Melirik Bisnis MLM Syariah di Indonesia : Kunjungan ke Markas K-Link

Bisnis Multi Level Marketing (atau disebut MLM) di Indonesia bukan lagi barang baru. Pertama kali diperkenalkan di dunia pada sekitar tahun 1920-an (ada juga yang bilang tahun 1930-an), bisnis MLM dianggap inovatif karena menguntungkan banyak pihak.

Tidak hanya produsen yang merasakan keuntungannya, namun juga konsumen dapat menikmati manfaat produk sekaligus manfaat finansial dalam bentuk insentif dan hadiah. Selain itu, bisnis MLM juga menghemat biaya pengeluaran untuk iklan karena yang bergerak mempromosikan produk-produknya secara langsung adalah para distributor dan konsumen itu sendiri.

Ilustrasi bisnis Multi Level Marketing atau MLM.

Bedanya MLM dengan Money Game

Kalau menurut Robert Kiyosaki, penulis buku-buku best seller tentang bisnis, pelaku bisnis MLM merupakan para profesional yang strategis karena sistem pemasaran berjenjang yang dianut. Artinya, pelanggan juga bisa menjadi distributor sekaligus tenaga pemasaran.

Sayangnya, banyak yang bilang bisnis MLM itu bisnis yang rentan penipuan, karena upliner bisa memperoleh keuntungan lebih banyak ketimbang downliner tanpa perlu bekerja keras. Upliner itu sebutan untuk si perekrut, sedangkan downliner adalah istilah untuk anggota yang baru direkrut menjadi tenaga pemasar baru. Misalkan jika si downliner berhasil menjual produk sebanyak Rp 100.000,-, maka si upliner akan mendapat bonus lebih banyak lagi.

image created by Dina with Microsoft Paint

Ini yang disebut money game. Majelis Ulama Indonesia (atau MUI) sendiri pernah mengeluarkan definisi mengenai money game, yaitu kegiatan menggandakan uang yang pada prakteknya pemberian bonus atau komisi yang diambil dari penambahan atau perekrutan anggota baru, dan bukan dari penjualan produk.

Saya sendiri juga pernah sih iseng ikut-ikutan bisnis MLM. Tapi berhubung saya nggak berbakat di bidang jual-menjual, maka kebanyakan saya menikmati produk tersebut untuk diri sendiri saja. Selain itu, malas juga rasanya kalau upliner selalu akan mendapatkan bonus lebih banyak daripada downliner-nya.

Anyway, kalau saya baca di internet ada perbedaan signifikan antara MLM dengan Money Game:

ilustrasi sumber: website okawirasatha.com

  • MLM terdaftar pada APLI dan WFDSA

APLI, singkatan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia merupakan institusi yang bertugas mengawasi dan mengontrol bisnis MLM di Indonesia. Di tingkat internasional, ada yang namanya WFDSA, singkatan dari World Federation of Direct Selling Association. APLI telah menjadi bagian dari Kamar Dagang Indonesia, dan keberadaannya juga telah diakui oleh WFDSA.

  • Biaya pendaftaran keanggotaan

Untuk mendaftar program MLM, calon anggota hanya perlu membayar biaya keanggotaan dengan jumlah relatif kecil untuk mendapatkan starter kit, katalog dan contoh produk.  Sementara bisnis money game, biaya keanggotaan yang dibebankan bisa sampai berjuta-juta.

  1. Kejelasan produk

MLM mempunyai produk yang jelas dan mudah didapatkan dengan harga rasional serta kualitas terjamin, sedangkan bisnis money game produknya tidak ada. Kalau pun ada, produk yang dijual bisnis money game biasanya susah didapatkan dan harganya tidak rasional.

 

Bisnis MLM Syariah, Apa Saja Syaratnya?

Apa saja syarat sebuah bisnis MLM bisa dikatakan syariah? (foto sumber: mysharing.co)

Namun, tetap ada kekuatiran bagi mereka yang menjalankan bisnis MLM tetapi tidak sesuai syariat Islam karena rentan unsur money game tersebut. Oleh karena itu, Dewan Syariah Nasional MUI mengeluarkan fatwa no.75 tahun 2009 tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (disingkat PLBS). Fatwa tersebut menyatakan bahwa ada 12 aturan yang harus dipenuhi oleh sebuah bisnis agar dikatakan sah menjadi bisnis MLM yang sesuai dengan syariat Islam. Selain memenuhi 12 aturan, bisnis MLM tersebut juga harus mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh MUI.

