Arsip Kategori: Opini

Koperasi dalam Genggaman Teknologi Seluler Melalui SOBATKU

Pesatnya perkembangan teknologi informasi memang membuat berbagai perusahaan berlomba-lomba membuat aplikasi pada ponsel pintar, atau istilah kerennya mobile apps, agar mudah diakses oleh para pelanggannya.

layanan jasa keuangan berpadu dengan kecanggihan teknologi yang disebut financial technology atau fintech.

Terutama, perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan teknologi komputer, seperti perusahaan agen perjalanan untuk menjual tiket dan hotel, perusahaan telekomunikasi untuk menjual pulsa dan fasilitas berlangganan tivi kabel, dan tidak terkecuali perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan dan perbankan. Nah, yang terakhir ini orang-orang menyebutnya dengan perusahaan fintech, singkatan dari financial technology. Jadi, jasa keuangan yang berpadu dengan kecanggihan teknologi.

Baca lebih lanjut

Iklan

Marissa Mayer, Si Tangan Dingin Google Yang Menguasai Programming

Siapa yang nggak kenal Google? Situs pencari nomor satu di dunia ini pernah digawangi oleh seorang pakar informatika wanita, loh! (foto: pexels)

Berbicara tentang Google, maka ingatan saya langsung melayang ke sebuah nama seorang wanita berambut pirang yang pernah menjadi petinggi perusahaan IT raksasa asal Amerika Serikat. Soalnya jarang-jarang sih seorang wanita bisa berkiprah di dunia yang digeluti kaum pria, apalagi bisa menduduki posisi paling bergengsi sebagai CEO alias Chief Executive Officer. Dia adalah Marissa Mayer (jangan terbalik dengan Marissa Meyer si penulis buku anak-anak ya :D), wanita kelahiran tahun 1975 dari Wisconsin.

Selama 13 tahun bergabung dengan Google sejak tahun 1999, Marissa telah melakukan banyak terobosan yang membuat Google lebih berkembang pesat dan menjadi user friendly seperti yang kita kenal sekarang ini. Mulai dari Google Search, Google Image, Google Maps, Google Books, bahkan Gmail, iGoogle, Google Toolbar, semua itu adalah hasil karya inovatif dari ibu dua putri kembar ini.

Baca lebih lanjut

Film My Generation, Remaja Milenial Membangkang Orangtua?

Akhir-akhir ini, lini masa media sosial diramaikan dengan akan dirilisnya film terbaru garapan Upi yang menceritakan kisah kehidupan remaja generasi milenial alias ‘kids zaman now’. Upi yang dikenal dengan film-film komedi dan drama remaja metropolitan seperti 30 Hari Mencari Cinta (2004), Radit dan Jani (2008), Realita, Cinta dan Rock ‘n Roll (2006) tergelitik untuk mengangkat kehidupan remaja zaman sekarang yang melek medsos setelah melakukan riset selama dua tahun di berbagai komentar yang dilontarkan oleh anak-anak remaja di media sosial termasuk You Tube.

sebuah kutipan dialog dari salah satu tokoh di film My Generation. Betulkah film ini mengajarkan untuk membangkang terhadap orangtua? (foto : dokumentasi IFI Sinema)

Menurut Upi, anak-anak remaja masa kini cenderung bersikap lebih terbuka dan jujur di media sosial ketimbang jika ditanya langsung, dan komentar-komentar mereka terhadap status atau postingan medsos terus terang membuat Upi kaget. “Gila banget,” katanya seperti dilansir oleh sebuah situs berita online. Rata-rata anak remaja ini mengomentari kehidupan seputar sekolah, orangtua, dan guru.

Baca lebih lanjut

Laptop 2in1 Sang Jendela Dunia

laptop yang bisa multitasking menurut saya: bisa berfungsi sebagai PC untuk mengerjakan job-job terjemahan, ngeblog, bisa sebagai tablet untuk browsing & streaming film. (foto: pexels)

Sebenarnya sudah beberapa kali saya membahas tentang manfaatnya punya laptop yang bisa multitasking. Tapi… ya nggak apa-apa deh saya tulis lagi, siapa tahu kali ini menang, he he he (ngarep dot com :p). Lagipula mumpung lagi lowong dan belum ada orderan terjemahan lagi, ya sudah deh saya kembali nge-blog.

