Arsip Kategori: Kuliner

Pesona dan Wisata Queensland

Jika sebelumnya saya pernah menulis tentang Sydney, kali ini saya mengangkat negara bagian lain di benua Kanguru. Negara bagian yang beribukota di Brisbane ini terletak di sebelah timur laut Australia yang beriklim cerah sepanjang tahun. Berhubung cuacanya selalu bersahabat inilah Queensland dikenal dengan slogan “Where Australia shines“. Suhu rata-rata di sana berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celcius, bahkan bisa mencapai >35 derajat Celcius pada musim panas.

Brisbane, ibukota Queensland dengan pemandangan khas gedung bertingkat serta pantai untuk berselancar. (foto: dok.TEQ)

Brisbane, ibukota Queensland dengan pemandangan khas gedung bertingkat serta pantai untuk berselancar. (foto: dok.TEQ)

Negara bagian yang luasnya sekitar 4x pulau Sumatera ini (atau 1.852.642 km2) memiliki jumlah penduduk sebanya 4,7 juta jiwa saja. Hhhm… bandingkan dengan pulau Jawa di Indonesia ;). Brisbane sebagai ibukotanya memiliki jumlah penduduk terpadat sekitar 2,3 juta orang dibandingkan kota-kota tetangganya di Queensland, dengan luas daerahnya mencapai sekitar 15 ribu km2.

Baca lebih lanjut

Tanggal 25 Waktunya Belanja Online!

Buat para pekerja kantoran, tanggal 25 biasanya menjadi tanggal yang paling ditunggu-tunggu. Ya apalagi kalau bukan tanggal gajian 😉 selain biasanya mulai tanggal tersebut sampai akhir bulan toko-toko serta mal-mal menggelar diskon gede-gedean. Apalagi, menjelang akhir tahun begini, beberapa toko dan mal sudah menyiapkan ancang-ancang untuk membanting harga produk-produknya sampai 90% dari harga normal! Menggiurkan banget, ya.

Daripada macet di jalan dan berdesakan di mal, mending ikutan Festival Belanja Online ;) (foto: dok.pri)

Daripada macet di jalan dan berdesakan di mal, mending ikutan Festival Belanja Online 😉 (foto: dok.pri)

Kebayang dong, saking banyaknya barang yang dibeli dan begitu banyaknya orang yang berbelanja produk-produk diskon, pusat-pusat perbelanjaan pasti penuh sesak, dan jalanan menjadi macet luar biasa. Berbagai barang dan produk sudah mengantri untuk diborong para calon pembeli, mulai baju, kosmetik, barang elektronik, sampai kebutuhan rumah tangga selama sebulan ke depan.

Baca lebih lanjut

Kewirausahaan Sosial a la ASEAN

Beberapa tahun belakangan, usaha start up berbasis teknologi digital semakin berkembang di berbagai negara, tidak ketinggalan pula di Indonesia. Kalau menurut definisi abang Wikipedia, start up itu merupakan sebuah kongsi atau badan usaha berbasis kewirausahaan, yang dikelola oleh sekumpulan orang dalam kelompok kecil, dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital seperti internet dan media sosial interaktif seperti facebook, instagram, dan sifat usahanya inovatif yaitu memberikan ide atau metode baru. Ketika usaha ini bisa menjawab permasalahan atas kebutuhan masyarakat, maka start up tersebut juga bisa dikatakan sebagai suatu kegiatan kewirausahaan sosial, yang dalam istilah kerennya disebut social entrepreneurship.

Konferensi ASEAN mengenai kewirausahaan sosial di Hotel Bidakara Jakarta, 24-26 Oktober 2016. (foto: dok.pri)

Konferensi ASEAN mengenai kewirausahaan sosial di Hotel Bidakara Jakarta, 24-26 Oktober 2016. (foto: dok.pri)

Seiring berkembangnya kewirausahaan sosial berbasis teknologi digital di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Singapura, dan negara-negara berkembang termasuk Indonesia, maka digagaslah sebuah pertemuan yang mengumpulkan para wirausahawan/wati digital-sosial tersebut dalam acara ASEAN Conference on Social Entrepreneurship. Acara yang digelar selama tiga hari dari tanggal 24 hingga 26 Oktober 2016 di Hotel Bidakara Jakarta ini menghadirkan tidak hanya para wirausahawan/wati start up yang didominasi oleh generasi muda (yang saya temui kebanyakan masih kuliah), melainkan juga para investor yang terdiri dari perusahaan publik maupun swasta.

Baca lebih lanjut

Pantai Coro, Keindahan Tersembunyi di Tulungagung

Tulungagung? Apa yang menarik untuk dilihat? Begitu pertanyaan yang terlintas di benak saya ketika seorang teman mengajak ke sana. Berkat memenangkan sebuah voucher berupa menginap gratis di hotel di kota tersebut, teman saya ini mengajak saya dan dua orang kolega untuk berwisata akhir pekan.

 

Pantai Coro dan Misteri Penguasa Laut Selatan

Pantai Coro dengan pasir putih dari atas bukit. (foto: dok.pri)

Pantai Coro dengan pasir putih dari atas bukit. (foto: dok.pri)

Konon, dulu pantai ini banyak kecoa sehingga dinamakan coro yang artinya kecoa dalam bahasa Jawa. Namun siapa sangka, pantai ini sangat bersih dan air lautnya begitu jernih. Bahkan pasir di pantai berwarna putih dan di mana-mana bertebaran ubur-ubur berwarna biru transparan, menandakan pantai ini belum tercemar. Saya sempat tersengat salah satu ubur-ubur yang bentuknya sangat menipu itu, karena saya pikir benda-benda yang terserak di pantai berwarna kebiruan transparan itu adalah plastik.