Di bawah ini 12 aturan yang harus dipenuhi oleh sebuah bisnis MLM agar dikatakan sah dan memenuhi syariat Islam:

  1. Terdapat barang atau jasa yang riil/nyata

  2. Barang atau jasa yang diperdagangkan bukan barang haram, dan bukan digunakan untuk sesuatu yang haram

  3. Tidak ada kenaikan harga berlebihan yang dapat merugikan konsumen dan tidak setara dengan kualitas barang/jasa tersebut

  4. Komisi yang diberikan, baik jumlah maupun bentuknya, harus sesuai dengan prestasi kerja

  5. Bonus yang diberikan jumlahnya harus jelas sesuai akad target penjualan yang ditetapkan perusahaan

  6. Transaksi tidak mengandung unsur gharar, riba’, maksiat dan sejenisnya

  7. Tidak boleh ada komisi/bonus pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan produk

  8. Pemberian komisi atau bonus tidak menimbulkan ighra’ (iming-iming atau janji manis berlebihan)

  9. Pembagian bonus harus adil antara upliner dengan downliner

  10. Sistem penghargaan, perekrutan dan acara seremonial tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan akidah dan Syariah

  11. Setiap mitra usaha wajib membina dan mengawasi anggota yang direkrutnya

  12. Tidak ada unsur money game

foto sumber: blogspot nasyanotes

Di Indonesia, baru ada 65 perusahaan MLM saja yang telah mendapat sertifikasi halal dari MUI sebagai bisnis MLM Syariah. Dan salah satunya yang akan saya bahas di sini adalah perusahaan MLM asal Malaysia, K-Link, yang telah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI sejak tahun 2010.

Festival Ramadhan K-Link di Jakarta

Di tahun 1438 Hijriyah ini, K-Link cabang Indonesia mengajak para netizen dan wartawan untuk mengikuti acara Festival Ramadhan yang diselenggarakan di markasnya K-Link di Jakarta, tepatnya di Jl. Gatot Soebroto.

gambar sumber: dikirim oleh MB Communication

Berlangsung pada hari Rabu, 6 Juni 2017 yang lalu, acara K-Link Ramadhan Festival dimulai sejak jam 2 siang, yang diisi dengan berbagai acara menarik dan bermanfaat. Dibuka dengan iringan musik akustik dari band reliji Varsity, demo masak dan tutorial hijab, dilanjutkan dengan tur berkeliling markas K-Link, talkshow dan berakhir dengan acara buka puasa bersama.

Penampilan akustik grup band reliji Varsity di acara K-Link Ramadhan Festival 2017. (foto: dokpri)

Band reliji Varsity bukan semacam grup nasyid, tapi beneran grup musik yang menggunakan alat musik seperti gitar dan keyboard yang mengiringi mereka bernyanyi, tapi tidak ada lagu-lagu bertemakan kisah-kasih muda-mudi yang galau. Band ini beranggotakan lima orang personil: Aw (Vocal), Ang (Gitar), Bemby  (Bass), Alem (Drum) dan Ryan (Keyboard), dan telah berdiri sejak tahun 2015.

Makanan hasil demo masak K-Link seperti mushroom cream soup dan chicken casiu menggunakan bahan-bahan berkualitas dari K-Link seperti minyak zaitun. (foto: dokpri)

Demo masak mempersembahkan penganan untuk berbuka puasa dan sahur seperti chicken casiu, sup krim jamur (mushroom soup) dan banana butter pudding. Dalam memasak dan menyajikan hidangan, chef Riani menggunakan bahan-bahan dan peralatan yang disediakan oleh K-Link, seperti minyak zaitun Extra Virgin Olive Oil by Desert Miracle, madu yang dicampur ekstrak buah K-Honey 5 in 1, dan wadah tahan panas Glasslock.

