Memilih Piano Second di Prelo: Piano Bekas Berkualitas

suatu hari pingin punya piano lagi agar bisa bermain dengan sebebas-bebasnya… piano second dari Prelo juga enggak apa-apa. (foto: dokpri)

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat postingan tentang piano. Dari dulu sampai sekarang saya masih tetap suka mendengar suara dentingan piano, bahkan kalau dikasih lagi saya akan memainkannya. Dulu sekali saya memang sempat punya piano, seperti yang saya ceritakan di tulisan itu, lalu saya jual setelah lama saya tinggal studi ke luar negeri. Daripada semakin keropos dimakan rayap, lebih baik dijual saja tho?

Boleh dong sampai sekarang saya mengkhayal dan bermimpi suatu saat saya akan punya piano lagi :D. Lumayan ‘kan, apalagi kalau bisa mendapatkan piano bekas namun dengan kualitas seperti baru dengan harga yang terjangkau. Supaya tidak dimakan rayap lagi dan perawatannya lebih mudah, saya pilih piano second yang digital saja. Bedanya dengan piano biasa (biasa disebut pianoforte), piano digital baru bisa dimainkan saat dicolokkan ke listrik. Jadi, pastinya ia akan dilengkapi dengan kabel listrik dan adaptor. Tapi kualitas suaranya tetap setajam pianoforte dan tuts-nya (bagian putih-putih serta hitam pada piano yang ditekan dengan jari) tetap dari kayu.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tetap Terkoneksi dengan Dunia Luar Berkat Smartphone dan Laptop

Sejak merawat ayah yang jatuh sakit pada hari lebaran Idul Fitri lalu, otomatis saya memang jadi jarang keluar rumah kecuali jika memang perlu saja. Misalkan pergi ke pasar, ke minimarket, atau mengantarkan ayah saya kontrol ke dokter.

Meskipun saya jarang keluar rumah sejak ayah sakit, saya tetap bisa mengetahui apa yang terjadi di luar sana berkat kemudahan era digital. (foto ilustrasi: pexels.com)

Namun bukan berarti akses saya terhadap informasi berita di luar sana juga terbatas. Terlebih lagi di zaman serba digital sekarang ini, yang penting bagi saya adalah mempunyai alat untuk bisa mendapatkan informasi tersebut. Selain media konvensional seperti televisi dan radio (yang jarang sekali saya putar kecuali pada saat menemani ayah saya menonton televisi atau mendengarkan radio sambil membantunya makan siang atau makan malam), bagi saya mempunyai media lainnya yang praktis dan bisa mengakses informasi tersebut dalam genggaman juga penting. Yang saya maksud adalah smartphone dan laptop.

Baca lebih lanjut

Kisah Ayah Pasca Opname Rumah Sakit: Pola Makan Sehat & Pisang Sunpride Setiap Hari

menu makanan sehat agar ayah cepat sembuh pasca opname. (foto: dokpri)

Terhitung sudah sebulan lamanya saya tidak meng-update isi blog saya. Sejak ayah sakit, saya memang lumayan pontang-panting mengurus beliau sembari mengurus rumah juga: ya belanja kebutuhan sehari-hari lah, ya masak lah, membersihkan isi rumah (kalau sempat), belum lagi saya juga tetap harus ‘isi dapur’ juga untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti bayar pulsa telepon.

Mengurus ayah itu termasuk menyiapkan makanan khusus untuk beliau, memandikannya dan membantunya buang hajat, mengganti bajunya, menemaninya menonton televisi dan mengaji, menggunting kukunya, mencukur kumisnya.. yah well intinya saya sudah seperti pengganti istri atau ibu baginya, he he.  Tentu saja saya mengerjakannya dengan senang hati, apalagi ayah tidak rewel orangnya, hanya saja… manja 😊.

Baca lebih lanjut

Social Media, Anda Gunakan Untuk Apa?

Hari gini, siapa yang nggak kenal dengan dunia social media, atau socmed dalam berbagai platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan banyak lagi? Meskipun masih ada sebagian dari kita yang sama sekali tidak punya akun di salah satu dari banyaknya social media platform yang bertebaran di dunia maya, setidaknya mereka tahu apa socmed itu.

