Arsip Kategori: keluarga

Kisah Ayah Pasca Opname Rumah Sakit: Pola Makan Sehat & Pisang Sunpride Setiap Hari

menu makanan sehat agar ayah cepat sembuh pasca opname. (foto: dokpri)

Terhitung sudah sebulan lamanya saya tidak meng-update isi blog saya. Sejak ayah sakit, saya memang lumayan pontang-panting mengurus beliau sembari mengurus rumah juga: ya belanja kebutuhan sehari-hari lah, ya masak lah, membersihkan isi rumah (kalau sempat), belum lagi saya juga tetap harus ‘isi dapur’ juga untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti bayar pulsa telepon.

Mengurus ayah itu termasuk menyiapkan makanan khusus untuk beliau, memandikannya dan membantunya buang hajat, mengganti bajunya, menemaninya menonton televisi dan mengaji, menggunting kukunya, mencukur kumisnya.. yah well intinya saya sudah seperti pengganti istri atau ibu baginya, he he.  Tentu saja saya mengerjakannya dengan senang hati, apalagi ayah tidak rewel orangnya, hanya saja… manja 😊.

Baca lebih lanjut

Iklan

Cerita Duka Saat Lebaran

Lebaran tahun ini lagi-lagi saya harus menghadapi sebuah kejadian yang tidak saya duga. Saya kira, lebaran tahun lalu akan menjadi lebaran terakhir kami dalam keadaan berduka. Tepatnya, seminggu sebelum lebaran Idul Fitri, ayah saya masuk rumah sakit mengalami hipoglikemia dan akibatnya menderita stroke ringan. Sehingga, kami pun merayakan lebaran Idul Fitri tahun lalu, yaitu tahun 2016, tanpa gegap gempita layaknya keluarga yang merayakan lebaran : bersilaturrahmi ke sanak saudara dan menyantap penganan khas lebaran a la Indonesia seperti opor ayam dan sambal goreng.

 

Untuk itu, dengan lebih berhati-hati saya memperhatikan pola hidup dan pola makan ayah saya. Saya tidak ingin kejadian lebaran tahun lalu kembali berulang, hanya gara-gara ayah terlalu lupa diri bahwa dirinya sedang berpuasa namun melakukan aktivitas fisik yang cukup berat, seperti memanjat dan menggergaji pohon. Sementara usia ayah saya sudah tidak muda lagi. Aktivitas berkebun yang amat disukainya dan menjadi hobi sejak belia. Selain itu ayah saya masih bandel, gemar menyantap makanan yang manis-manis dan berkadar kolesterol tinggi.

Baca lebih lanjut

Baju Koko Hadiah Lebaran untuk Ayah

Beberapa waktu yang lalu, saya menulis tentang keinginan saya menghadiahkan peralatan berkebun untuk ayah dengan mengikuti lomba blog elevenia. Tapi, nampaknya saya belum beruntung. Untungnya saya belum bilang apa-apa ke ayah, karena memang rencananya hadiah yang akan saya berikan itu harus berupa kejutan. Ya mosok hadiah pakai bilang-bilang 😉.

Awal Juni kemarin, tepatnya tanggal 6, ayah saya merayakan ulang tahun yang 77 tahun. Sudah manula banget yah, hi hi… tapi secara fisik, ayah saya tampak seperti masih berusia sekitar 50-60 tahunan. Itu juga kata orang-orang, loh. Kebetulan, tanggal 6 Juni bertepatan sekali dengan minggu pertama kami sekeluarga menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Baca lebih lanjut

Kampanye Bunda Tanggap Alergi di Jakarta Car Free Day 2017

Sewaktu kecil, saya kerap kali dilanda alergi biang keringat terutama saat suhu udara cenderung panas lembap. Kalau sudah terkena biang keringat (atau orang Jawa mengatakan keringet buntet), rasanya nggak enak banget. Pingin digaruk, tapi semakin digaruk semakin gatal dan malah menimbulkan luka.

Para narasumber dalam kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K di Car Free Day Jakarta, 9 April 2017: Ibu Anna Surti Ariani (tengah) dan Dokter Spesialis Anak Budi Setiabudiawan. (foto: dokpri)

Alergi lain yang saya alami adalah makan udang. Padahal dulu sekali saya bisa makan udang sampai 8 ekor yang ukurannya sebesar ibu jari, namun menginjak usia sembilan atau sepuluh tahun, entah kenapa badan saya jadi langsung bentol-bentol kalau makan udang sebanyak itu. Sampai sekarang saya juga tidak berani makan udang banyak-banyak, walaupun kata orang kalau sudah dewasa alergi tersebut akan berhenti.