Apa sih maksudnya multitasking laptop? Yang saya inginkan dari sebuah laptop yang bisa multitasking itu ya nggak hanya bisa untuk mengetik sebagai sumber mata pencaharian utama saya (ya, sejak ayah sakit saya sekarang full time menerjemahkan, dan kalau sedang sepi orderan saya kembali ikut lomba-lomba menulis blog :D). Itu artinya, untuk menerjemahkan dan menulis blog kan pasti saya butuh nge-draft dulu di Microsoft Word, ‘kan. Makanya laptop yang saya punya harus ada software Microsoft Office yang komplit. Selain Word, setidaknya juga ada Excel berhubung ada juga klien yang memberikan order terjemahan dalam format dokumen .xsl, ada juga yang dalam format Power Point.

Baca lebih lanjut

Tren Ruang Kerja a la Generasi Milenial di Coworking Space

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membahas tentang semangat kewirausahaan sosial, atau istilah kerennya social entrepreneurship, yang sedang menggeliat di kalangan anak-anak muda zaman sekarang. Yang menarik, kegiatan social entrepreneurship ini dibangun dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital melalui media sosial, tanpa melupakan tanggung jawab moral kepada masyarakat, sekaligus sebagai usaha untuk merintis bisnis yang sering disebut dengan istilah start up.

Bisnis start up mulai bermunculan tatkala masyarakat semakin aktif menggunakan internet dan media sosial. Bisnis ini berciri khas memanfaatkan kecanggihan teknologi internet namun biasanya belum punya ruang kantor tetap. (foto diambil dari website EV Hive)

Bisnis start up mulai bermunculan seiring dengan kemajuan teknologi informasi, terutama internet, dan khususnya sejak adanya media sosial seperti facebook, instagram dan twitter. Fenomena ini memunculkan berbagai profesi baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh generasi sebelum milenial (yaitu mereka yang lahir sebelum tahun 1980-an) seperti blogger, influencer, buzzer.

Baca lebih lanjut

Memilih Piano Second di Prelo: Piano Bekas Berkualitas

suatu hari pingin punya piano lagi agar bisa bermain dengan sebebas-bebasnya… piano second dari Prelo juga enggak apa-apa. (foto: dokpri)

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat postingan tentang piano. Dari dulu sampai sekarang saya masih tetap suka mendengar suara dentingan piano, bahkan kalau dikasih lagi saya akan memainkannya. Dulu sekali saya memang sempat punya piano, seperti yang saya ceritakan di tulisan itu, lalu saya jual setelah lama saya tinggal studi ke luar negeri. Daripada semakin keropos dimakan rayap, lebih baik dijual saja tho?

Boleh dong sampai sekarang saya mengkhayal dan bermimpi suatu saat saya akan punya piano lagi :D. Lumayan ‘kan, apalagi kalau bisa mendapatkan piano bekas namun dengan kualitas seperti baru dengan harga yang terjangkau. Supaya tidak dimakan rayap lagi dan perawatannya lebih mudah, saya pilih piano second yang digital saja. Bedanya dengan piano biasa (biasa disebut pianoforte), piano digital baru bisa dimainkan saat dicolokkan ke listrik. Jadi, pastinya ia akan dilengkapi dengan kabel listrik dan adaptor. Tapi kualitas suaranya tetap setajam pianoforte dan tuts-nya (bagian putih-putih serta hitam pada piano yang ditekan dengan jari) tetap dari kayu.

Baca lebih lanjut

Social Media, Anda Gunakan Untuk Apa?

Hari gini, siapa yang nggak kenal dengan dunia social media, atau socmed dalam berbagai platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan banyak lagi? Meskipun masih ada sebagian dari kita yang sama sekali tidak punya akun di salah satu dari banyaknya social media platform yang bertebaran di dunia maya, setidaknya mereka tahu apa socmed itu.

Sarah Sechan memutuskan menutup akun Instagram-nya demi menjaga privacy. (foto sumber: akun IG Sarah Sechan)

Misalkan saja salah satu selebriti Tanah Air Reza Rahadian yang katanya nggak punya akun medsos (bahasa Indonesia untuk social media), tapi dia pasti tahu apa itu Facebook, Twitter dan Instagram. Kebalikannya, Sarah Sechan, presenter ngetop yang dulunya sempat aktif di Instagram, kini memutuskan untuk menutup kedua akun socmed-nya tersebut dengan alasan ingin menjalani dan menikmati setiap momen dalam hidupnya tanpa gangguan dunia luar.

Baca lebih lanjut