Blogger Day 2017: Akankah Dunia Sosmed Bertahan?

Sebelumnya, saya mengenal Writers in Residence sebagai sebuah wadah bagi para penulis  yang sedang membutuhkan inspirasi dengan cara sharing ilmu dengan sesama penulis lainnya selama beberapa hari atau bulan, dan para penulis tersebut menginap di suatu tempat (bisa hotel atau vila) jauh dari hiruk-pikuk kota. Tujuannya supaya sang penulis bisa mendapatkan ilham baru untuk menulis dalam suasana yang kondusif, serta networking pastinya.

Acara Blogger Day 2017 dihadiri oleh 96 orang blogger dari seluruh Indonesia, berlangsung tanggal 18-19 Maret 2017 di Kampung Wisata Rumah Joglo, Bogor, Jawa Barat. (foto: dokpri)

Kini, kegiatan semacam itu juga dilakoni oleh para blogger, dan yang saya maksudkan di sini adalah blogger-blogger dari seluruh Indonesia dalam sebuah rangkaian acara yang sarat ilmu, disebut Blogger Day. Acara yang digelar dalam rangka menyambut ulang tahun komunitas Blogger Crony yang kedua ini mengumpulkan 96 orang blogger dari berbagai komunitas. Mulai dari Kompasiana, Asinan Blogger, Kumpulan Emak Blogger (atau disingkat KEB), Blogger Perempuan, sampai dengan anggota-anggota Blogger Crony sendiri.

Ngeblog di Indonesia: Untuk Personality Branding

Berlangsung selama dua hari di Kampung Wisata Rumah Joglo (atau KWRJ), Blogger Day 2017 menghadirkan para pembicara ahli untuk tema-tema workshop terkini, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan para blogger. Pembicara pertama, Ferry Yuniardo, CEO dikidi.com langsung membuka sesi workshop dengan pertanyaan menggelitik: akankah dunia sosial media terus bertahan? Karena, menurut Mas Ferry, di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, penduduknya sudah paham betul konsep kehidupan yang ditampilkan di sosmed itu ya fake, alias kehidupan sempurna yang dibuat-buat. Maka dari itu banyak dari mereka yang sudah mulai meninggalkan sosmed, kecuali bagi mereka yang memang memanfaatkannya untuk mem-branding diri.

Selama acara Blogger Day, sang MC Yoz Aditya dan pendiri Blogger Crony, Mbak Wardah Fajri, setia mendampingi para blogger dari awal sampai akhir acara. (foto: dokpri)

Di Indonesia pun kecenderungan pengguna sosial media seperti itu, yaitu untuk personality branding, walaupun masih banyak ditemukan akun sosmed yang mencampurkannya dengan kehidupan pribadi. Kalau menurut Mbak Ririn Rosaline, pembicara kedua dari Toska PR, attitude and personality, atau sikap dan kepribadian, penting banget buat seorang blogger, karena itu akan memudahkan orang mengenali siapa kita dan bagaimana isi blog kita. Attitude bukan hanya cara menulis di blog, melainkan juga sikap saat sang blogger menghadiri berbagai event yang dapat memperkaya konten atau materi blognya. Sebuah blog dan seorang blogger yang ideal itu adalah jika ia dapat menghadirkan keunikan yang tidak kita temui di blogger lain atau di blog milik orang lain. Jadi, personality branding itu layaknya sebuah paket komplit yang harus selalu tampil utuh, tidak hanya blognya melainkan juga orangnya (sang blogger).

Supaya isi tulisan seorang blogger makin renyah dibaca, Blogger Day 2017 juga menghadirkan Mas Anwari Natari, pengajar dan fasilitator (merangkap stand up comedian karena saking seringnya ngebanyol :D) untuk penulisan kreatif. Di sini, Mas Anwari lebih banyak memberikan contoh-contoh tulisan yang ia temukan di media-media online, yang jika dilihat dari segi pemaknaan sebenarnya nggak tepat banget. Tetapi, karena dipakai berulang-ulang jadi dimaklumi begitu saja oleh para pembaca Indonesia. Misalkan saja:

Kebakaran di Rumah Sakit, 10 Mayat Ditemukan Tewas.

