Blogging Plus: Ngeblog Tidak Lagi Sekadar Menulis Konten

Sudah lama saya tidak mengisi blog. Bisa dibilang tepat satu bulan blog saya ini kosong sejak terakhir kali diisi tanggal 10 Desember 2016 yang lalu mengulas aplikasi Hooq. Kealpaan saya mengisi blog ini sebenarnya tidak bagus untuk menjaga traffic blog saya. Katanya sih supaya blog bisa diindeks Mbah Google, selain kontennya juga harus unik, ya harus sering dirawat alias diisi konten baru dengan rajin.

Aktivitas ngeblog jaman sekarang: selain memperkaya isi konten, juga harus bisa mengolah gambar dan foto, bahkan membuat video! (gambar: dokpri)

Aktivitas ngeblog jaman sekarang: selain memperkaya isi konten, juga harus bisa mengolah gambar dan foto, bahkan membuat video! (foto editing: Dina)

Bukan berarti selama satu bulan itu saya sama sekali tidak menyentuh laptop saya. Selama satu bulan itu, selain saya mendapatkan pekerjaan baru (iya, alhamdulillah saya kerja kantoran lagi ๐Ÿ™‚ sejak saya terakhir berdo’a di artikel ini), saya mengerjakan beberapa peer alias pekerjaan rumah, homework artikel untuk ditaruh di blog komunitas. Disebut peer karena selain itu merupakan kewajiban setelah mengikuti event yang diadakan komunitas tersebut, artikel blog yang ditulis juga dilombakan. Lumayan ‘kan, walaupun akhirnya saya tidak menang, saya menjadi terbiasa untuk membuat artikel yang saya tulis dengan sebaik-baiknya. Saya juga mau nggak mau jadi harus mempelajari hal-hal baru yang dulunya momok bagi saya. Apalagi semakin banyak blogger baru bermunculan dengan tulisan dan konten yang lebih kreatif. Analoginya seperti laptop yang memiliki Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor dengan kelebihan menjalankan berbagai fungsi dalam waktu bersamaan. Artinya, selain bisa menulis, saya juga harus bisa mengedit foto, membuat gambar sederhana, bahkan membuat video yang menarik jika ingin terus eksis di dunia blogging.

Ya, menjadi blogger jaman sekarang tidak bisa lagi sekadar mengandalkan tulisan atau konten saja. Beberapa unsur lainnya seperti disain grafis, tambahan video, juga menjadi nilai plus sebuah lomba blog. Saya pun jadinya terpaksa belajar beberapa hal yang dulu saya ‘musuhi’,ย karena saya akui itu yang menjadi kelemahan saya. Yaitu membuat disain grafis atau video. Bukan kenapa-kenapa sih, ribet! Hehehe… Ditambah lagi, mengerjakan disain gambar-gambar atau utak-atik foto, bikin video itu bisa menghabiskan waktu setengah sampai seharian sendiri.

Ini file-file video yang saya kerjakan dengan menggunakan serta mempelajari software Windows Movie Maker, untuk menambah nilai plus artikel blog saya. (foto screenshot: dokpri)

Ini file-file video yang saya kerjakan dengan menggunakan serta mempelajari software Windows Movie Maker, untuk menambah nilai plus artikel blog saya. (foto screenshot: dokpri)

Tapi, sekarang koq ya malah jadi lebih keasikan ngerjain gambar-gambar, utak-atik foto dan menggarap video ๐Ÿ˜€ ketimbang bikin konten. Padahal saya nggak punya piranti canggih yang mungkin dimiliki para disainer grafis profesional semacam sotosop (maksudnya Photoshop) apalagi Corel. Wah, dua software itu menurut saya yang amatiran ini masih complicated, dan bukannya asik, mungkin sebaliknya malah bikin saya semakin esmosih ;p.

