Arsip Kategori: Opini

Laptop 2in1 Sang Jendela Dunia

laptop yang bisa multitasking menurut saya: bisa berfungsi sebagai PC untuk mengerjakan job-job terjemahan, ngeblog, bisa sebagai tablet untuk browsing & streaming film. (foto: pexels)

Sebenarnya sudah beberapa kali saya membahas tentang manfaatnya punya laptop yang bisa multitasking. Tapi… ya nggak apa-apa deh saya tulis lagi, siapa tahu kali ini menang, he he he (ngarep dot com :p). Lagipula mumpung lagi lowong dan belum ada orderan terjemahan lagi, ya sudah deh saya kembali nge-blog.

Apa sih maksudnya multitasking laptop? Yang saya inginkan dari sebuah laptop yang bisa multitasking itu ya nggak hanya bisa untuk mengetik sebagai sumber mata pencaharian utama saya (ya, sejak ayah sakit saya sekarang full time menerjemahkan, dan kalau sedang sepi orderan saya kembali ikut lomba-lomba menulis blog :D). Itu artinya, untuk menerjemahkan dan menulis blog kan pasti saya butuh nge-draft dulu di Microsoft Word, ‘kan. Makanya laptop yang saya punya harus ada software Microsoft Office yang komplit. Selain Word, setidaknya juga ada Excel berhubung ada juga klien yang memberikan order terjemahan dalam format dokumen .xsl, ada juga yang dalam format Power Point.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tren Ruang Kerja a la Generasi Milenial di Coworking Space

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membahas tentang semangat kewirausahaan sosial, atau istilah kerennya social entrepreneurship, yang sedang menggeliat di kalangan anak-anak muda zaman sekarang. Yang menarik, kegiatan social entrepreneurship ini dibangun dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital melalui media sosial, tanpa melupakan tanggung jawab moral kepada masyarakat, sekaligus sebagai usaha untuk merintis bisnis yang sering disebut dengan istilah start up.

Bisnis start up mulai bermunculan tatkala masyarakat semakin aktif menggunakan internet dan media sosial. Bisnis ini berciri khas memanfaatkan kecanggihan teknologi internet namun biasanya belum punya ruang kantor tetap. (foto diambil dari website EV Hive)

Bisnis start up mulai bermunculan seiring dengan kemajuan teknologi informasi, terutama internet, dan khususnya sejak adanya media sosial seperti facebook, instagram dan twitter. Fenomena ini memunculkan berbagai profesi baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh generasi sebelum milenial (yaitu mereka yang lahir sebelum tahun 1980-an) seperti blogger, influencer, buzzer.

Baca lebih lanjut

Memilih Piano Second di Prelo: Piano Bekas Berkualitas

suatu hari pingin punya piano lagi agar bisa bermain dengan sebebas-bebasnya… piano second dari Prelo juga enggak apa-apa. (foto: dokpri)

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat postingan tentang piano. Dari dulu sampai sekarang saya masih tetap suka mendengar suara dentingan piano, bahkan kalau dikasih lagi saya akan memainkannya. Dulu sekali saya memang sempat punya piano, seperti yang saya ceritakan di tulisan itu, lalu saya jual setelah lama saya tinggal studi ke luar negeri. Daripada semakin keropos dimakan rayap, lebih baik dijual saja tho?

Boleh dong sampai sekarang saya mengkhayal dan bermimpi suatu saat saya akan punya piano lagi :D. Lumayan ‘kan, apalagi kalau bisa mendapatkan piano bekas namun dengan kualitas seperti baru dengan harga yang terjangkau. Supaya tidak dimakan rayap lagi dan perawatannya lebih mudah, saya pilih piano second yang digital saja. Bedanya dengan piano biasa (biasa disebut pianoforte), piano digital baru bisa dimainkan saat dicolokkan ke listrik. Jadi, pastinya ia akan dilengkapi dengan kabel listrik dan adaptor. Tapi kualitas suaranya tetap setajam pianoforte dan tuts-nya (bagian putih-putih serta hitam pada piano yang ditekan dengan jari) tetap dari kayu.

Baca lebih lanjut

Social Media, Anda Gunakan Untuk Apa?