Pantai Coro terletak di sebelah selatan kota Tulungagung, tepatnya di desa Gerbo, kecamatan Besuki. Untuk mencapainya, Anda harus menempuh perjalanan melalui jalur Pantai Wisata Popoh, yang berjarak 30 kilometer dari pusat kota. Setelah sampai di kawasan pantai, Anda diarahkan terlebih dahulu ke sebuah Padepokan Retjo Sewu.

Baca lebih lanjut

Ternate, Mutiara di Indonesia Timur

Dahulu, yang terngiang di telinga saya mendengar kata Ternate dari buku pelajaran sejarah sekolah adalah pulau indah penghasil cengkeh dan biji pala yang berhasil mengusir tentara Portugis dari bumi Indonesia.

Dan hingga kini, ingatan itu selalu terekam di kepala. Seberapakah indahnya pulau ini sehingga menggiurkan bangsa asing untuk menguasainya? Pulau kecil yang terletak di sebelah utara Laut Maluku ini seolah sulit dijangkau sehingga tidak menjadi tujuan wisata favorit oleh mayoritas penduduk Indonesia yang berdiam di pulau Jawa. Meskipun kini sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang menawarkan destinasi ke sana, baik melalui rute penerbangan langsung atau singgah di Makassar, namun keindahan yang tersembunyi di dalamnya seperti belum mampu menarik perhatian wisatawan.

Pemandangan kota Ternate dari dalam pesawat, sebelum mendarat. (foto: dok.pri)

Pemandangan kota Ternate dari dalam pesawat, sebelum mendarat. (foto: dok.pri)

Beruntung saya berkesempatan menyambangi pulau berpenduduk 190 ribu jiwa itu dalam rangka tugas dinas pertengahan Mei yang lalu, yang membukakan mata saya bahwa Indonesia memang begitu kaya dengan potensi sumber daya alamnya yang sangat indah. Dengan menempuh perjalanan selama total 3,5 jam dari Surabaya (saya berdomisili di Surabaya) dan transit di Makassar, saya tiba di pulau seluas 547,736 km2 yang didominasi pemandangan Gunung Gamalama dan pesisir pantai Laut Maluku yang biru jernih.

Baca lebih lanjut

Peluncuran Blender-Mixer Terbaru Philips Indonesia

Pada hari Rabu 3 Agustus 2016 yang lalu, atas undangan Blogger Perempuan, saya mendapat kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam acara peluncuran produk terbaru dari Philips Indonesia yang bertempat di Hall Senayan City, Jakarta. Produk terbaru dari Philips tersebut berupa blender dan mixer dalam dua varian warna, hijau-putih dan merah-putih.

Peluncuran Blender dan Mixer Terbaru dari Philips Indonesia bersama di antaranya Bapak Jasper Westerink (General Manager, batik hijau) dan Ibu Sisca Suwitomo (foto: dok.pribadi)

Peluncuran Blender dan Mixer Terbaru dari Philips Indonesia bersama di antaranya Bapak Jasper Westerink (General Manager, batik hijau) dan Ibu Sisca Suwitomo (foto: dok.pribadi)

Acara eksklusif yang hanya mengundang pihak media dan para blogger itu dimulai pukul 13.30 WIB, yang dibuka dengan sambutan dari General Manager Philips Personal Health Indonesia, Bapak Jasper Westerink, memperkenalkan blender dan mixer terbaru yang diciptakan khusus untuk pasar Indonesia. Bertepatan dengan jelang ulang tahun hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71, Philips Indonesia, perusahaan penyedia home appliances atau perabot rumah tangga nomor satu di dunia ini berkeinginan menghadirkan produk pengolah makanan sehat demi mendukung pola gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.

Baca lebih lanjut

Icip-Icip Kuliner Kompasiana di Thai Alley Pacific Place

Penggila kuliner termasuk saya berkesempatan diundang oleh komunitas Kompasianer Penggila Kuliner, disingkat KPK, untuk icip-icip masakan Thailand di Thai Alley, Pacific Place, Jakarta, pada hari Sabtu 5 Maret yang lalu. Acara yang dimulai jam 11 siang ini dipandu oleh mba Ambar Arum sebagai manajer marketing restoran Thai Alley.

Kumpul-Kumpul Kompasiana Penggila Kuliner di Thai Alley Pacific Place, Sabtu 5 Maret 2016 (foto: Rahab Ganendra).

Kumpul-Kumpul Kompasiana Penggila Kuliner di Thai Alley Pacific Place, Sabtu 5 Maret 2016 (foto: Rahab Ganendra).

Sebenarnya saya sudah beberapa kali mengikuti acara Kompasiana baik yang di Jakarta maupun di Surabaya, namun kalau acara KPK baru kali ini, nih, dan ternyata seru juga. Dulu zaman sebelum pindah ke Surabaya tahun 2013, biasanya acara kuliner yang saya ikuti yaitu acara icip-icip yang diselenggarakan OpenRice atau YukMakan. Kini ternyata sejak saya kembali ke Jakarta, komunitas penggila, atau penggiat, atau apa pun itu namanya yang berkaitan dengan kuliner, semakin ramai dan banyak saja. Salah satunya ya KPK ini. Sewaktu saya bertemu dengan para KPK hari Sabtu kemarin itu, beberapa di antaranya wajahnya saya kenali pernah ikut acara-acara serupa di zaman saya masih belum pindah ke Surabaya, dan sekarang bertemu lagi deh :).

Baca lebih lanjut