Nah, beginilah tampilan keyboard AZERTY yang terdapat pada laptop lawas saya sejak tahun 2009 dan terpaksa tutup usia tahun 2015. (foto: wikipedia.org)

Nah, beginilah tampilan keyboard AZERTY yang terdapat pada laptop lawas saya sejak tahun 2009 dan terpaksa tutup usia tahun 2015. (foto: wikipedia.org)

Intinya, sejak saya terpaksa mengganti laptop dengan versi terbaru (saya ganti laptop kalau tidak salah awal tahun 2016), saya jadi menemukan banyak software baru yang kelihatannya menarik, dan lebih mudah untuk dipelajari. Ya, laptop terakhir saya sebelum diganti merupakan laptop bersejarah banget, karena telah menemani saya selama menjadi mahasiswi S2 di Eropa sejak jaman tahun 2009 untuk mengerjakan berbagai paper dan tesis. Apalagi, laptop lawas saya itu keyboard-nya AZERTY yang memudahkan saya mengerjakan ketikan beraksara Prancis. Sampai tahun 2016 sebelum akhirnya terpaksa diganti laptop baru, laptop AZERTY ini masih sangat membantu untuk menulis berbagai e-mail, mengerjakan job terjemahan berbahasa Prancis, juga membantu pekerjaan kantoran saya yang berhubungan dengan orang-orang Prancis. Jadi memang sayang banget kalau sampai harus pindah ke lain hati, ceileh…

Berhubung si laptop AZERTY sudah sering nge-hang, terus ukurannya lumayan kecil karena dia memang berupa netbook sehingga suka bikin mata sakit dan hati sebal :D. Terus banyak software yang sudah nggak kompatibel lagi… padahal sebagai penerjemah, blogger dan penulis saya butuh laptop yang lebih tahan banting. Jadi mau nggak mau saya beli laptop baru walaupun dengan cara mencicil sebagai investasi untuk mengembangkan kreativitas saya.

Menjadi blogger zaman sekarang itu sifatnya harus kayak prosesor Intel Core i3, i5 bahkan i7 yang bisa multitasking dan multifungsi dalam waktu bersamaan. Didukung Laptop ASUS PRO B8230 yang tahan banting beneran, karena sudah diujioba di laboratorium standar militer. (foto editing: Dina)

Menjadi blogger zaman sekarang itu sifatnya harus kayak prosesor Intel Core i3, i5 bahkan i7 yang bisa multitasking dan multifungsi dalam waktu bersamaan. Didukung Laptop ASUS PRO B8230 yang tahan banting beneran, karena sudah diujioba di laboratorium standar militer. (foto editing: Dina)

Nah,ย kebetulan si ASUS, salah satu produsen piranti keras terbesar di dunia pada sekitar tahun 2016 juga mengeluarkan produk laptop varian terbaru yang dinamai ASUS Pro. Saya langsung jatuh cinta dengan ASUS PRO B8230 ini karena keunggulan utamanya yang bikin saya tercengang, laptop ini tahan banting beneran!

Masih kebayang di ingatan saya sewaktu saya diam-diam… sst… menyimpan laptop di koper jika sedang menempuh perjalanan jauh, terutama waktu masih sering bolak-balik naik pesawat (sekarang sih juga maunya begitu, he he he). Jujur aja saya sudah nggak kuat lagi kalau harus mbopong laptop di punggung, bisa remuk tulang-tulang saya :D. Kalau sampai harus masuk bagasi (dan bukan kabin pesawat), saya hanya berdo’a supaya laptop tersebut tetap bisa digunakan dan utuh ketika sampai di tempat tujuan. Memang sih membawa laptop seperti ini, terutama masuk bagasi, sangat tidak dianjurkan. Lebih baik ditenteng, dipeluk atau kalaupun masuk koper ya diletakkan di dalam kabin saja.

ASUS Pro B8230 ini sudah teruji ketahanannya melalui uji coba durabilitas dengan alat-alat berat setingkat kemiliteran, disebutnya MIL-STD810 G Military Standard. Ini merupakan laboratorium uji coba standarnya militer Amerika Serikat untuk mengujicobakan alat-alat yang nantinya akan digunakan di dunia militer. Walaupun tahan banting, laptop ini sangat ringan dengan bobot hanya 1,33 kilogram! Jadi pastinya saya tidak akan merasa keberatan untuk menenteng dengan satu tangan, atau memangkunya di atas paha, atau memeluknya selama dibawa-bawa dalam perjalanan.