Baca lebih lanjut

Hobi Berkebun Ayah

ayah saya hobi banget berkebun, termasuk memanjat pohon dan memotong batangnya seperti di foto. Sampai-sampai ia suka lupa waktu dan lupa umur. (foto: dokpri)

Di usia senjanya, ayah senang sekali berkebun. Hobi berkebun yang dilakoninya sejak muda ini tidak pernah alpa dari kesehariannya yang memang tidak bisa diam, meskipun baru sembuh dari sakit satu atau dua hari sesudahnya. Hobi berkebun ayah saya tidak tanggung-tanggung: memanjat pohon nangka atau pohon rambutan yang memang lumayan tinggi batangnya. Gara-gara memanjat itu pula ayah saya sempat masuk rumah sakit. Bukan karena terjatuh, tetapi karena ia sedang berpuasa dan kehabisan kadar glukosa berhubung terlalu banyak energi yang dikeluarkannya, padahal sudah jelas ayah sendiri tahu bahwa dirinya penderita diabetes.

Namun, yah… namanya juga penyuka kegiatan berkebun. Meski dilarang-larang tetap saja bandel utak-atik sana-sini tanaman-tanaman yang dirawatnya, walaupun ‘kadar memanjat’-nya sudah berkurang. Mau pohon mangga, pohon jambu, pohon nangka, pasti semua pohon berbatang tinggi yang ada di pekarangan rumah sudah pernah dipanjatnya. Tidak hanya memanjat pohon, ayah saya yang kelihatannya cuek beybeh ini ternyata juga suka menanam bunga, loh.

Baca lebih lanjut

Berawal dari Squishy, Membuka Bisnis Clothing Line

Lama tidak menulis di blog pribadi (nyaris satu bulan!), sekitar seminggu yang lalu saya mendapatkan undangan dari Blogger Crony untuk menghadiri private event peluncuran clothing line untuk wanita dewasa dan anak-anak. Berhubung acaranya dilaksanakan pada akhir pekan, dan kebetulan saya lagi kangen banget ikutan acara-acara yang terkait liputan serta nge-blog, maka saya memenuhi undangan tersebut.

Peluncuran Marcha and Aunty Clothing Line di Artotel Thamrin, Jakarta, 11 Maret 2017. (foto: dokpri)

Yang menarik, clothing line yang diberi nama brand Marcha and Aunty bukan dikerjakan oleh orang dewasa saja, melainkan juga seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang cantik dan kreatif. Dan, saya baru tahu, hobinya Marcha, anak perempuan ini, kurang lebih nggak jauh-jauh sama saya, yaitu bermain squishy! (Kalau saya lagi senang-senangya bermain slime, he he he…). Buat yang belum tahu apa itu squishy dan slime, keduanya merupakan jenis mainan yang sedang hip saat ini di kalangan anak-anak, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

Baca lebih lanjut

Cinta dan Keluarga di Film ‘Demi Cinta’

MNC Pictures semakin getol memproduksi dan menayangkan film-film layar lebar dalam berbagai genre sejak beberapa tahun belakangan. Satu lagi film yang mengawali tahun baru 2017 ditingkahi dengan gelak tawa penonton. Ya, film berjudul Demi Cinta dengan genre komedi ini untungnya dibintangi aktor-aktris kawakan seperti Tora Sudiro, Titi Kamal, Teuku Rifnu Wikana dan Barry Prima sehingga adegan dan dialog yang disampaikan pun terasa natural, dan tentunya mengundang tawa.

Film drama komedi Demi Cinta produksi MNC Pictures yang siap mengocok perut Anda sekeluarga, tayang di bioskop mulai 19 Januari 2017. (foto banner: FB Blogger Crony)

Film drama komedi Demi Cinta produksi MNC Pictures yang siap mengocok perut Anda sekeluarga, tayang di bioskop mulai 19 Januari 2017. (foto banner: FB Blogger Crony)

Adalah Masbin (Tora Sudiro) yang hidup berdua dalam keadaan pas-pasan dengan sepupunya yang baru memasuki kehidupan dewasa muda, Bagus (dimainkan dengan baik oleh Ricky Harun) di sebuah rumah susun di Jakarta. Bagus yang tampan namun polos mendambakan cinta Cempaka, tetangganya yang cantik dan bekerja sebagai sekretaris direksi. Masbin menasihati Bagus untuk segera mendapatkan pekerjaan setara manajer agar bisa menarik perhatian gadis pujaannya. Sayangnya, ijazah Bagus hanya sampai SMA, sehingga lamarannya selalu ditolak oleh berbagai perusahaan. Apalagi, posisi yang dia minta langsung manajer, seperti saran Masbin.

Baca lebih lanjut