Proyek MRT Jakarta Lebak Bulus: Master Plan Ditargetkan Selesai Maret 2018

Sebal dengan kemacetan jalan raya di sepanjang jalur Pondok Indah-Lebak Bulus? Sama, saya juga :p . Tapi yah, harap dimaklumi saja karena pengerjaan jalan layang dan jalur bawah tanah MRT sedang getol-getolnya dilakukan, demi mengejar target operasional mulai tahun 2019 nanti.

Sosialisasi pengembangan proyek MRT Lebak Bulus, Jakarta, 31 Oktober lalu yang dipandu langsung oleh Bapak William Sabandar selaku Direktur Utama. (foto: dokpri)

Hari Selasa kemarin, tepatnya tanggal 31 Oktober 2017, saya bersama keempat orang teman blogger lainnya, menghadiri sosialisasi terbaru terkait pembangunan MRT Jakarta di construction site-nya yang terletak persis di depan Poin Square Lebak Bulus. Acara sosialisasi ini sekaligus memberitahukan kepada rekan-rekan pers agar disampaikan kepada masyarakat umum bahwa box girder (semacam balok penyusun) terakhir telah dipasang di jalur layang MRT Jakarta. Hal ini menandai tersambungnya seluruh jalur layang dan jalur bawah tanah MRT yang membentang dari Bunderan HI ke Lebak Bulus. Box girder terakhir yang dipasang letaknya persis di seberang Rumah Sakit Siloam cabang Cilandak, Jakarta Selatan.

Acara sosialisasi yang dipandu Direktur Utama MRT Jakarta, Bapak William Sabandar dan Ibu Silvia Halim selaku Direktur Konstruksi dilanjutkan dengan kunjungan ke tempat konstruksi berlangsung di sekitar kawasan halte TJ Lebak Bulus. Menurut penuturan Bapak William, perkembangan konstruksi MRT Jakarta sampai dengan tanggal 25 Oktober 2017 kemarin telah selesai 83,07 persen yang tediri dari struktur layang 74,64 persen dan struktur bawah tanah 91,57 persen. Pak William dan Ibu Silvia menargetkan bahwa seluruh master plan akan selesai pada bulan Maret tahun depan, dengan fokus pengerjaan hingga pada target waktu tersebut adalah ke fisik konstruksi. Β Selain itu, peningkatan nilai kawasan, seperti kawasan sekitar Bundaran HI yang terhubung dengan berbagai jenis properti juga merupakan bagian dari master plan tersebut.

Pengangkatan box girder terakhir di dekat RS Siloam Cilandak menandakan telah tersambungnya seluruh jalur layang dan jalur bawah tanah MRT Jakarta. (foto: facebook MRT Jakarta)

Pembangunan jalan layang yang telah dipasangi box girder ini panjangnya 9810 meter yang strukturnya berupa viaduct (atau jembatan tersusun dari spans) dengan tiang-tiang kolom. Namun untuk total keseluruhan panjang jalur Lebak Bulus-Bundaran HI pada fase pertama adalah 16 kilometer, yang rencananya akan melayani 173.400 penumpang setiap hari. Sementara, fase kedua pembangunan yaitu jalur Bundaran HI- Kampung Bandan rencananya akan mulai dibangun pada bulan Oktober 2018.

Pada saat berlangsungnya kunjungan ke lokasi pembangunan MRT di Lebak Bulus, kami diperlihatkan pengerjaan yang sedang dilakukan di beberapa bangunan yang rencananya akan menjadi stasiun dan depo kereta. Ada empat pengerjaan yang dimaksud, yaitu pengerjaan struktur bangunan seperti menyelesaikan platform atau peron dan pembuatan roof atau atap pada peron, instalasi pusat pengendalian rel kereta, dan pemasangan power system ke semua stasiun.

Lokasi stasiun MRT Lebak Bulus nantinya akan terhubung dengan halte TJ, dan para penumpang yang membawa kendaraan pribadi seperti mobil atau motor dapat memarkirkan kendaraannya di kawasan Park & Ride yang akan dibangun di sekitar hipermarket Giant serta Carrefour. Yang jelas, seperti yang dituturkan Pak William, pembangunan kawasan Park & Ride ini dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Ditanya mengenai kesiapan terhadap kemungkinan terjadinya bencana, pihak MRT Jakarta, melalui penjelasan Ibu Silvi sudah membuat beberapa skenario terhadap empat kemungkinan bencana seperti banjir, gempa, listrik turun (power failure) dan kereta anjlok. Namun yang terpenting dari semua itu adalah kesiapan kita semua, mulai dari pengembang hingga penumpang, dalam menanggulangi bencana. Oleh sebab itu emergency exercise dengan berbagai pihak seperti polisi, ambulans dan disaster management agency akan dilakukan secara rutin.

Saat ini MRT Jakarta juga sedang mengadakan Ridership Survey dengan mengundang masyarakat umum untuk mengisi survey yang tertera pada laman facebook MRT Jakarta (atau dapat diakses pada halaman ini), untuk menentukan tarif tiket penumpang. Teman-teman juga dapat turut berpartisipasi mengisi survey tersebut dan berhadiah e-money card, loh. Lumayan, kan πŸ˜‰. ***

Iklan

2 thoughts on “Proyek MRT Jakarta Lebak Bulus: Master Plan Ditargetkan Selesai Maret 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s