Tetap Aktif dan Sehat Selama Berpuasa Ramadhan Berkat Theragran-M

Bulan puasa Ramadhan bukan berarti lebih banyak berdiam di rumah. Meskipun status saya saat ini pengangguran 😃 (sambil mencari pekerjaan baru yang lebih baik lagi yah tentunya), saya justru lebih sering mengikuti banyak kegiatan outdoor yang berkaitan dengan dunia blogging.

Apalagi di bulan puasa, undangan dari berbagai produk maupun institusi untuk mengikuti acara mereka malah lebih sering ketimbang hari-hari biasa, nyaris setiap hari! Biasanya, acara untuk para netizen, blogger dan awak media juga diiringi dengan bukber bareng alias ifthar.

Bulan puasa, kegiatan ngeblog malah semakin padat. Salah satunya, diundang CGV menghadiri pembukaan cabang baru di Depok pada awal puasa kemarin. (foto: dokpri)

Alhamdulillah, rejeki memang selalu ada saja dari mengikuti berbagai acara untuk blogger. Tetapi, kadang kalau sudah lupa diri, tubuh baru terasa capeknya saat sudah mulai menampakkan gejala kelelahan. Entah itu meriang, tenggorokan perih dan nyeri, kepala agak kliyengan, badan pegal-pegal seperti habis menggotong barang berat… rasanya pingin rebahan aja di kasur. Padahal, seharusnya saya memang lebih tahu diri sih, kondisi fisik tubuh saat berpuasa tentunya akan berbeda dengan kondisi fisik tubuh di hari-hari biasa.

Baca lebih lanjut

Melirik Bisnis MLM Syariah di Indonesia : Kunjungan ke Markas K-Link

Bisnis Multi Level Marketing (atau disebut MLM) di Indonesia bukan lagi barang baru. Pertama kali diperkenalkan di dunia pada sekitar tahun 1920-an (ada juga yang bilang tahun 1930-an), bisnis MLM dianggap inovatif karena menguntungkan banyak pihak.

Tidak hanya produsen yang merasakan keuntungannya, namun juga konsumen dapat menikmati manfaat produk sekaligus manfaat finansial dalam bentuk insentif dan hadiah. Selain itu, bisnis MLM juga menghemat biaya pengeluaran untuk iklan karena yang bergerak mempromosikan produk-produknya secara langsung adalah para distributor dan konsumen itu sendiri.

Ilustrasi bisnis Multi Level Marketing atau MLM.

Bedanya MLM dengan Money Game

Kalau menurut Robert Kiyosaki, penulis buku-buku best seller tentang bisnis, pelaku bisnis MLM merupakan para profesional yang strategis karena sistem pemasaran berjenjang yang dianut. Artinya, pelanggan juga bisa menjadi distributor sekaligus tenaga pemasaran.

Baca lebih lanjut

Koperasi untuk Generasi Milenial

Kata koperasi mungkin sudah menjadi kata yang asing bagi generasi milenial, sebutan untuk generasi muda saat ini.

Pemahaman saya mengenai koperasi yang didapat dari buku-buku pelajaran sekolah masa kecil. (foto: sumberpengetahuan.com)

Padahal, sewaktu saya masih kecil, koperasi masih jadi kebanggaan orang Indonesia, loh. Setidaknya, di buku-buku pelajaran SD sampai SMA, pasti selalu ada pembahasan tentang koperasi sebagai alat peningkatan kesejahteraan yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia berkat sistem kekeluargaan dan gotong-royongnya. Selain itu, almarhumah ibu saya dulu termasuk yang aktif menjadi anggota koperasi, baik itu koperasi guru, maupun koperasi di kota kelahirannya, Pekalongan.

Baca lebih lanjut

Dysuria: Anyang-Anyangan yang Bikin Perih Bukan Kepalang

Pernah merasakan nyeri saat buang air kecil? Saya pernah mengalaminya dulu sewaktu terserang demam berdarah.