Hari gini, siapa yang nggak kenal dengan dunia social media, atau socmed dalam berbagai platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan banyak lagi? Meskipun masih ada sebagian dari kita yang sama sekali tidak punya akun di salah satu dari banyaknya social media platform yang bertebaran di dunia maya, setidaknya mereka tahu apa socmed itu.

Sarah Sechan memutuskan menutup akun Instagram-nya demi menjaga privacy. (foto sumber: akun IG Sarah Sechan)

Misalkan saja salah satu selebriti Tanah Air Reza Rahadian yang katanya nggak punya akun medsos (bahasa Indonesia untuk social media), tapi dia pasti tahu apa itu Facebook, Twitter dan Instagram. Kebalikannya, Sarah Sechan, presenter ngetop yang dulunya sempat aktif di Instagram, kini memutuskan untuk menutup kedua akun socmed-nya tersebut dengan alasan ingin menjalani dan menikmati setiap momen dalam hidupnya tanpa gangguan dunia luar.

Baca lebih lanjut

Alasan Memilih Laptop Lenovo Demi Melepas Netbook Kesayangan

Apa rasanya punya netbook kesayangan yang sudah setia menemani kamu di saat-saat senang maupun susah, lalu kini laptop itu sudah tidak bisa lagi berfungsi dengan baik? Lebih mengharukan lagi jika netbook yang pernah kita miliki itu rela telah membuang energinya berjam-jam menemani kita mengerjakan tugas-tugas kuliah seperti mengetik skripsi atau tesis, dan sekarang distel satu jam saja baterai sudah mau habis?

netbook kesayangan yang menemani keseharian saya mengerjakan tesis S2 ataupun job terjemahan sejak tahun 2009, pada tahun 2016 harus tutup usia. (foto ilustrasi: pexels.com)

Sejak dibeli tahun 2009, netbook kesayangan telah setia menemani saya, tidak hanya ketika saya mengerjakan tesis, melainkan juga saat kembali ke Indonesia dan kembali meniti karier dari awal sebagai penulis blog dan penerjemah. Selain itu, berkat terbiasa mengerjakan teks-teks Prancis, yang dulunya saya hanya mengerjakan tugas terjemahan berbahasa Inggris, sejak pulang dari Prancis pun saya kelimpahan order terjemahan berbahasa Prancis dan mengharuskan saya berkorespondensi dalam bahasa Prancis dengan agen di luar negeri. Bahkan netbook kesayangan saya bawa pindahan ke Surabaya ketika saya mendapat pekerjaan di ibukota provinsi Jawa Timur itu selama dua tahun.

Baca lebih lanjut

Tamansari Cyber : The Next Silicon Valley?

Mendengar kata Silicon Valley, maka saya langsung teringat dengan Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan sebuah kawasan di negara bagian California, Amerika Serikat, yang dilengkapi dengan fasilitas serba tech-savvy. Maksudnya tech-savvy, menggunakan teknologi tingkat tinggi sehingga memudahkan pelaksanaan aktivitas sehari-hari. Baik aktivitas profesional, maupun pribadi.

Silicon Valley yang terletak di negara bagian California, Amerika Serikat. (foto: flavorwire.wordpress.com)

 

Baca lebih lanjut

Baju Koko Hadiah Lebaran untuk Ayah

Beberapa waktu yang lalu, saya menulis tentang keinginan saya menghadiahkan peralatan berkebun untuk ayah dengan mengikuti lomba blog elevenia. Tapi, nampaknya saya belum beruntung. Untungnya saya belum bilang apa-apa ke ayah, karena memang rencananya hadiah yang akan saya berikan itu harus berupa kejutan. Ya mosok hadiah pakai bilang-bilang 😉.

Awal Juni kemarin, tepatnya tanggal 6, ayah saya merayakan ulang tahun yang 77 tahun. Sudah manula banget yah, hi hi… tapi secara fisik, ayah saya tampak seperti masih berusia sekitar 50-60 tahunan. Itu juga kata orang-orang, loh. Kebetulan, tanggal 6 Juni bertepatan sekali dengan minggu pertama kami sekeluarga menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Baca lebih lanjut