Setelah demo masak, ada pula demo tutorial hijab yang menghadirkan tips praktis menggunakan kerudung hijab yang simpel dalam waktu tiga menit. Oya, sebelum demo tutorial hijab, para netizen dan awak media digiring melihat-lihat ‘dapur rahasia’-nya K-Link:

  1. mulai dari tokonya yang disebut K-Mart, ruang konsultasi dengan para ahli nutrisi dan gizi dalam menggunakan produk-produk K-Link sesuai dengan dosis yang tepat,

    K-Mart, supermarket tempat menjual semua produk K-Link di Jl.Gatot Soebroto, Jakarta. (foto: dokpri)

 

2. lalu menuju ke bagian rooftop atau ruangan outdoor yang asri dan nyaman tempat para anggota bisa bertatap muka dengan para upliner

Salah satu kafe yang terletak di rooftop gedung K-Link, cozy banget buat kongkow-kongkow dengan para member K-Link. (foto: dokpri)

3. K-Link ternyata juga punya salon kecantikan, loh, khusus buat para ladies alias cewek-cewek yang ingin tampil tidak sekadar cantik tapi sehat menggunakan produk-produk kecantikan dari K-Link. Untuk itu K-Link membentuk sebuah komunitas khusus bagi para anggota wanita yaitu Ladies Beauty Club (LBC) yang dibentuk sejak tahun 2013.

 

 

Prinsip Bisnis MLM Syariah a la K-Link

Talkshow K-Link Ramadhan Festival dengan President Director K-Link Indonesia, Dato’ Radzi bin Saleh (ketiga dari kanan), para top member yang sukses dan perwakilan dari Dewan Pengawas Syariah Indonesia. (foto: dokpri)

beberapa produk dari goodie bag yang saya dapatkan dari acara K-Link Ramadhan Festival dan saya konsumsi selama bulan puasa. (foto: dokpri)

Acara inti yaitu talkshow dengan President Director K-Link Indonesia, Dato’ Dr. H. Md. Radzi bin Saleh,  ditemani oleh 3 orang top leader K-Link serta perwakilan dari Dewan Pengawas Syari’ah. Dalam talkshow ini, Dato’ Radzi menjelaskan bahwa semua produk yang dijual K-Link adalah produk halal yang mempunyai nilai utilitas atau manfaat. Kalau pun ditemukan salah satu atau beberapa produk K-Link yang belum mendapat sertifikasi halal dari MUI, itu lebih disebabkan oleh masalah regulasi di Indonesia yang agak ribet prosesnya. Padahal, di luar negeri semua produk K-Link sudah mendapat sertifikasi halal.

Selain itu, dalam marketing plan K-Link tidak ada yang namanya real passive income dan eksploitasi dari upline ke downline seperti yang terdapat pada bisnis money game. Dato’ Radzi lebih mengutamakan prinsip kebersamaan di antara sesama anggota K-Link sehingga hubungan antaranggota menjadi sangat kuat seperti sebuah keluarga besar. Yang lebih istimewa lagi, setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kursus bisnis dan kepribadian, sehingga jualan tidak sekadar berjualan, tapi juga harus punya konsep yang matang serta pribadi yang menarik.

Berkat kerja keras dan jerih payah Dato’ Radzi dan para anggotanya, K-Link kini menjadi bisnis MLM Syariah nomor satu di Indonesia. Hal ini juga didukung oleh prinsip Dato’ Radzi dalam menjalani apa pun tidak boleh ada keraguan, apalagi dalam berbisnis. “Kalau ragu lebih baik tinggalkan”, katanya. Dan, beliau meyakini bahwa 9 dari 10 pintu rejeki yang dianjurkan dalam Islam adalah melalui perniagaan.

Saya rutin mengkonsumsi K-Chlorophyll setelah makan sahur untuk menjaga daya tahan tubuh dan energi. (foto: dokpri)

Saat ini sih saya sedang mencoba mengkonsumsi salah satu produk K-Link, yaitu K-Liquid Chlorophyll yang katanya paling digemari masyarakat karena manfaatnya yang sudah terbukti manjur untuk kesehatan. Kebetulan, saya dan para hadirin yang datang mendapat goodie bag berisi beberapa produk K-Link, termasuk K-Liquid Chlorophyll tersebut. Saya coba mengkonsumsi secara rutin setelah makan sahur agar daya tahan tubuh meningkat selama berpuasa, apalagi undangan bukber yang saya datangi setiap hari membuat tubuh saya pernah mengalami kelelahan sangat. Maklum ya rumah jauh banget di ujung dunia, he he..

Selain si klorofil, saya juga coba mengkonsumsi produk K-Honey 5 in 1 yang rasanya asem pahit manis. Semoga saja saya tetap bisa berpuasa dengan lancar sampai Idul Fitri ya (kecuali pas hari-hari datang bulan lah tentunya 😉 ). Terima kasih, K-Link, untuk produk-produknya yang bermanfaat!***

Iklan

2 thoughts on “Melirik Bisnis MLM Syariah di Indonesia : Kunjungan ke Markas K-Link

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s