Selain tahan banting, laptop mungil dengan layar seluas 12 inchi saja ini juga water spill resistant, maksudnya nggak rusak kalau ketumpahan air! Ini penting banget buat saya, terlebih lagi kalau sudah duduk berjam-jam di depan laptop buat mengerjakan terjemahan, atau sekadar mengolah gambar, foto serta menggarap video, biasanya saya sambil makan dan minum di depan laptop juga :D. Saya masih ingat cerita kakak saya yang terpaksa harus mengganti laptop baru ketika laptop yang sedang digunakannya ketumpahan muntahan anaknya yang masih bayi. Yah, kalau saya belum menikah jadi belum punya anak, tapi risiko laptop saya ketumpahan kuah indomie atau minuman susu buat menjaga energi dan stamina tetap ada, hi hi hi…

Kecanggihan laptop ASUS Pro, termasuk jenis B2830 ini adalah sifatnya yang nggak rusak walaupun ketumpahan air. (foto sumber: Youtube.com)

Kecanggihan laptop ASUS Pro, termasuk jenis B2830 ini adalah sifatnya yang nggak rusak walaupun ketumpahan air. (foto sumber: Youtube.com)

Selain itu, ASUS Pro B2830 juga menggunakan operating system (disingkat O.S.)ย Windows 10 yang banyak menawarkan fitur serta software baru yang lucu-lucu serta mudah dipelajari untuk orang awam seperti saya. Misalkan saja PicsArt yang sudah ter-installed di laptop baru saya ini yang bisa digunakan untuk mengutak-atik foto. Awalnya saya hanya memerlukan software yang bisa menandai (istilahnya memberi watermark, semacam tanda tangan)ย untuk foto-foto yang saya taruh di blog dan di medsos agar tidak seenaknya diambil dan dipakai orang. Walaupun aplikasi watermark juga bisa dilakukan secara online dengan browsing di Google, tapi saya butuh software yang nggak melulu harus online. Dan ternyata, selain bisa untuk watermark, kecanggihan PicsArt ini bisa untuk utak-atik foto agar terlihat lebih artistik. Anda juga bisa mencobanya sendiri, loh ;).

Software PicsArt yang saya temukan pada laptop terbaru, bisa digunakan untuk membubuhkan tanda tangan (watermark), bahkan mengedit foto serta mengutak-atiknya menjadi gambar yang artistik. (foto sreenshot: dokpri)

Software PicsArt yang saya temukan pada laptop terbaru, bisa digunakan untuk membubuhkan tanda tangan (watermark), bahkan mengedit foto serta mengutak-atiknya menjadi gambar yang artistik. (foto sreenshot: dokpri)

Daya tahan baterai ASUS Pro B2830 ini juga sangat lama, bisa sampai 8 jam! Ini disebabkan jenis bateraiย Li-Polymer 3 cell 49W yang digunakannya, sehingga cocok buat saya yang terkadang suka lupa men-charge battery kalau sudah keasikan mengutak-atik gambar dan menggubahnya menjadi sebuah video. Asalkan tahu saja, menggarap sebuah video berdurasi satu hingga 3 menit saja, pengerjaannya bisa setengah hari bahkan seharian kalau mau kelihatan perfect. Tapi ini justru menjadi keasyikan baru tersendiri buat saya sebagai kegiatan hiburan pelepas lelah. Ya, kalau buat saya sekarang menggarap gambar, mengutak-atik foto dan rekaman video terjadi spontan tanpa perlu mikir seperti halnya membuat tulisan, he he he… Apalagi kalau misalkan habis pulang kantor, inginnya update blog, tapi duh koq males banget ya kalau harus mikir dulu. Atau kalau ada naskah terjemahan yang belum digarap, sudah capek duluan buat mikir kalau sampai kostย sudah sore. Jadinya terkadang tanpa sadar malah utak-atik foto dan video berjam-jam :D. Oya, baterai Lithium Polymer ini juga bisa dicopot loh, alias replaceable. Jadi kalau mau laptopnya pakai listrik aja (dan bukan baterai) saat ada sambungan ke colokan listrik, juga bisa.

