Arsip Kategori: Jalan-Jalan

Menikmati Karya Seni Negeri Sendiri di Galeri Nasional Indonesia

Kenangan berfoto di depan National Gallery of London tahun 2010. Hampir setiap kali saya lewat bangunan ini, saya sempatkan untuk masuk ke dalam museum dan berkontemplasi mengamati lukisan-lukisan di dalamnya. (foto: dokpri)

Memasuki museum atau galeri seni dan menikmati lukisan-lukisan yang dipajang sambil berkontemplasi, merupakan aktivitas yang saya sukai semasa berkuliah di Prancis. Terlebih lagi sewaktu saya berkesempatan mengunjungi ibukota Britania Raya. Jika kebanyakan orang Indonesia mungkin lebih suka ke pusat perbelanjaan seperti Harrod’s atau mencoba berbagai atraksi hiburan, saya justru menyempatkan diri masuk ke National Gallery of London beberapa kali setiap kali melewati bangunan tersebut. Mengapa tidak, museum ini sama sekali tidak memungut biaya bagi pengunjungnya alias gratis! Setidaknya, itu yang saya alami pada sekitar tahun 2010 yang lalu. Jika di kota-kota di Prancis, memasuki museum masih dipungut biaya (hanya hari tertentu saja gratis bagi mahasiswa dalam rentang usia tertentu), termasuk Louvre, maka di galeri yang satu ini, yang letaknya persis satu lokasi dengan Trafalgar Square, saya tidak perlu mengeluarkan kocek.

Baca lebih lanjut

Iklan

Blogger Day 2017: Akankah Dunia Sosmed Bertahan?

Sebelumnya, saya mengenal Writers in Residence sebagai sebuah wadah bagi para penulis  yang sedang membutuhkan inspirasi dengan cara sharing ilmu dengan sesama penulis lainnya selama beberapa hari atau bulan, dan para penulis tersebut menginap di suatu tempat (bisa hotel atau vila) jauh dari hiruk-pikuk kota. Tujuannya supaya sang penulis bisa mendapatkan ilham baru untuk menulis dalam suasana yang kondusif, serta networking pastinya.

Acara Blogger Day 2017 dihadiri oleh 96 orang blogger dari seluruh Indonesia, berlangsung tanggal 18-19 Maret 2017 di Kampung Wisata Rumah Joglo, Bogor, Jawa Barat. (foto: dokpri)

Kini, kegiatan semacam itu juga dilakoni oleh para blogger, dan yang saya maksudkan di sini adalah blogger-blogger dari seluruh Indonesia dalam sebuah rangkaian acara yang sarat ilmu, disebut Blogger Day. Acara yang digelar dalam rangka menyambut ulang tahun komunitas Blogger Crony yang kedua ini mengumpulkan 96 orang blogger dari berbagai komunitas. Mulai dari Kompasiana, Asinan Blogger, Kumpulan Emak Blogger (atau disingkat KEB), Blogger Perempuan, sampai dengan anggota-anggota Blogger Crony sendiri.

Baca lebih lanjut

Pesona dan Wisata Queensland

Jika sebelumnya saya pernah menulis tentang Sydney, kali ini saya mengangkat negara bagian lain di benua Kanguru. Negara bagian yang beribukota di Brisbane ini terletak di sebelah timur laut Australia yang beriklim cerah sepanjang tahun. Berhubung cuacanya selalu bersahabat inilah Queensland dikenal dengan slogan “Where Australia shines“. Suhu rata-rata di sana berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celcius, bahkan bisa mencapai >35 derajat Celcius pada musim panas.

Brisbane, ibukota Queensland dengan pemandangan khas gedung bertingkat serta pantai untuk berselancar. (foto: dok.TEQ)

Brisbane, ibukota Queensland dengan pemandangan khas gedung bertingkat serta pantai untuk berselancar. (foto: dok.TEQ)

Negara bagian yang luasnya sekitar 4x pulau Sumatera ini (atau 1.852.642 km2) memiliki jumlah penduduk sebanya 4,7 juta jiwa saja. Hhhm… bandingkan dengan pulau Jawa di Indonesia ;). Brisbane sebagai ibukotanya memiliki jumlah penduduk terpadat sekitar 2,3 juta orang dibandingkan kota-kota tetangganya di Queensland, dengan luas daerahnya mencapai sekitar 15 ribu km2.

Baca lebih lanjut

Perlindungan Menyeluruh untuk Kesehatan Kulit Keluarga

Liburan akhir tahun sekeluarga dan berfoto bersama, merupakan rejeki dan karunia yang tak ternilai harganya. (foto: dokpri)

Liburan akhir tahun sekeluarga dan berfoto bersama, merupakan rejeki dan karunia yang tak ternilai harganya. (foto: dokpri)

Liburan akhir tahun baru kemarin memang tidak direncanakan bagi saya. Terlebih lagi saya baru kembali bekerja kantoran sejak awal Desember, dan status saya masih staf temporer. Jadi, ditepis dulu deh angan-angan untuk bisa jalan-jalan. Bujet saja tidak punya, namanya juga lima bulan jadi pengangguran, he he he…

Tapi, namanya rejeki itu memang datangnya tidak terduga ya. Tahu-tahu saja ibu tiri menawarkan saya untuk ikut serta pergi berlibur akhir tahun ke Bali. Awalnya hanya ayah kandung yang diajak, dan saya pikir tidak mengapa lah, biar ayah menikmati hari tuanya. Apalagi ayah sudah sekian lama tidak jalan-jalan ke Bali. Terakhir perjalanan ke Bali yang dilakukannya adalah sekitar jaman dua puluh tahun yang lalu, bahkan mungkin lebih, saat beliau masih muda dan aktif bekerja. Eh tahu-tahu saya dan kakak diajak juga, ya sudah siapa yang nggak nolak ;).

