Arsip Kategori: Reportase

Pengalaman Potong Rambut Pertama Kali di Prancis

potong rambut di luar negeri itu pertimbangan utamanya… harga! (foto: pexels)

Merawat diri ke salon bagi ciwi-ciwi (baca: cewek-cewek) Indonesia, terutama yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, bisa dibilang suatu hal yang lumrah. Sekadar potong rambut, atau creambath, bisa didapatkan dengan harga yang masuk di kantong di salon-salon yang bukan ece-ece alias lumayan punya nama. Misalkan Youngky (eh masih ada nggak ya?), Lutuye atau Johnny Andrean. Kalau mau service yang lebih oke lagi dengan hasil tatanan rambut yang prima, bisa ke salon-salon mentereng yang ada di mal-mal megah macam Grand Indonesia atau Pondok Indah Mal dengan embel-embel ‘premium’ di belakangnya.

Tapi kalau di Prancis? Hhhm….. sejak zaman saya masih jadi mahasiswi, kalau mau potong rambut pasti mikir-mikir dulu. Di salon-salon yang nggak punya nama atau salon yang memberikan harga khusus mahasiswa, harga potong rambut itu rata-rata minimal 20 Euro-an ke atas. Nggak usah dikurs-in lah ya daripada bikin stress… :p. Itu jaman sekitar 10 tahun yang lalu, atau tahun 2009-2010. Yang pada akhirnya, selama masih jadi mahasiswi, saya potong rambut sendiri.

Baca lebih lanjut

Wishlist Saya di Blibli Histeria 1212

Hari Belanja Online Nasional, alias Harbolnas, juga nggak ketinggalan diikuti oleh situs e-commerce terbesar lainnya yaitu Bliblidotcom. Duuh… kalau saat-saat begini tuh saya kepengen banget membeli barang-barang impian yang sudah saya idamkan sejak lama. Bukannya kenapa-kenapa, soalnya diskonnya itu loh… sampai 80%! Bahkan banyak barang yang bakal dijual dengan harga Rp 12 ribu saja! Apa nggak bikin ngiler? 😉

Baca lebih lanjut

Proyek MRT Jakarta Lebak Bulus: Master Plan Ditargetkan Selesai Maret 2018

Sebal dengan kemacetan jalan raya di sepanjang jalur Pondok Indah-Lebak Bulus? Sama, saya juga :p . Tapi yah, harap dimaklumi saja karena pengerjaan jalan layang dan jalur bawah tanah MRT sedang getol-getolnya dilakukan, demi mengejar target operasional mulai tahun 2019 nanti.

Sosialisasi pengembangan proyek MRT Lebak Bulus, Jakarta, 31 Oktober lalu yang dipandu langsung oleh Bapak William Sabandar selaku Direktur Utama. (foto: dokpri)

Hari Selasa kemarin, tepatnya tanggal 31 Oktober 2017, saya bersama keempat orang teman blogger lainnya, menghadiri sosialisasi terbaru terkait pembangunan MRT Jakarta di construction site-nya yang terletak persis di depan Poin Square Lebak Bulus. Acara sosialisasi ini sekaligus memberitahukan kepada rekan-rekan pers agar disampaikan kepada masyarakat umum bahwa box girder (semacam balok penyusun) terakhir telah dipasang di jalur layang MRT Jakarta. Hal ini menandai tersambungnya seluruh jalur layang dan jalur bawah tanah MRT yang membentang dari Bunderan HI ke Lebak Bulus. Box girder terakhir yang dipasang letaknya persis di seberang Rumah Sakit Siloam cabang Cilandak, Jakarta Selatan.

Baca lebih lanjut

Diskon Gede di Promo Oktober Blibli Histeria Bikin Mulut Ternganga

Belanja online buat sebagian besar kaum cewek (termasuk saya) menjadi hal yang menyenangkan. Sering kali saya mengunjungi situs-situs e-commerce dan tidak terasa satu jam sendiri saya bisa galau menentukan produk mana yang akan dibeli. Hampir sama seperti kalau sedang shopping di mal aja, atau sekadar window shopping, bisa sampai 4 jam saya betah berada di dalam mal meskipun hanya melihat-lihat.

