Social Media, Anda Gunakan Untuk Apa?

Hari gini, siapa yang nggak kenal dengan dunia social media, atau socmed dalam berbagai platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan banyak lagi? Meskipun masih ada sebagian dari kita yang sama sekali tidak punya akun di salah satu dari banyaknya social media platform yang bertebaran di dunia maya, setidaknya mereka tahu apa socmed itu.

Sarah Sechan memutuskan menutup akun Instagram-nya demi menjaga privacy. (foto sumber: akun IG Sarah Sechan)

Misalkan saja salah satu selebriti Tanah Air Reza Rahadian yang katanya nggak punya akun medsos (bahasa Indonesia untuk social media), tapi dia pasti tahu apa itu Facebook, Twitter dan Instagram. Kebalikannya, Sarah Sechan, presenter ngetop yang dulunya sempat aktif di Instagram, kini memutuskan untuk menutup kedua akun socmed-nya tersebut dengan alasan ingin menjalani dan menikmati setiap momen dalam hidupnya tanpa gangguan dunia luar.

Sebenarnya, apa sih tujuan orang membuat akun di social media? Kalau saya pribadi, sejak pertama kali social media diciptakan (saya masih inget banget waktu masih jamannya Friendster), ya buat keren-kerenan, ha ha ha… Maklumlah, namanya juga gadis remaja yang sedang mencari perhatian dan ingin eksis, saya rajin mengunggah status, foto, rajin pula kepo-in orang  :D. Begitu pula ketika Facebook baru muncul dan mulai menggeser kedudukan Friendster, sampai-sampai curahan isi hati seperti rasa marah, rasa jatuh cinta, rasa sebal terhadap siapa saja saya umbar di medsos yang identik dengan warna biru tersebut.

masih inget friendster, platform pertama media sosial yang sangat booming digunakan kawula muda awal tahun 2000-an? (foto sumber: pinterest.com)

Sekarang, jujur saja saya sudah malas pamer suasana isi hati di medsos, dan lebih sering menggunakan akun Facebook, Twitter mapun Instagram untuk keperluan branding berkaitan dengan kegiatan blogging saya. Entah kenapa, kini makin banyak teman di dunia maya yang terdapat di akun-akun socmed saya tersebut, justru saya semakin berhati-hati menggunakannya. Mungkin karena faktor U juga ya, alias usia, hi hi hi…

Kalau menurut wartawan Tempo, Anton Septian, perbedaan media sosial-kepanjangan dari medsos-dengan media konvensional adalah pada narasumbernya yang menyampaikan informasi secara langsung kepada publik tanpa melalui media massa. Yah, bayangkan dulu waktu zaman medsos belum ada, agar tulisan kita bisa dimuat di media massa, nggak bisa sembarangan nulis. Mesti latihan dan terus latihan menulis. Selain itu, agar dapat dimuat di media massa, si penulis juga harus mengetahui dengan baik gaya bahasa yang digunakan di media massa (koran, majalah, tabloid) yang diincarnya, serta pangsa pasar pembacanya.

Jadi memang perlu waktu lama agar informasi tersebut bisa segera sampai ke publik ketika media sosial belum ada. Berbeda dengan zaman sekarang, tinggal tulis saja di akun twitter, Instagram, atau facebook-mu, informasi apa saja, mau yang kontroversial ataupun biasa-biasa saja. Lalu… voilà! Informasi tersebut akan dibaca oleh orang-orang yang ada dalam jaringan pertemananmu, dan tulisanmu itu secara instan akan mendapatkan komentar atau sekadar jempol. Tapi, artinya siap-siap juga statusmu menerima celaan dari orang-orang yang tidak setuju.

