Kampanye Bunda Tanggap Alergi di Jakarta Car Free Day 2017

Sewaktu kecil, saya kerap kali dilanda alergi biang keringat terutama saat suhu udara cenderung panas lembap. Kalau sudah terkena biang keringat (atau orang Jawa mengatakan keringet buntet), rasanya nggak enak banget. Pingin digaruk, tapi semakin digaruk semakin gatal dan malah menimbulkan luka.

Para narasumber dalam kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K di Car Free Day Jakarta, 9 April 2017: Ibu Anna Surti Ariani (tengah) dan Dokter Spesialis Anak Budi Setiabudiawan. (foto: dokpri)

Alergi lain yang saya alami adalah makan udang. Padahal dulu sekali saya bisa makan udang sampai 8 ekor yang ukurannya sebesar ibu jari, namun menginjak usia sembilan atau sepuluh tahun, entah kenapa badan saya jadi langsung bentol-bentol kalau makan udang sebanyak itu. Sampai sekarang saya juga tidak berani makan udang banyak-banyak, walaupun kata orang kalau sudah dewasa alergi tersebut akan berhenti.

Yang bikin sebal, alergi yang saya alami itu bentol-bentolnya juga menyambar muka. Malu kan kalau wajah saya jadi tampak bengkak-bengkak, belum lagi saat ke sekolah dan diledek teman-teman akibat wajah saya yang tidak keruan bentuknya.

Sebenarnya, alergi itu apa sih? Kalau menurut Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr. SpA(k), M.Kes (gelarnya banyak banget yah :D), alergi adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap sistem imun seseorang. Jika dalam satu keluarga ada yang punya riwayat alergi, maka risiko anak terkena alergi akan lebih besar. Apalagi kalau kedua orangtua kita memang sama-sama punya alergi terhadap sesuatu (bisa udara, benda, makanan), maka risiko anak terkena alergi bisa mencapai 80%.

photobooth sang Bunda dengan buah hatinya untuk mendukung kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K. (foto: dokpri)

Almarhumah ibu seingat saya punya alergi terhadap udara dingin atau debu. Reaksi yang ditimbulkannya biasanya bersin berulang kali, dan baru berhenti dengan sendirinya kalau alergi tersebut hilang. Jika saya hitung, bersin-bersin beliau itu bisa mencapai 20 kali dalam kisaran waktu 3 sampai 5 menit loh! Sebaliknya ayah saya punya alergi terhadap stres, ha ha… Kalau sudah stres, biasanya akan muncul bentol-bentol kecil di kulitnya yang terus digaruknya sampai puas, hiii…

Kalau orang dewasa mungkin sudah mengetahui cara menangkalnya dan bagaimana mengobatinya tatkala terkena alergi. Tapi, kalau pada anak-anak, reaksi psikologis yang ditimbulkan bisa lebih parah ketimbang alergi itu sendiri. Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Ibu Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi (ini juga gelar panjang banget :D), anak yang terkena alergi bisa jadi lebih mudah cemas, bahkan dijauhi teman sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri.

Acara Fun Walk CFD Jakarta Kampanye Bunda Tanggap Alergi 3K Nutricia Sari Husada juga dimeriahkan dengan lomba menggambar untuk anak. (foto: dokpri)

Maka itu, baik Dokter Budi maupun Ibu Anna menyarankan, dalam rangka memeriahkan acara Fun Walk yang digelar Nutricia Sari Husada di Jakarta Car Free Day 9 April 2017 yang lalu, jika seorang anak diduga menderita alergi, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. ย Tanda-tanda alergi pada anak bisa bermacam-macam: ada yang mengalami kulit kemerahan, sering gumoh (pada bayi), sesak napas disertai batuk dan pilek pada pagi atau malam hari. Orangtua pun dianjurkan untuk tidak menduga-duga sendiri penyebab alergi yang menimpa anaknya. Selain itu, jika diketahui anak tersebut menderita alergi, orangtua juga dianjurkan untuk menjauhkannya dari stres.

Acara Fun Walk bertajuk “Tetap Ceria karena Bunda Tanggap Alergi” merupakan bagian dari Kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K yang digelar bertepatan dengan World Allergy Week selama tanggal 2 hingga 8 April kemarin. ย 3K merupakan singkatan dari Kenali, Konsultasikan dan Kendalikan. Selain jalan santai keluarga, acara Fun Walk juga dimeriahkan dengan lomba menggambar untuk anak, foto bareng ibunda dengan si kecil di photo booth, olahraga aerobik bersama (termasuk saya yang juga ikutan serunya aerobik :D), dan talkshow dengan dua orang narasumber yang saya sebutkan di atas.

ayo yang semangat jalannya supaya si kecil tetap ceria :). Fun Walk Bunda Tanggap Alergi bersama Nutricia Sari Husada melintasi bundaran HI dan berakhir di depan Sarinah Thamrin. (foto: dokpri)

Edukasi Tanggap Alergi dengan 3K selain dalam bentuk acara Fun Walk dan talkshow, juga melalui wujud digital yang dapat diakses melalui situs www.alergianak.com. Enak ya zaman sekarang sudah ada sarana dan fasilitas untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit yang sepintas dianggap sepele, namun dampaknya besar juga buat tumbuh kembang anak. Tinggal dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para orangtua dan keluarga. ***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s