Tamansari Cyber : The Next Silicon Valley?

Mendengar kata Silicon Valley, maka saya langsung teringat dengan Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan sebuah kawasan di negara bagian California, Amerika Serikat, yang dilengkapi dengan fasilitas serba tech-savvy. Maksudnya tech-savvy, menggunakan teknologi tingkat tinggi sehingga memudahkan pelaksanaan aktivitas sehari-hari. Baik aktivitas profesional, maupun pribadi.

Silicon Valley yang terletak di negara bagian California, Amerika Serikat. (foto: flavorwire.wordpress.com)

 

Dalam bayangan saya, di Silicon Valley ini semua perabotan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang membuat penghuninya tidak usah lagi repot-repot berpindah tempat untuk mengerjakan kegiatan apa pun. Misalkan, mau nonton film di televisi, terus tahu-tahu lapar dan pingin masak indomie, tinggal pencet tombol remote control saja, nggak perlu ke dapur. Atau lebih ekstrim lagi, seperti di film Iron Man, tinggal panggil Jarvis saja dan Jarvis yang akan mengerjakan semua urusan remeh-temeh. Konon si Mark pencipta Facebook itu juga sudah memulai pembuatan robot ala ala Jarvis, meskipun belum sempurna seperti di filmnya.Kira-kira Indonesia bisa mengguncang dunia dengan kecanggihan teknologi seperti Silicon Valley yaΒ ?

Ilustrasi pemanfaatan teknologi di rumah: makan indomie tinggal perintah si robot jarvis saja deh πŸ˜€ (foto ilustrasi: dokpri)

Smart Home v.s. Cyber Home

ada koq, tepatnya sedang dibangun sebuah kawasan yang memanfaatkan fasilitas teknologi canggih di sekitar kota Bogor yang nantinya akan dibuat mirip-mirip seperti Silicon Valley. Kawasan ini bernama Tamansari Cyber, berupa kompleks perumahan berkonsep cyber home yang menggunakan teknologi fiber optic atau serat optik. Teknologi ini biasa digunakan untuk mentransmisikan data, terutama yang ada kaitannya dengan data internet. Kelebihannya dibandingkan kabel biasa, data yang ditransmisikan melalui serat optik sifatnya lebih stabil, lebih akurat dan lebih cepat hingga mencapai 100 Megabytes per detik (atau 100 Mbps)! Untuk itu, Tamansari Cyber bermitra dengan Powertel, perusahaan penyedia mega fiber optic.

teknologi serat optik yang bisa mentransmisikan data secara cepat,stabil dan akurat dengan kecepatan 100 Mbps. (foto sumber: wikipedia.org)

Saya sendiri pernah merasakan sewaktu beberapa tahun yang lalu di rumah masih berlangganan paket tivi kabel sekaligus home internet dengan teknologi serat optik dan kecepatan 100 Mpbs ini. Bermanfaat sekali untuk mengakses data yang berat seperti mengunduh video dari Youtube, video streaming, atau utak-atik website ketika sedang getol-getolnya belajar internet marketing.

Tapi, kecepatan akses cyber home di Tamansari Cyber lebih gila lagi! Kapasitas bandwidth internetnya mencapai 1 Gigabytes per detik, dan katanya akan ditambah menjadi 10 Gbps! Itu berarti menonton video streaming atau video Youtube, mengunduh dokumen-dokumen berkapasitas besar bakalan lancar jaya bebas hambatan dalam hitungan sepersekian detik. Tinggal klik, lalu sudah jadi deh donlotannya. Sekali klik, bisa nonton beberapa video streaming sekaligus: ya siaran televisi, ya siaran olahraga, ya nonton film. Asal nggak pusing aja nonton banyak program acara berbarengan πŸ˜€ .

Sebenarnya, ada perbedaan mendasar antara paket tivi kabel dan internet yang biasanya ditawarkan perusahaan-perusahaan telekomunikasi, dengan kawasan berbasis teknologi a la Tamansari Cyber. Dengan kata lain, kalau paket tivi kabel + internet dalam sebuah rumah atau kantor disebut smart home, maka paket yang ditawarkan Tamansari Cyber memiliki konsep cyber home.