Salah satu fungsi media sosial adalah membentuk opini publik. Contohnya pada masa pilkada gubernur DKI Jakarta, Ahok-Djarot & Anies-Sandy. (foto sumber: majalah Tempo)

Tujuan lainnya dari keberadaan sosial media, masih menurut Anton Septian, adalah untuk:

  1. Berinteraksi dengan audiens sehingga membentuk opini publik

  2. Live report atau reportase atas suatu peristiwa / kejadian secara langsung dari TKP

  3. Promosi produk

Nah, kalau tujuan nomor 1 dan 2 rata-rata digunakan oleh pengguna media sosial pada umumnya, bisa warga biasa, wartawan, public figure, atau bisa juga blogger seperti saya. Sementara, tujuan nomor 3 biasanya dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis, merchant, toko-toko atau brand agar produknya semakin dikenal, meskipun tidak menutup kemungkinan mereka juga memanfaatkan tujuan nomor 1.

Buat teman-teman yang ingin mempelajari lebih jauh bagaimana memanfaatkan sosial media untuk tujuan promosi produk, Anda bisa mempelajarinya melalui Kursus Digital Marketing di Dumet School. Sekolah yang satu ini bukan semacam sekolah formal, tetapi lembaga kursus yang kegiatan belajar-mengajarnya dilakukan melalui tatap muka langsung dengan seorang tutor.

Lokasi DUMET School yang bisa Anda pilih untuk mempelajari ilmu Digital Marketing, atau ilmu-ilmu lainnya yang berkaitan dengan dunia internet. (foto sumber: website Dumet School)

Asyiknya belajar di Dumet School ini, Anda bisa memilih mau belajar di salah satu dari lima lokasi yang tersebar di Jakarta: Kelapa Gading, Srengseng, Grogol, Tebet dan Depok. Jam belajar kursusnya pun fleksibel disesuaikan dengan jadwal Anda, dan tidak ada jumlah minimal murid. Artinya meskipun satu kelas baru ada satu orang murid, kursus bisa langsung dimulai, loh! Pun tidak ada jangka waktunya, meskipun secara normalnya kursus berjalan selama 1 hingga 3 bulan, tapi Anda bisa belajar sampai sampai Anda mahir!

Manfaat belajar Digital Marketing di Dumet School. (foto sumber: website Dumet School)

Khusus untuk kelas Digital Marketing di Dumet School, ada 7 modul yang akan Anda pelajari yaitu:

  1. Cara membuat website instan dengan menggunakan platform WordPress

  2. Mengetahui dan meningkatkan ranking website melalui penguasaan SEO

  3. Beriklan di facebook dan instagram

  4. Beriklan di youtube

  5. E-mail marketing

  6. Membuat halaman landing page untuk promosi produk di website

Modul-modul yang akan Anda pelajari untuk Kursus Digital Marketing di Dumet School serta biayanya. (foto sumber: website Dumet School)

Bagaimana dengan biayanya? Tergantung jumlah modul yang ingin Anda pelajari, ada modul Premium, Pro dan Ultimate mulai dari 5,5 juta hingga 8,5 juta rupiah.

Kursus-kursus lainnya yang ditawarkan di Dumet School berkaitan dengan dunia internet. (foto sumber: website Dumet School)

Informasi lebih lanjut mengenai Kursus Digital Marketing di Dumet School bisa Anda kunjungi di website www.dumetschool.com. Selain kelas Digital Marketing, pilihan kursus lainnya di Dumet School ada kelas Webmaster, kelas Graphic Design, kelas Web Programming dan kelas Web Design.

Kalau masih ragu atau bingung kursus mana yang kira-kira cocok dengan kebutuhan Anda, Anda bisa coba trial class-nya dulu dengan mengirimkan e-mail ke info@dumetschool.com atau telepon ke (021) 2941 11 88.

 

Oya, selesai kursus Digital Marketing di Dumet School, Anda akan mendapatkan sertifikat yang telah diakui oleh Diknas. Jadi, Anda bisa menggunakannya untuk melamar pekerjaan atau menambah nilai CV Anda 😉.

So, Anda menggunakan akun social media Anda untuk apa? ***

Iklan

8 thoughts on “Social Media, Anda Gunakan Untuk Apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s