Dysuria: Anyang-Anyangan yang Bikin Perih Bukan Kepalang

Pernah merasakan nyeri saat buang air kecil? Saya pernah mengalaminya dulu sewaktu terserang demam berdarah.

Rasanya… sudah pasti nggak karuan. Ingin pipis, tapi begitu ke toilet, haduh rasanya mau keluar air kencing saja nyeri banget (maaf). Dokter sempat mendiagnosa bahwa saya terkena infeksi saluran kemih.

pernah merasakan pingin bolak-balik ke toilet? (Photo credit: pexels)

Cerita Buang Air Kecil

Pernah merasa pingin bolak-balik toilet untuk buang air kecil? Saya juga. Hati-hati, siapa tahu kita terkena infeksi saluran kemih. (Photo Credit: pexels)

Ini memang tidak lain karena kebiasaan jelek saya menahan pipis, terutama saat berada di perjalanan. Maklum ya, di Jakarta, mau ke mana-mana bahkan dengan moda kendaraan tercepat sekali pun, akibat macet dan stres di jalan, belum-belum sudah kepingin pipis. Apalagi, saya ini orangnya béséran, terutama saat habis makan besar. Bukan karena makannya sih, tapi karena minum saya juga banyak setelah menyantap makan besar. Meskipun ada dokter yang pernah bilang bahwa saya ini kurang minum, tapi tetap saja kalau makan, saya tidak bisa lepas dari minum, dan harus banyak. Setidaknya satu gelas air putih takaran sedang, bahkan lebih mantap lagi gelas besar. Kalau tidak begitu, biasanya saya cegukan. Ha ha.. jadi cewek memang repot ya? 😃

saya terbiasa minum banyak-banyak air putih setelah makan besar. Apalagi pada bulan puasa, saat sesudah makan sahur saya akan minum lebih banyak dari biasanya. (Photo Credit: pexels)

 

Saat bulan puasa juga bukan berarti lantas saya jarang ingin pipis. Justru sebaliknya, terutama saat habis sahur dan setelah berbuka puasa. Berhubung pada saat sahur saya lebih banyak minum daripada biasanya, maka detik-detik menjelang adzan Subuh hingga satu sampai dua jam setelah Subuh pasti saya akan sering bolak-balik ke toilet. Begitu pula saat berbuka puasa. Tapi, biasanya sih frekuensi buang air kecil saya lebih sering pada saat setelah sahur itu ketimbang pada jam buka puasa atau ifthar. Mungkin itu juga sebabnya yang bikin tubuh saya selalu kurus ya?

Makanya, biasanya kalau hendak bepergian, apalagi kalau jaraknya jauh (maklum ya Jakarta, jarak dekat pun lantaran macet jadi terasa jauh), saya akan memberikan waktu jeda hingga satu jam setelah makan sebelum berangkat. Maksudnya agar saya bisa bolak-balik toilet dengan leluasa daripada harus repot-repot cari toilet di perjalanan. Mending kalau toiletnya bersih dan wangi.

kalau toiletnya bersih, rapi dan wangi kayak gini sih, betah ya bolak-balik toilet :). (photo credit: pexels)

Kalau sedang demam, apalagi. Hasrat ingin pipis semakin menjadi-jadi, terutama setelah minum obat. Orang Jawa menyebutnya anyang-anyangan. Sementara bahasa ilmiah kedokteran mempunyai istilah tersendiri untuk gejala ini, yang disebut dysuria.

Infeksi Saluran Kemih

Untungnya sih, alhamdulillah, saya tidak lagi merasakan nyeri saat buang air kecil, kecuali ya saat demam kembali melanda. Memang kebiasaan menahan pipis tidak boleh dibiarkan. Dokter juga pernah bilang, terkadang demam itu juga bisa disebabkan infeksi yang menyerang saluran kemih kita. Dan ini bisa menimpa siapa saja, loh, baik pria maupun wanita.

Berdasarkan referensi ilmiah yang saya baca di internet, infeksi saluran kemih (atau disebut juga urinary tract infections-UTI) dapat terjadi pada bagian-bagian ini :

Ketahui dulu faktor-faktor yang menyebabkan Anda terkena infeksi saluran kemih. (Photo credit: healthtap)

1. Ginjal

2. Ureter, yaitu tabung atau pipa yang menghubungkan ginjal kita dengan kantung kemih, tempat penampungan urin sebelum dikeluarkan

3. Bladder, alias si kantung kemih

4. Uretra, si tabung yang mengeluarkan urin dari kantung kemih

wanita dan ibu hamil lebih berisiko terkena infeksi saluran kemih ketimbang pria. (Photo credit: pexels)

Sementara, faktor yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih bisa karena:

  1. Diabetes
  2. Usia lanjut
  3. Jenis kelamin, maksudnya wanita lebih sering mengalami anyang-anyangan ketimbang pria
  4. Prostat yang membesar
  5. Terdapat batu di dalam ginjal
  6. Kehamilan
  7. Dipasang alat kateter setelah menjalani operasi

Hhm… nomor tiga dan tujuh saya pernah mengalaminya. Nomor tiga, jelas karena saya wanita 😃. Nomor tujuh, saya pernah menjalani operasi besar pengangkatan kista ovarium, dan pasca operasi saya pernah dipasangi kateter selama dua hingga tiga hari sampai saya bisa berjalan lagi. Maksudnya, tubuh sehabis operasi besar biasanya ‘kan masih nggeliyengan dan kaku untuk berjalan, jadi bolak-balik tempat tidur untuk pergi ke toilet tidak terlalu dianjurkan, apalagi kalau belum bisa buang angin.

Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih

Gunakan tisu toilet yang bersih untuk membasuh bagian intim kita jika tidak ada shower di samping kloset. (Photo credit: pexels)

Membaca pengalaman saya di atas, seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya, cara agar kita nggak terserang infeksi saluran kemih ya usahakan untuk tidak sering menahan pipis. Kalau memang terpaksa ke toilet, carilah toilet yang memang bersih dan punya alat pembersih yang memadai, misalkan shower kecil yang dipasang di samping kloset, atau paling banter ya tisu basah.

Jika sedang berada di luar negeri dengan kondisi toilet yang tidak ada shower-nya? Ya biasanya saya pakai hygienic towel, atau toilet paper, dalam bahasa Indonesia disebut kertas tisu toilet, yang memang khusus digunakan untuk membasuh bagian intim. Harap dibedakan ya 😊. Di Indonesia sering sekali saya mendapati tisu toilet pun dipakai sebagai tisu makan. Padahal, tisu toilet memang dirancang khusus untuk kebutuhan pemakaian di toilet, dan sifatnya mudah hancur ketika dilarutkan dalam air. Tidak seperti tisu toilet di Indonesia yang sering kali malah bikin kloset mampet.

Buah cranberry, dipercaya mempunyai khasiat penyembuh luka dan antioksidan. (Photo credit: pexels)

Alternatif lainnya, dengan meminum ekstrak sari buah Cranberry (Vaccinium oxycoccos). Masih satu famili dengan blueberry, buah ini dipercaya mempunyai khasiat sebagai obat penyembuh luka, termasuk juga luka sariawan.  Buah ini biasanya lazim ditemukan di daratan utara Amerika dan Kanada. Selain itu, Cranberry juga mempunyai kandungan antioksidan (proanhtocyanidins) yang membuat kita tetap awet muda, dan berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Zat antioksidan inilah yang memiliki sifat anti-adesif, yang menyebabkan bakteri susah menempel pada saluran kemih sehingga mencegah terjadinya infeksi.

Prive uri-cran untuk mencegah infeksi saluran kemih, atau anyang-anyangan

Combiphar, perusahaan obat-obatan asli Indonesia yang juga merupakan produsen obat batuk. (foto sumber: website Uri-cran)

Di Indonesia, ekstrak sari buah Cranberry dapat kita temukan dalam bentuk jadi berupa kapsul dengan merk dagang Prive Uri-cran, yang diproduksi oleh perusahaan obat-obatan Combiphar. Perusahaan asli Indonesia ini sebelumnya juga dikenal memproduksi sirup obat batuk untuk dewasa dan anak-anak, dan telah berdiri sejak tahun 1971 dengan pabriknya di Padalarang.

Prive Uri-cran tersedia dalam dua jenis produk:

  1. Prive Uri-cran

Prive uri-cran dalam kemasan kapsul untuk memelihara saluran kemih. (foto sumber: website Uricran)

Komposisinya terdiri dari 250 mg ekstrak buah Cranberry, isinya 30 kapsul setiap boks. Fungsinya memelihara kesehatan saluran kemih.

  1. Prive Uri-cran plus

Prive Uri-cran plus kemasan sachet, dilengkapi dengan kandungan bakteri baik untuk memelihara pencernaan tubuh. (foto sumber: website Uri-cran)

 

Komposisinya terdiri dari 375 mg ekstrak buah Cranberry, vitamin C, bakteri baik probiotik Lactobacillus acidophillus dan Bifidobacterium bifidum yang fungsinya memelihara saluran kemih sekaligus saluran pencernaan.

Satu dus berisi berisi 15 sachet dengan berat 8 gram untuk masing-masing sachet.

Prive uri-cran dapat dibeli di toko-toko farmasi seperti Guardian, Century, Watsons, Kimia Farma, dan Viva Generik. Bisa juga dibeli di apotek-apotek yang tertera di website Uri-cran.

Nah, semoga dari cerita saya di atas, teman-teman pembaca dapat memetik hikmahnya, ya 😉. Saya pun juga berusaha agar tidak terkena infeksi saluran kemih lagi, karena… perihnya itu, bo’! ***

 

Iklan

10 thoughts on “Dysuria: Anyang-Anyangan yang Bikin Perih Bukan Kepalang

  1. Dini Derinayu

    Aduh mba, ga kebayang harus pakai kateter urin selama itu… Baru 4 bulan yg lalu saya merasakan dipasang kateter urin selama kurang lebih 24 jam krn operasi caesar.. daan rasanya nyeri buang air kecil bisa saya rasakan selama beberapa minggu setelahnya…
    Sekarang terbantu banget ya ada Uricran..jadi ga buru2 minum antibiotika deh kalo anyang-anyangan datang 🙂

    Balas
    1. dinamars Penulis Tulisan

      Hehehe..untungnya waktu itu saya masih dalam keadaan setengah sadar akibat pengaruh obat anestesi, jadi gak gitu kerasa gak nyamannya 😀

      Balas
    1. dinamars Penulis Tulisan

      bener, Mbak, kalau bisa sih ketika muncul hasrat ingin pipis jangan ditahan. makanya biasanya sebelum pergi-pergi saya kasih waktu jeda dulu sekitar satu jam sesudah makan supaya bisa bolak-balik toilet dengan leluasa :D.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s