Kenapa Vakum Nge-Blog…

banyak alasan yang membuat saya vakum dari dunia blogging… yah, walopun itu alasan klise, sih. (foto: pexels)

Sudah berbulan-bulan saya nggak nulis, termasuk nulis di blog. Kalau dilihat dari postingan terakhir di blog ini sih, berarti sudah hampir enam bulan saya enggak nulis. Sengaja? Enggak juga… Kehabisan ide? Justru banyak sekali yang ingin saya ceritakan. Tapi, (alasan klasik), nggak ada waktu, atau sudah keburu capek setelah pulang kantor. Selain itu, melihat pekerjaan saya yang sekarang, saya memang harus lebih berhati-hati lagi dalam menulis. Harus pilih-pilih waktu, kata, tema, nggak bisa lagi kayak jaman muda dulu (halah berasa tua :p) kalau lagi kesel sedih bahagia langsung ketak-ketik status atau bikin tulisan di blog. Harus lebih dewasa lah ;). Yang akhirnya malah nggak nulis-nulis, ha ha…

Alasan lainnya, sempat kecewa juga, karena salah satu tulisan saya di blog traveling, dijiplak habis-habisan. Saya pikir, haduh… udah capek-capek nulis, di-copy paste nggak pake bilang-bilang. Untungnya tulisan itu sebelum saya taruh di blog sudah sempat dimuat di majalah. Yah, alasan yang satu ini terlalu lebay sih, karena pasti bukan saya aja yang mengalami tulisannya dijiplak orang lain. Apalagi jika tulisan tersebut berpotensi mendatangkan traffic, sudah pasti rentan dijiplak. Tapi saya males juga berkoar-koar ke seluruh dunia tulisan saya dijiplak. Udah capek teriak mah, udah bukan masanya (halah, berasa tua lagi :p). Mendingan vakum aja dulu sebentar dan mikir untuk bikin tulisan yang lebih orisinal aja yang mo dijiplak pun bingung gimana caranya. Kalaupun mo nulis traveling, saya rasa lebih baik nulis untuk media cetak aja.

tulisan traveling saya yang dimuat di majalah Travel Expose dan saya taruh di blog traveling saya, dijiplak deh… (foto: dokpri)

Alasan lainnya, sekarang dunia per-blogging-an bagi saya sudah seperti membeli kacang goreng di pasar. Semakin banyak orang yang bikin blog, semakin dihargai dengan murah, terlepas tulisan itu bagus atau tidak, sesuai dengan kaidah penulisan atau enggak (saya sendiri sih juga bukan termasuk penulis yang selalu menulis dengan baik dan benar ya), tulisan itu bermakna atau tidak, berkesan atau enggak. Yang penting, gue nulis, gue dapet produk, atau gue dibayar.

Saya ngerti sih, saya juga sempat mengalami masa-masa itu, terutama sewaktu saya lagi nganggur dan nggak dapat kerja selama berbulan-bulan, padahal saya butuh banget uang untuk menghidupi saya dan ayah saya yang sedang sakit. Meskipun saya selalu berusaha membuat tulisan yang berbobot dan memberikan makna buat pembaca, tapi saya mengalami kejenuhan. Saya enggak mau terus-terusan begini. Menulis supaya dapet duit dan produk doang. Saya ingin menulis untuk kepuasan batin. Menulis berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan dari kehidupan sehari-hari. Menullis yang ‘kaya’.

sebelum ikut-ikutan heboh di dunia blog, saya sudah lama bergelut di dunia tulis media cetak. Ngerti banget deh kepuasannya kayak apa klo berhasil dimuat… (foto: pexels)

Duh… padahal dulu waktu per-blogging-an belum menjadi tren (dan blog masih menjadi barang langka), berasa sekali ‘seni’-nya menulis untuk media cetak. Seni bagaimana membuat tulisan yang sesuai dengan ‘nafas’ media cetak yang dituju. Misalkan untuk majalah A, belum tentu tulisan yang sama cocok untuk koran B. Dan, ketika tulisan itu dimuat, kepuasannya tak terhingga. Apalagi kalau bayarannya setimpal, he he… Artinya, karya saya dihargai. Jerih payah saya sesuai dengan yang dihasilkan.

Sayangnya sekarang semakin sedikit orang membaca tulisan media cetak. Media cetak juga banyak yang gulung tikar, walaupun banyak juga yang beralih menjadi media online. Saya sendiri juga merasakan sudah malas untuk membaca tulisan di media cetak. Apalagi dengan pekerjaan sekarang, kalau lagi penat hiburan saya ya paling baca-baca status medsos orang, ha ha ha.. (ketawa miris). Kalau baca tulisan media cetak itu rasanya perlu mikir lagi, males. Yah, walaupun akhir-akhir ini, berkat punya tablet, hobi membaca saya kembali lagi dengan membaca tulisan-tulisan di media daring alias online melalui si tablet pintar ini. Soalnya tangan saya sekarang kalau kelamaan pegang hengpon (maksudnya smartphone) suka nyeri-nyeri gitu. Jadi saya sekarang berusaha menjauhi hengpon, mo secanggih apapun si hengpon itu, tetep bagi saya lebih nyaman baca di tablet yang ukurannya lebih besar dan bisa dipangku (soalnya kalau baca buku sekarang cepet ngantuk :p).

Yah, segitu aja dulu sekelumit uneg-uneg dari saya tentang kenapa saya menghilang dari dunia per-blogging-an. Menulis buat saya tetap menjadi nafas yang memberikan kepuasan batin dan ketenangan jiwa. Selama vakum sih sebenarnya saya tetap menulis, tapi nulis bikin laporan mingguan dan untuk website kantor :p.

sekarang saya juga sudah males baca media cetak… lebih sering baca status orang di medsos: ya pesbuk, ya instagram. Kagak berpaedah banget yach, ha ha.. (foto: pexels)

Oya, alasan satu lagi: PC laptop saya ini udah mulai lemot banget kalau dipakai buat ngetik, nulis, browsing. Makanya hampir setiap aktivitas yang pakai akses internet saya pakai hengpon atau tablet, termasuk buat nonton Netflix. Paling PC laptop ini dipakai kalau lagi ada orderan terjemahan yang memerlukan layar lumayan lebar dan keyboard yang nyaman buat diketik. Yah do’akan semoga suatu hari saya bisa punya laptop yang awet dan tahan lama. Sekarang masih nyicil tablet dulu, he he he… Lumayan buat baca-baca e-book dari Google Book atau Amazon Kindle.

Well… selamat menyambut tahun baru dengan harapan-harapan dan semangat-semangat baru! ***

Iklan

2 thoughts on “Kenapa Vakum Nge-Blog…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.