Arsip Penulis: dinamars

Tentang dinamars

writer, blogger, loves travelling independently, thinker, adores arts & culture especially popular and classics...

Ramadhan Bersama Lazada: Peluncuran Seagate Hard Disk Drive Portable

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menyinggung sedikit tentang Seagate Hard Disk Drive Portable yang pernah diluncurkan oleh salah satu situs e-commerce terbesar di Indonesia. Nah, pada bulan Ramadhan tahun 2017 ini, atau tahun 1438 Hijriyah, Seagate Hard Disk Drive (HDD) Portable kembali diperkenalkan ke Indonesia, namun melalui situs e-commerce lainnya yaitu Lazada.

Ramadhan bersama Lazada & para blogger yang digelar 8 Juni 2017 di Plaza Agro Jakarta. (foto: dokpri)

Acara pengenalan Seagate HDD Portable yang diselenggarakan oleh Lazada ini juga dibarengi dengan bukber bareng para blogger yang diundang secara khusus dan terbatas 50 orang saja. Selain produk Seagate, sebenarnya ada lagi produk lainnya yang diperkenalkan oleh Lazada dalam acara bukber tanggal 8 Juni 2017 kemarin, namun dalam tulisan ini saya akan membahas lebih dalam mengenai Seagate HDD Portable.

Baca lebih lanjut

Baju Koko Hadiah Lebaran untuk Ayah

Beberapa waktu yang lalu, saya menulis tentang keinginan saya menghadiahkan peralatan berkebun untuk ayah dengan mengikuti lomba blog elevenia. Tapi, nampaknya saya belum beruntung. Untungnya saya belum bilang apa-apa ke ayah, karena memang rencananya hadiah yang akan saya berikan itu harus berupa kejutan. Ya mosok hadiah pakai bilang-bilang 😉.

Awal Juni kemarin, tepatnya tanggal 6, ayah saya merayakan ulang tahun yang 77 tahun. Sudah manula banget yah, hi hi… tapi secara fisik, ayah saya tampak seperti masih berusia sekitar 50-60 tahunan. Itu juga kata orang-orang, loh. Kebetulan, tanggal 6 Juni bertepatan sekali dengan minggu pertama kami sekeluarga menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Baca lebih lanjut

Tetap Aktif dan Sehat Selama Berpuasa Ramadhan Berkat Theragran-M

Bulan puasa Ramadhan bukan berarti lebih banyak berdiam di rumah. Meskipun status saya saat ini pengangguran 😃 (sambil mencari pekerjaan baru yang lebih baik lagi yah tentunya), saya justru lebih sering mengikuti banyak kegiatan outdoor yang berkaitan dengan dunia blogging.

Apalagi di bulan puasa, undangan dari berbagai produk maupun institusi untuk mengikuti acara mereka malah lebih sering ketimbang hari-hari biasa, nyaris setiap hari! Biasanya, acara untuk para netizen, blogger dan awak media juga diiringi dengan bukber bareng alias ifthar.

Bulan puasa, kegiatan ngeblog malah semakin padat. Salah satunya, diundang CGV menghadiri pembukaan cabang baru di Depok pada awal puasa kemarin. (foto: dokpri)

Alhamdulillah, rejeki memang selalu ada saja dari mengikuti berbagai acara untuk blogger. Tetapi, kadang kalau sudah lupa diri, tubuh baru terasa capeknya saat sudah mulai menampakkan gejala kelelahan. Entah itu meriang, tenggorokan perih dan nyeri, kepala agak kliyengan, badan pegal-pegal seperti habis menggotong barang berat… rasanya pingin rebahan aja di kasur. Padahal, seharusnya saya memang lebih tahu diri sih, kondisi fisik tubuh saat berpuasa tentunya akan berbeda dengan kondisi fisik tubuh di hari-hari biasa.

Baca lebih lanjut

Melirik Bisnis MLM Syariah di Indonesia : Kunjungan ke Markas K-Link

Bisnis Multi Level Marketing (atau disebut MLM) di Indonesia bukan lagi barang baru. Pertama kali diperkenalkan di dunia pada sekitar tahun 1920-an (ada juga yang bilang tahun 1930-an), bisnis MLM dianggap inovatif karena menguntungkan banyak pihak.