Belanja online alias online shopping suka bikin menyita waktu juga layaknya shopping di mal. (foto: pexels)

Bedanya, kalau window shopping di situs-situs e-commerce bukan kaki yang lelah, tapi mata (dan pikiran, he he…). Karena setidaknya satu jam saya bisa menatapi berbagai barang yang dijual di situs tersebut, selain itu saya harus berusaha tidak kalap agar dapat memprioritaskan barang-barang kebutuhan terlebih dahulu dengan bujet terbatas.

Baca lebih lanjut

Perawatan Kulit Sehat dengan Pure Line Hijab Fresh

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang krim tubuh yang berfungsi melindungi kesehatan kulit seluruh keluarga. Produk krim pelembap tubuh yang diimpor dari Australia  memang lumayan berkhasiat, namun mungkin harganya agak tidak sesuai dengan ukuran kantong orang Indonesia.

Nah, kalau krim atau body lotion yang satu ini jauh lebih terjangkau, karena produk asli buatan dalam negeri. Dikeluarkan oleh PT Unilever, varian baru produk perawatan tubuh yang dikhususkan bagi wanita berhijab ini baru diluncurkan secara eksklusif di situs e-commerce terbesar di Indonesia, Blibli.com.

Baca lebih lanjut

Tren Ruang Kerja a la Generasi Milenial di Coworking Space

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membahas tentang semangat kewirausahaan sosial, atau istilah kerennya social entrepreneurship, yang sedang menggeliat di kalangan anak-anak muda zaman sekarang. Yang menarik, kegiatan social entrepreneurship ini dibangun dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital melalui media sosial, tanpa melupakan tanggung jawab moral kepada masyarakat, sekaligus sebagai usaha untuk merintis bisnis yang sering disebut dengan istilah start up.

Bisnis start up mulai bermunculan tatkala masyarakat semakin aktif menggunakan internet dan media sosial. Bisnis ini berciri khas memanfaatkan kecanggihan teknologi internet namun biasanya belum punya ruang kantor tetap. (foto diambil dari website EV Hive)

Bisnis start up mulai bermunculan seiring dengan kemajuan teknologi informasi, terutama internet, dan khususnya sejak adanya media sosial seperti facebook, instagram dan twitter. Fenomena ini memunculkan berbagai profesi baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh generasi sebelum milenial (yaitu mereka yang lahir sebelum tahun 1980-an) seperti blogger, influencer, buzzer.

Baca lebih lanjut

Memilih Piano Second di Prelo: Piano Bekas Berkualitas

suatu hari pingin punya piano lagi agar bisa bermain dengan sebebas-bebasnya… piano second dari Prelo juga enggak apa-apa. (foto: dokpri)

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat postingan tentang piano. Dari dulu sampai sekarang saya masih tetap suka mendengar suara dentingan piano, bahkan kalau dikasih lagi saya akan memainkannya. Dulu sekali saya memang sempat punya piano, seperti yang saya ceritakan di tulisan itu, lalu saya jual setelah lama saya tinggal studi ke luar negeri. Daripada semakin keropos dimakan rayap, lebih baik dijual saja tho?

Boleh dong sampai sekarang saya mengkhayal dan bermimpi suatu saat saya akan punya piano lagi :D. Lumayan ‘kan, apalagi kalau bisa mendapatkan piano bekas namun dengan kualitas seperti baru dengan harga yang terjangkau. Supaya tidak dimakan rayap lagi dan perawatannya lebih mudah, saya pilih piano second yang digital saja. Bedanya dengan piano biasa (biasa disebut pianoforte), piano digital baru bisa dimainkan saat dicolokkan ke listrik. Jadi, pastinya ia akan dilengkapi dengan kabel listrik dan adaptor. Tapi kualitas suaranya tetap setajam pianoforte dan tuts-nya (bagian putih-putih serta hitam pada piano yang ditekan dengan jari) tetap dari kayu.

Baca lebih lanjut