Arsip Bulanan: Februari 2017

Antara Nge-Blogging dan Ngantor…

Postingan kali ini saya ingin bercerita mengenai pilihan saya untuk tetap bekerja kantoran sambil ngeblog. Tapi, sebelumnya saya juga hendak menjelaskan bahwa saya ngeblog itu sebenarnya sudah lama banget. Kalau teman-teman baca di halaman muka blog saya, tepatnya pada nama blog saya “Blog Pindahan dari Multiply dan Tulisan-Tulisan Terbaru Dina“, jelas bahwa saya ngeblog itu sudah sejak zaman Multiply masih ada, sekitar tahun 2008-2010. Waktu itu saya menjadikan blog murni untuk tempat curhat, tempat menuangkan pikiran-pikiran saya, karena kemampuan saya memang di bidang menulis. Sampai-sampai saya pernah bikin quote, “My writing is my power. Those who don’t read it don’t know me at all.” (tulisan saya merupakan kekuatan saya. Mereka yang tidak membaca tulisan saya berarti tidak kenal saya). Karena, jujur, saya bukan tipe orang yang mudah terbuka dengan orang lain, apalagi kalau belum kenal. Jadi, kalau mau kenal saya, ya baca tulisan-tulisan saya aja dulu, he he he…

Platform blog online jaman tahun 2008-2010 yang pernah saya manfaatkan untuk curhat dan menuangkan pemikiran-pemikiran saya. (foto diambil dari wikipedia.org)

Platform blog online jaman tahun 2008-2010 yang pernah saya manfaatkan untuk curhat dan menuangkan pemikiran-pemikiran saya. (foto diambil dari wikipedia.org)

Kemudian, sayangnya blog Multiply kemudian tergusur karena semakin banyaknya orang yang memanfaatkan platform blog online untuk jualan. Multiply pun sempat berubah menjadi platform e-commerce bagi toko-toko online untuk menjual dagangannya, tapi pada akhirnya Multiply pun raib ditelan jaman karena semakin banyaknya pilihan platform lainnya bagi toko-toko online tersebut untuk berjualan di internet dan dunia maya. Sayang saya pun nggak pernah men-screenshot blog Multiply saya itu (berhubung waktu itu saya masih lumayan gaptek… emangnya sekarang udah enggak gaptek? Ha ha ha…), jadi saya nggak punya record atau catatan kenangan mengenai blog Multiply saya itu. Meskipun begitu teman-teman bisa melihat beberapa postingan lama saya yang saya parkir di blog ini, tepatnya postingan-postingan tahun 2012.

Baca lebih lanjut

Iklan

Berinvestasi Reksadana untuk Capai Tujuan Finansial

Setelah sebelumnya saya pernah menulis tentang Cara Mudah Berinvestasi Bagi Orang Awam, kali ini saya ingin kembali membahas tentang pengalaman berinvestasi secara online bagi pemula. Yah, berhubung saya belum lama terjun ke dunia ini, tepatnya sejak enam bulan yang lalu terhitung dibuatnya tulisan ini, jadi masih banyak yang harus saya pelajari mengenai investasi reksadana. Di sini saya juga akan bercerita sebagai investor pemula saja, yang kebetulan sedang menjalani aktivitas berinvestasi reksadana online melalui aplikasi di ponsel pintar alias smartphone.

Berinvestasi reksadana online semudah dalam genggaman. (foto sumber: /reksadana.danareksaonline.com)

Berinvestasi reksadana online semudah dalam genggaman. (foto sumber: /reksadana.danareksaonline.com)

Sebelumnya, saya ingin mengulang sedikit apa yang saya pahami mengenai reksadana, dan apa manfaatnya investasi online. Menurut apa yang saya ketahui, reksadana merupakan salah satu jenis produk investasi yang bisa digunakan oleh investor pemula seperti saya untuk menabung di pasar saham. Perbedaannya dengan menabung biasa, reksadana tidak dipotong pajak, tidak ada biaya administrasi bulanan yang besar seperti halnya tabungan, dan keuntungan (atau bunga) yang didapat bisa lebih besar ketimbang tabungan biasa tergantung situasi pasar.

Baca lebih lanjut

Balet dan Pertunjukan Seni Tari Kelas Dunia

saking pengennya punya sepatu balet, saya pun sampai bela-belain beli pointe shoes sewaktu masih kuliah di Italia. (foto: dokpri)

saking pengennya punya sepatu balet, saya pun sampai bela-belain beli pointe shoes sewaktu masih kuliah di Italia. (foto: dokpri)

Sudah sekitar sepuluh tahun saya tidak menonton pertunjukan balet. Terakhir kali saya menyaksikan pementasan balet saat masih kuliah di Italia, dan balet yang saya tonton saat itu Romeo & Juliet. Saya sudah lupa dari negara mana yang mementaskannya, tapi yang saya ingat tarian yang diramu dalam sebuah love story berakhir tragis itu sangat indah dan tidak cengeng.