Tidak hanya produsen yang merasakan keuntungannya, namun juga konsumen dapat menikmati manfaat produk sekaligus manfaat finansial dalam bentuk insentif dan hadiah. Selain itu, bisnis MLM juga menghemat biaya pengeluaran untuk iklan karena yang bergerak mempromosikan produk-produknya secara langsung adalah para distributor dan konsumen itu sendiri.

Ilustrasi bisnis Multi Level Marketing atau MLM.

Bedanya MLM dengan Money Game

Kalau menurut Robert Kiyosaki, penulis buku-buku best seller tentang bisnis, pelaku bisnis MLM merupakan para profesional yang strategis karena sistem pemasaran berjenjang yang dianut. Artinya, pelanggan juga bisa menjadi distributor sekaligus tenaga pemasaran.

Baca lebih lanjut

Koperasi untuk Generasi Milenial

Kata koperasi mungkin sudah menjadi kata yang asing bagi generasi milenial, sebutan untuk generasi muda saat ini.

Pemahaman saya mengenai koperasi yang didapat dari buku-buku pelajaran sekolah masa kecil. (foto: sumberpengetahuan.com)

Padahal, sewaktu saya masih kecil, koperasi masih jadi kebanggaan orang Indonesia, loh. Setidaknya, di buku-buku pelajaran SD sampai SMA, pasti selalu ada pembahasan tentang koperasi sebagai alat peningkatan kesejahteraan yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia berkat sistem kekeluargaan dan gotong-royongnya. Selain itu, almarhumah ibu saya dulu termasuk yang aktif menjadi anggota koperasi, baik itu koperasi guru, maupun koperasi di kota kelahirannya, Pekalongan.

Baca lebih lanjut

Dysuria: Anyang-Anyangan yang Bikin Perih Bukan Kepalang

Pernah merasakan nyeri saat buang air kecil? Saya pernah mengalaminya dulu sewaktu terserang demam berdarah.

Rasanya… sudah pasti nggak karuan. Ingin pipis, tapi begitu ke toilet, haduh rasanya mau keluar air kencing saja nyeri banget (maaf). Dokter sempat mendiagnosa bahwa saya terkena infeksi saluran kemih.

pernah merasakan pingin bolak-balik ke toilet? (Photo credit: pexels)

Baca lebih lanjut

Workshop Menulis Moola (dan Tetek-Bengek Lainnya…)

Terhitung sudah satu bulan saya tidak meng-update isi blog pribadi saya di sini. Selain waktu itu saya masih bekerja kantoran dan pekerjaan sungguh menumpuk, plus saya juga double job mengerjakan terjemahan, disambung acara keluar kota bertubi-tubi mengikuti acara di Puncak, lanjut ke Indonesia Community Day di Jogja 2017 yang diselenggarakan Kompasiana, dan terakhir ke Bandung pada akhir Mei ini untuk menjadi pembicara sebagai alumni PPI Dunia di kampus Unpad, membuat saya nyaris melupakan blog pribadi saya. Selain itu, saya juga sedang membangun satu blog pribadi lagi dengan tematik traveling serta kuliner di travelkulinerdina.net.

Bersama para peserta workshop Moola.id, mengenal teman-teman baru dan menambah jejaring. (Photo Credit: twitter moola.id)

Walaupun begitu bukannya saya nggak nulis sama sekali. Saya tetap membuat artikel resensi film untuk Kompasiana (berhubung saya admin komunitas film di situ), dan saya juga diberi tugas mengerjakan ‘Tantangan Menulis 30 Hari’ dari workshop yang saya ikuti bersama Mbak Ollie Salsabila dan Teh Ligwina Hananto. Selain itu, mungkin karena saya terlalu idealis—maksudnya kalau nulis di blog pribadi ya gaya penulisan harus sesuai dengan ‘nafas’ idealisme saya, jadinya malah nggak nulis-nulis 😃. But here I am back since I become jobless for once again but still overwhelmed with so many activities until this early Ramadhan. Yah alhamdulillah, deh, jobless bukan berarti saya bengong, tapi malah makin sibuk. Semoga saja juga diikuti dengan rejeki yang membaik, he he… amin.

Baca lebih lanjut