Sarah Sechan memutuskan menutup akun Instagram-nya demi menjaga privacy. (foto sumber: akun IG Sarah Sechan)

Misalkan saja salah satu selebriti Tanah Air Reza Rahadian yang katanya nggak punya akun medsos (bahasa Indonesia untuk social media), tapi dia pasti tahu apa itu Facebook, Twitter dan Instagram. Kebalikannya, Sarah Sechan, presenter ngetop yang dulunya sempat aktif di Instagram, kini memutuskan untuk menutup kedua akun socmed-nya tersebut dengan alasan ingin menjalani dan menikmati setiap momen dalam hidupnya tanpa gangguan dunia luar.

Baca lebih lanjut

Cerita Duka Saat Lebaran

Lebaran tahun ini lagi-lagi saya harus menghadapi sebuah kejadian yang tidak saya duga. Saya kira, lebaran tahun lalu akan menjadi lebaran terakhir kami dalam keadaan berduka. Tepatnya, seminggu sebelum lebaran Idul Fitri, ayah saya masuk rumah sakit mengalami hipoglikemia dan akibatnya menderita stroke ringan. Sehingga, kami pun merayakan lebaran Idul Fitri tahun lalu, yaitu tahun 2016, tanpa gegap gempita layaknya keluarga yang merayakan lebaran : bersilaturrahmi ke sanak saudara dan menyantap penganan khas lebaran a la Indonesia seperti opor ayam dan sambal goreng.

 

Untuk itu, dengan lebih berhati-hati saya memperhatikan pola hidup dan pola makan ayah saya. Saya tidak ingin kejadian lebaran tahun lalu kembali berulang, hanya gara-gara ayah terlalu lupa diri bahwa dirinya sedang berpuasa namun melakukan aktivitas fisik yang cukup berat, seperti memanjat dan menggergaji pohon. Sementara usia ayah saya sudah tidak muda lagi. Aktivitas berkebun yang amat disukainya dan menjadi hobi sejak belia. Selain itu ayah saya masih bandel, gemar menyantap makanan yang manis-manis dan berkadar kolesterol tinggi.

Baca lebih lanjut

Solusi Alami Untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kemih

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang penyakit anyang-anyangan yang sesekali melanda saya terutama saat sedang terserang demam atau saat menjalani ibadah puasa. Tapi kali ini saya akan lebih banyak membahas tentang bagaimana cara mengobatinya.

anyang-anyangan atau dalam bahasa kedokteran disebut Dysuria dapat menyerang pria maupun wanita. (gambar ilustrasi: studydotcom)

Seperti yang pernah saya sebutkan pada artikel sebelumnya tentang anyang-anyangan, penyakit ini dalam bahasa ilmiah kedokterannya disebut dengan Dysuria. Dapat diderita baik oleh pria maupun wanita, penyakit anyang-anyangan pada dasarnya merupakan rasa perih yang dialami ketika si penderita sedang buang air kecil.

Baca lebih lanjut

Alasan Memilih Laptop Lenovo Demi Melepas Netbook Kesayangan

Apa rasanya punya netbook kesayangan yang sudah setia menemani kamu di saat-saat senang maupun susah, lalu kini laptop itu sudah tidak bisa lagi berfungsi dengan baik? Lebih mengharukan lagi jika netbook yang pernah kita miliki itu rela telah membuang energinya berjam-jam menemani kita mengerjakan tugas-tugas kuliah seperti mengetik skripsi atau tesis, dan sekarang distel satu jam saja baterai sudah mau habis?

netbook kesayangan yang menemani keseharian saya mengerjakan tesis S2 ataupun job terjemahan sejak tahun 2009, pada tahun 2016 harus tutup usia. (foto ilustrasi: pexels.com)

Sejak dibeli tahun 2009, netbook kesayangan telah setia menemani saya, tidak hanya ketika saya mengerjakan tesis, melainkan juga saat kembali ke Indonesia dan kembali meniti karier dari awal sebagai penulis blog dan penerjemah. Selain itu, berkat terbiasa mengerjakan teks-teks Prancis, yang dulunya saya hanya mengerjakan tugas terjemahan berbahasa Inggris, sejak pulang dari Prancis pun saya kelimpahan order terjemahan berbahasa Prancis dan mengharuskan saya berkorespondensi dalam bahasa Prancis dengan agen di luar negeri. Bahkan netbook kesayangan saya bawa pindahan ke Surabaya ketika saya mendapat pekerjaan di ibukota provinsi Jawa Timur itu selama dua tahun.

Baca lebih lanjut