puluh tahun kalau dia hanya bekerja di perusahaan. Yang memiliki kebebasan finansial di usia muda adalah mereka yang memiliki bisnis sendiri.” Maka, untuk mencapai cita-cita itu, memiliki investasi di bidang properti adalah pilihan tepat.

Baca lebih lanjut

Berani Bermimpi Besar & Wujudkan Mimpimu

tanda tangan Merry Riana dengan tagline “Wujudkan Mimpimu!”

Itulah tagline yang ditulis oleh Merry Riana dan suaminya, Alva Tjenderasa, di buku yang mereka berdua tanda tangani untuk saya sewaktu peluncuran buku Mimpi Sejuta Dolar di Kinokuniya Book Store, Plaza Senayan, tanggal 27 Oktober 2011 yang lalu. Acara yang dipadati lebih dari 100 peserta ini–kebetulan saya termasuk salah satu yang beruntung mendapatkan undangan gratis melalui kuis twitter–merupakan, bisa dibilang, merupakan salah satu momen paling menyenangkan dalam hidup saya. Wong ketemu sama the no.1 woman motivator di seluruh Asia koq, gimana nggak hepi-hepi gonjreng kan gue . Saya seperti mendapat suntikan semangat untuk tidak pernah menyerah dengan mimpi-mimpi saya, meskipun saya mesti menundanya dahulu sampai beberapa waktu lamanya.

Baca lebih lanjut

Gono-Gini Asuransi Kesehatan

Ngomong-ngomong tentang asuransi kesehatan di Indonesia memang bikin antara senang dan sebal. Yah setidaknya untuk orang bego seperti saya yang tidak mau repot membaca tulisan-tulisan dalam polis yang kadang (atau sering?) sengaja (atau tidak sengaja?) membuat orang sebego saya mikir dulu berjuta-juta kali untuk memahami maksudnya.

Mohon maaf kalau tulisan ini dibuat seolah-olah yang menulisnya sedang dalam keadaaan kesal. Sebenarnya enggak kesal sih, cuma saya jadi mendapat pelajaran harga dari sistem pelayanan kesehatan dan unsur-unsur pendukungnya–salah satunya asuransi–di Indonesia (ngeles ceritanya ).

Baca lebih lanjut