Rasanya… sudah pasti nggak karuan. Ingin pipis, tapi begitu ke toilet, haduh rasanya mau keluar air kencing saja nyeri banget (maaf). Dokter sempat mendiagnosa bahwa saya terkena infeksi saluran kemih.

pernah merasakan pingin bolak-balik ke toilet? (Photo credit: pexels)

Baca lebih lanjut

Workshop Menulis Moola (dan Tetek-Bengek Lainnya…)

Terhitung sudah satu bulan saya tidak meng-update isi blog pribadi saya di sini. Selain waktu itu saya masih bekerja kantoran dan pekerjaan sungguh menumpuk, plus saya juga double job mengerjakan terjemahan, disambung acara keluar kota bertubi-tubi mengikuti acara di Puncak, lanjut ke Indonesia Community Day di Jogja 2017 yang diselenggarakan Kompasiana, dan terakhir ke Bandung pada akhir Mei ini untuk menjadi pembicara sebagai alumni PPI Dunia di kampus Unpad, membuat saya nyaris melupakan blog pribadi saya. Selain itu, saya juga sedang membangun satu blog pribadi lagi dengan tematik traveling serta kuliner di travelkulinerdina.net.

Bersama para peserta workshop Moola.id, mengenal teman-teman baru dan menambah jejaring. (Photo Credit: twitter moola.id)

Walaupun begitu bukannya saya nggak nulis sama sekali. Saya tetap membuat artikel resensi film untuk Kompasiana (berhubung saya admin komunitas film di situ), dan saya juga diberi tugas mengerjakan ‘Tantangan Menulis 30 Hari’ dari workshop yang saya ikuti bersama Mbak Ollie Salsabila dan Teh Ligwina Hananto. Selain itu, mungkin karena saya terlalu idealis—maksudnya kalau nulis di blog pribadi ya gaya penulisan harus sesuai dengan ‘nafas’ idealisme saya, jadinya malah nggak nulis-nulis 😃. But here I am back since I become jobless for once again but still overwhelmed with so many activities until this early Ramadhan. Yah alhamdulillah, deh, jobless bukan berarti saya bengong, tapi malah makin sibuk. Semoga saja juga diikuti dengan rejeki yang membaik, he he… amin.

Baca lebih lanjut

Teror (Lagi) di Kota Paris

Lagi-lagi, serangan aksi teror kembali melanda kota Paris pada Kamis malam 21 April kemarin. Kali ini, tempat penyerangan itu terjadi di kawasan elit Champs-Elysées, yang terkenal juga dengan kawasan butik-butik kelas dunia seperti Hermès, Louis Vuitton, Sephora, dan banyak lagi. Namun, tragedi itu justru saya ketahui dari status facebook seorang mahasiswi Indonesia kenalan saya yang sedang menempuh studi di kota tersebut.

Aksi penembakan di ruang publik di kawasan elit Champs Elysees kembali terjadi di kota Paris, 21 April 2017. (foto sumber: france24.com)

Kebetulan teman saya ini dengan seorang mahasiswi Indonesia lainnya sedang melintas di kawasan tersebut setelah sebelumnya berfoto-foto di depan monumen Arc de Triomphe sekitar jam 8 malam. Champs-Elysées yang saat itu sedang dipadati turis tiba-tiba dikejutkan dengan suara tembakan lima kali, yang awalnya dikira suara mercon. Teman saya pun refleks berlari mencari tempat persembunyian ke restoran terdekat, masih dengan diiringi suara tembakan di sekelilingnya. Alhamdulillah keduanya berhasil pulang dengan selamat ke apartemen masing-masing, meskipun trauma yang dirasakannya tentu akan membekas di ingatan.

Baca lebih lanjut

Turki dan Potensi Busana Muslim Indonesia ke Gerbang Dunia

Beberapa tahun terakhir, saya amati perhelatan panggung mode Indonesia semakin marak. Selain ada Jakarta Fashion Week, kini busana muslim asal Indonesia juga tidak mau ketinggalan unjuk gigi ke kancah panggung dunia dalam sebuah pagelaran bertajuk Muslim Fashion Festival, atau disingkat Muffest.

Muslim Fashion Festival (atau muffest) merupakan ajang tahunan pagelaran busana muslim tahunan yang digelar di Indonesia. Tahun 2017 merupakan kali kedua Muffest diadakan (foto: dokpri)

Disebut panggung fashion show dunia, karena acara Muffest yang digelar pada 6 hingga 9 April 2017 kemarin juga turut mengundang serta menghadirkan rancangan para disainer asal Turki, plus diskusi dengan pengamat mode asal Turki . Ketika mengetahui dari Blogger Crony bahwa akan ada gelar fashion sekaligus bincang-bincang dengan pengamat mode dari Turki, saya dengan serta-merta mendaftarkan diri untuk ikut hadir dalam acara tersebut.

Baca lebih lanjut