Baca lebih lanjut

Tanggal 25 Waktunya Belanja Online!

Buat para pekerja kantoran, tanggal 25 biasanya menjadi tanggal yang paling ditunggu-tunggu. Ya apalagi kalau bukan tanggal gajian 😉 selain biasanya mulai tanggal tersebut sampai akhir bulan toko-toko serta mal-mal menggelar diskon gede-gedean. Apalagi, menjelang akhir tahun begini, beberapa toko dan mal sudah menyiapkan ancang-ancang untuk membanting harga produk-produknya sampai 90% dari harga normal! Menggiurkan banget, ya.

Daripada macet di jalan dan berdesakan di mal, mending ikutan Festival Belanja Online ;) (foto: dok.pri)

Daripada macet di jalan dan berdesakan di mal, mending ikutan Festival Belanja Online 😉 (foto: dok.pri)

Kebayang dong, saking banyaknya barang yang dibeli dan begitu banyaknya orang yang berbelanja produk-produk diskon, pusat-pusat perbelanjaan pasti penuh sesak, dan jalanan menjadi macet luar biasa. Berbagai barang dan produk sudah mengantri untuk diborong para calon pembeli, mulai baju, kosmetik, barang elektronik, sampai kebutuhan rumah tangga selama sebulan ke depan.

Baca lebih lanjut

Ternate, Mutiara di Indonesia Timur

Dahulu, yang terngiang di telinga saya mendengar kata Ternate dari buku pelajaran sejarah sekolah adalah pulau indah penghasil cengkeh dan biji pala yang berhasil mengusir tentara Portugis dari bumi Indonesia.

Dan hingga kini, ingatan itu selalu terekam di kepala. Seberapakah indahnya pulau ini sehingga menggiurkan bangsa asing untuk menguasainya? Pulau kecil yang terletak di sebelah utara Laut Maluku ini seolah sulit dijangkau sehingga tidak menjadi tujuan wisata favorit oleh mayoritas penduduk Indonesia yang berdiam di pulau Jawa. Meskipun kini sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang menawarkan destinasi ke sana, baik melalui rute penerbangan langsung atau singgah di Makassar, namun keindahan yang tersembunyi di dalamnya seperti belum mampu menarik perhatian wisatawan.

Pemandangan kota Ternate dari dalam pesawat, sebelum mendarat. (foto: dok.pri)

Pemandangan kota Ternate dari dalam pesawat, sebelum mendarat. (foto: dok.pri)

Beruntung saya berkesempatan menyambangi pulau berpenduduk 190 ribu jiwa itu dalam rangka tugas dinas pertengahan Mei yang lalu, yang membukakan mata saya bahwa Indonesia memang begitu kaya dengan potensi sumber daya alamnya yang sangat indah. Dengan menempuh perjalanan selama total 3,5 jam dari Surabaya (saya berdomisili di Surabaya) dan transit di Makassar, saya tiba di pulau seluas 547,736 km2 yang didominasi pemandangan Gunung Gamalama dan pesisir pantai Laut Maluku yang biru jernih.

Baca lebih lanjut

Taman Pandang Istana, Taman Aspirasi Warga Jakarta dan Holcim Indonesia

Beberapa tahun belakangan, pilihan penduduk Jakarta untuk beraktivitas di akhir pekan semakin bervariasi. Jika dulu, kegiatan masyarakat kota Jakarta dibatasi di ruang-ruang tertutup seperti pusat perbelanjaan, bioskop dan arena bermain dalam ruangan yang sifatnya konsumtif, maka sekarang ini pilihan itu ditawarkan dalam bentuk aktivitas yang mendidik seperti kunjungan ke museum, car free day di sepanjang jalanan ibu kota, kegiatan lari pagi, kursus musik seperti biola dan gitar juga di taman-taman kota. Nah, kini selain taman-taman yang sudah ada dan ditata ulang kembali seperti Taman Suropati atau Taman Menteng, penduduk ibukota punya alternatif ruang hijau lainnya yang dibangun persis di depan gerbang Tugu Monas, Jakarta Pusat. Taman yang letaknya hanya sekitar 500 meter dari Museum Gajah, dan berseberangan persis dengan Gedung Istana Negara, disebut Taman Pandang Istana karena mata kita akan bertatapan langsung dengan gedung istana kepresidenan tersebut jika berdiri menghadap utara.

Taman Pandang Istana, disebut juga Taman Aspirasi untuk menampung aspirasi warga Jakarta. (foto: dok.pribadi)

Taman Pandang Istana, letaknya persis di seberang Istana Negara Jakarta dan di depan pintu gerbang Tugu Monas. (foto: dok.pribadi)

Baca lebih lanjut