 

Perumahan Tamansari Cyber: Hunian Yang Mendukung Aktivitas Digital

Tamansari Cyber ini dibangun di atas tanah seluas 13 hektar yang terletak di kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan. Sebuah lokasi yang jauh dari kemacetan dan menawarkan pemandangan yang masih asri di kaki Gunung Salak, namun bukan berarti menghalangi kecepatan akses data internet. Perumahan Tamansari Cyber menggandeng PT Wika Realty sebagai developer terkemuka di bidang property, jadi pembuatan bangunannya pun sudah pasti dijamin bermutu dan tidak asal-asalan.

Perumahan Tamansari Cyber dibangun dengan mengusung semangat serta prinsip ekonomi digital, artinya rumah harus berkonsep digital serta produktif membangun kegiatan perekonomian. Jadi, di Tamansari Cyber ini nantinya bakalan menjadi tempat berkumpulnya para pakar teknologi informasi yang akan menjadi mentor para penghuni perumahan dalam berbisnis, bekerja dan belajar memanfaatkan teknologi internet.

Perumahan Tamansari Cyber terletak di kaki Gunung Salak. (foto: website Cyberhome.web.id)

Ada dua tipe rumah yang ditawarkan Tamansari Cyber dengan total jumlah rumah sebanyak 331 unit:

  1. Tipe Homepage

Luas bangunan: 75 m2

Luas tanah: 120 m2

Isi: 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, 2 ruang tamu, 1 dapur, 1 garasi

Harga per unit: Rp 1,2 miliar

 

  1. Tipe Bandwidth

Luas bangunan: 60 m2

Luas tanah: 105 m2

Isi: 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 2 ruang tamu, 1 dapur, 1 garasi

Harga per unit: Rp 1 miliar

 

Fasilitas yang diberikan kepada penghuni Tamansari Cyber juga nggak tanggung-tanggung, seperti sistem keamanan otomatis yang terintegrasi dengan setiap rumah selain adanya satpam jaga 24 jam. Selain itu, ada jalur khusus pejalan kaki dan jalur untuk penghuni yang senang naik sepeda.

Fasilitas yang diberikan bagi para penghuni Tamansari Cyber. (foto sumber: website cyberhome.web.id)

Keputusan Bekerja dari Rumah

Wah, andai saya berkesempatan tinggal dan punya kavling rumah di sana, saya akan mengambil rumah tipe bandwidth. Jumlah kamarnya pas banget untuk saya, kakak laki-laki saya yang belum menikah, dan untuk saya. Dari rumah, saya bisa mengembangkan hobi dan pekerjaan saya sebagai penulis dan penerjemah yang pastinya membutuhkan akses ke internet untuk browsing referensi untuk tulisan-tulisan yang saya buat sekaligus mengakses kamus online.

Denah bangunan rumah tipe bandwidth dengan 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, dan 2 ruang tamu. Cocok banget untuk tempat tinggal ayah saya, kakak dan saya sendiri dalam satu rumah. (foto sumber: website cyberhome.web.id)

Terutama di saat-saat seperti ini ketika ayah saya sedang sakit. Untuk sementara waktu, saya memutuskan bekerja dari rumah sambil merawat dan memantau perkembangan kesehatan ayah. Memang berat rasanya jika tidak bekerja kantoran karena saya perlu aktualisasi diri mumpung masih single dan belum memiliki tanggungan. Akan tetapi, musibah yang menimpa membuat saya tidak bisa bersikap egois. Saya harus tetap produktif sambil merawat ayah.

Berkat kecanggihan teknologi, saya mempunyai peluang lebih besar untuk bisa menghasilkan sesuatu tanpa perlu keluar rumah setiap hari. Ketimbang menghadapi stresnya kemacetan ibukota, bekerja dari rumah akan membuat waktu saya lebih efektif dan aktivitas saya lebih produktif.

Tamansari Cyber Residence, akan menjadi the next Silicon Valley?

Bayangkan jika setiap orang di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta, mempunyai waktu efektif dan dapat beraktivitas lebih produktif. Indonesia mungkin akan menjadi negara yang selangkah lebih maju. Ayo kita guncangkan dunia dengan produktivitas kita! Belajar dan bekerja dari rumah, mengapa tidak? ***

 photo tamansaricyberhome_zpsu35phq4k.jpg

Iklan

8 thoughts on “Tamansari Cyber : The Next Silicon Valley?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s