Terbalut infus, Jupe dijenguk oleh teman-teman sesama selebriti. 

Bagian mana dari setiap kalimat di atas yang menurut teman-teman di atas tidak pas? 😉

Kalau seingat saya nih, nomor 1 itu secara logika agak aneh. Mayat itu kan artinya memang orang yang sudah mati, lalu kenapa ditambah kata tewas di belakang?

Sedangkan pada kalimat kedua, sebaiknya diperjelas bagian tubuh yang mana yang terbalut infus.

Jadi Blogger: Penting Menjaga Hidup Sehat

Jika kalimat pada artikel blog yang kita tulis tersusun dengan baik, bukan tidak mungkin branding kita sebagai blogger yang menggunakan susunan kalimat yang rapi, atau berbahasa dengan benar, juga akan semakin bagus nilainya.

Jadi blogger, berolahraga juga perlu supaya tubuh tetap bugar. (foto: dokpri)

Selain itu, meskipun aktivitas kita sebagai blogger kebanyakan berada di depan layar komputer atau laptop, menjaga kesehatan tetap perlu. Apalagi terlalu berlama-lama duduk juga menyebabkan badan kita tidak sehat karena tubuh tidak banyak bergerak.  Jadi, blogger pun dibekali dengan ilmu kesehatan pada hari kedua. Maksudnya, setiap blogger dianjurkan untuk mengikuti acara senam bersama dan lari pagi di lapangan. Yang seru, lari paginya bukan sembarang lari pagi, ya, tapi harus keliling lapangan sebanyak 12 putaran!

Tapi, supaya nggak pingsan, para blogger ini tentunya dikawal para ‘pasukan’ dari Kementerian Kesehatan. Kami juga diminta melakukan pemanasan terlebih dahulu yang dipandu oleh seorang instruktur. Tipsnya supaya blogger nggak semaput pada saat melakukan keliling lapangan 12 putaran, kecepatan lari harus konstan. Kalau pun memang tidak kuat lari, ya jalan cepat saja, tapi konsisten terus jalan karena akan memengaruhi laju detak jantung juga. Jangan sampai jantung dibuat kaget karena mendadak lari, mendadak jalan. Hal ini pula yang menimpa para artis yang mendadak terkena serangan jantung saat berolahraga. Artinya, sayang-sayangilah jantung kita, karena hidup bukan hanya nge-blogging terus kan, tapi berolahraga juga mutlak agar tubuh tetap bugar? (toyor kepala sendiri :D).

Para blogger juga diminta untuk lari keliling lapangan bola sebanyak 12 kali putaran untuk mengetes kekuatan jantung tiap peserta. Kalau yang nggak kuat lari, jalan cepat juga boleh asalkan konsisten :). (foto: dokpri)

Lagipula, apakah dunia sosial media akan terus bertahan? Hhm.. menurut saya, dunia tulis-menulis, apapun bentuknya akan selalu ada. Ia terus akan berevolusi sesuai perkembangan zaman dan tren gaya membaca penduduk bumi. Kalau zaman dulu membaca itu identik dengan buku, sekarang aktivitas membaca lebih banyak dilakukan melalui smartphone dengan berbagai aplikasi yang memudahkan hidup, termasuk media sosial. Tapi, di masa yang akan datang saya masih belum punya gambaran akan seperti apa dunia tulis-menulis yang akan dihadapi anak cucu kita. Bagaimana kalau menurut teman-teman sekalian? ***

Acara Blogger Day 2017 terselenggara berkat dukungan penuh dari SoMan, obat alamiah untuk mengatasi masalah diabetes produksi PT Soman Indonesia.

Iklan

10 thoughts on “Blogger Day 2017: Akankah Dunia Sosmed Bertahan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s