Saking kepengennya kembali nari balet, saya pun bela-belain membeli pointe shoes di Verona, ha ha..padahal seumur-umur belajar balet saya baru sampai pada tahapan memakai ballet shoes. Bedanya dengan pointe shoes, kalau ballet shoes biasanya dipakai untuk balerina pemula. Sementara pointe shoes dipakai oleh balerina yang sudah lumayan mahir (kalau tidak salah tahun ke-4) atau yang sudah bisa menguasai dengan baik teknik-teknik dasar menari. Pointe shoes berciri khas ujung sepatu yang keras karena dilapisi kayu, dan kalau belum terbiasa memakainya (apalagi sudah lama nggak menari), ya sakiiitt….. Baca lebih lanjut

Tren Digital dan Kemajuan Teknologi dalam Dunia Perbankan

Tren dunia digital masa kini tidak hanya merambah pada aktivitas jual beli seperti yang pernah saya bahas sebelumnya di artikel Tanggal 25 Waktunya Belanja Online, melainkan juga memasuki kegiatan perbankan. Entah yang mana yang mulai lebih dulu, tetapi transaksi perbankan secara online telah membantu banyak orang di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, dan saya sendiri, dalam kehidupan sehari-hari. Transaksi perbankan online yang saya maksud antara lain transfer dana, membayar tagihan rutin, membeli tiket kereta atau pesawat, bahkan membeli kredit Gojek, melalui aplikasi mobile banking yang diunduh terlebih dahulu di smartphone.

digital-banking-transformation

Ilustrasi layanan perbankan yang bertransformasi menuju sistem digital, setidaknya harus memenuhi lima syarat: nyaman digunakan, relevan dengan dunia masa kini, interaktif, mudah diakses dan konsisten. (foto ilustrasi sumber: LinkedIn.com, https://www.linkedin.com/in/sanjeev-kulkarni-02784b4/)

Menurut McKinsey, perusahaan konsultan riset ternama dari Amerika Serikat, setiap satu dari tiga orang di dunia, terutama di negara-negara maju dan berkembang, pasti punya smartphone (disebut juga ponsel pintar). Dan, di Amerika Serikat sendiri, aktivitas pembayaran sudah biasa dilakukan melalui ponsel pintar yang dimiliki warganya. Jadi, mau tidak mau, kalau nggak mau ketinggalan dengan kemajuan teknologi, dunia perbankan harus terus memperbarui layanannya bagi para nasabah. Termasuk berinovasi melalui layanan digital banking.

Baca lebih lanjut

Menjadi Cantik dan Tampan di Masa Kini

Zaman sekarang, berbagai sarana untuk membuat seseorang menjadi lebih cantik atau tampan memang lebih mudah. Selain dengan cara konvensional seperti pergi ke salon, orang-orang pun mulai memikirkan untuk mempermak bagian wajah yang dirasakan kurang sreg, atau memperbaiki bagian tubuh yang dianggap tidak sempurna, ke klinik-klinik kecantikan. Sebut saja biduanita Titi DJ yang pernah dikabari melakukan operasi tummy tuck agar perutnya kelihatan lebih ramping setelah melahirkan anak kembar, atau penyanyi jazz Andien yang memancungkan sedikit hidungnya dan sekarang tampak lebih cantik (meskipun dulu juga sudah cantik sih 😉 ).

Menjadi cantik atau tampan di masa sekarang ini semakin mudah dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan mulai dari salon kecantikan hingga klinik estetika yang ditangani dokter-dokter spesialis. (foto sumber: pinterest.com)

Menjadi cantik atau tampan di masa sekarang ini semakin mudah dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan mulai dari salon kecantikan hingga klinik estetika yang ditangani dokter-dokter spesialis. (foto sumber: pinterest.com)

Semakin menjamurnya klinik-klinik kecantikan di Jakarta membuat para calon klien harus lebih selektif dalam memilih klinik yang sesuai kebutuhan. Soalnya jika sembarangan memilih, bukan cantik yang didapatkan, tapi… malah berabe! Meskipun saya bukan tipe orang yang repot-repot memanjakan diri melalui tangan-tangan spesialis dokter ahli estetika, tetapi kalau pun disuruh harus memilih, saya pastinya akan memilih klinik kecantikan yang memang resmi dan ditangani oleh dokter-dokter yang jelas kualifikasinya. Apalagi kulit saya ini termasuk yang lumayan reaktif kalau nyoba-nyoba produk ini itu, dan pengalaman pernah dioperasi endometriosis yang menyebabkan saya harus merelakan satu ovarium saya, membuat hormon saya tidak stabil. Makanya saya tidak berani mengklaim diri menjadi beauty blogger, dan lebih suka membahas hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan saja. Yah, muka dan tubuh cuma satu gitu loh, nggak ada gantinya :p.

Baca lebih lanjut