Ini contoh foto awal yang saya akan utak-atik dengan Microsoft Paint terlebih dahulu sebelum lanjut menggunakan PicsArt. (foto screenshot: dokpri)

Ini contoh foto awal yang saya akan utak-atik dengan Microsoft Paint terlebih dahulu sebelum lanjut menggunakan PicsArt. (foto screenshot: dokpri)

Kegiatan mengolah foto, gambar, dan menggarap video ini menyebabkan saya harus mempunyai laptop yang kapasitas memorinya besar. Selain itu, dengan banyaknya file video dan gambar yang saya simpan, saya nggak mau nantinya malah laptop saya jadi lambat bekerjanya. Si ASUS Pro B2830 ini memorinya bisa di-upgrade dari 16 GB ke 20 GB berkat media penyimpanan berbasis Solid State Drive (SSD) berkapasitas 256GB, sehingga membuat proses komputasi read dan write menjadi lebih cepat alias nggak lemot.

Foto jadi untuk endorse produk makanan setelah diutak-atik pakai PicsArt, tapi akhirnya nggak saya pakai karena baru nyadar produk mie-nya keliru, ha ha ha... (foto: dokpri)

Foto jadi untuk produk makanan setelah diutak-atik pakai PicsArt, tapi akhirnya nggak saya pakai karena baru nyadar produk mie-nya keliru, ha ha ha… (foto: dokpri)

Kecanggihan yang saya dapati pada ASUS Pro B2830 ini dan membuat saya merasa aman menggunakannya adalah fitur fingerprint reader, yaitu membuka laptop dengan mendeteksi sidik jari yang terekam di dalam memorinya. Jadi, nggak bisa sembarangan orang memakai laptop saya ;), apalagi jadi rebutan. Ditambah lagi, jika diperlukan prosesornya bisa diganti dengan Intel vPro yang memiliki fitur Intel Active Management Technology dan Intel Identity Protection. Artinya, laptop ASUS ProB2830 ini bisa dikendalikan dari jarak jauh oleh pemiliknya saja.

ASUS Pro menggunakan fitur fingerprint, yaitu sidik jari sehingga laptop bisa digunakan oleh pemiliknya saja. (foto sumber: website ASUS)

ASUS Pro menggunakan fitur fingerprint, yaitu sidik jari sehingga laptop bisa digunakan oleh pemiliknya saja. (foto sumber: website ASUS)

Tapi yang terpenting, ASUS Pro B2830 menggunakan O.S. Windows 10 original sehingga bisa memanfaatkan software-software yang ada di dalamnya dengan maksimal. Misalkan saja Windows Movie Maker yang sudah ada di dalamnya, bisa saya gunakan untuk mengolah gambar, foto dan rekaman video menjadi sebuah video yang layak tonton secara artistik, tanpa perlu harus mengunduh software pembuat video lainnya yang terkadang suka kita nggak sadari membawa virus atau malware lainnya. Kalau O.S. Windows 10-nya asli pastinya sudah dilengkapi dengan sistem antimalware juga ;). Ternyata, kalau software-nya asli, mempelajari fitur-fitur yang ditawarkannya pun bisa menyeluruh, mulai dari bagaimana mengedit suara, memasukkan lagu, memotong gambar, memperhalus gambar… wah, canggih deh! Saya sendiri masih suka terheran-heran dengan hasil yang didapat, karena suwer…ย saya tidak punya background formal belajar komputer. Bisa membuat video sederhana aja nggak kebayang, meskipun saya memang gemar sekali menonton film sejak kecil, terutama film-film yang menampilkan gambar-gambar indah (biasanya film sejarah atau film drama). Saya suka melihat lukisan, memandangnya berjam-jam, atau memperhatikan foto-foto di majalah. Mungkin ini yang menjadi modal saya untuk memperkaya khazanah visual, meskipun belum secanggih para fotografer, sinematografer atau sutradara, he he he.

Draft video yang saya kerjakan untuk membuat artikel mengenai produk mie instan dengan menggunakan Windows Movie Maker dari O.S. Windows 10. (foto screenshot: dokpri)

Draft video yang saya kerjakan untuk membuat artikel mengenai produk mie instan dengan menggunakan Windows Movie Maker dari O.S. Windows 10. (foto screenshot: dokpri)

Baiklah, cuap-cuapnya saya hentikan sampai sini dulu saja sebelum pembaca merasa kebosanan :D. Selamat datang tahun baru 2017, semoga teman-teman mengerjakan blognya juga semakin semangaattt!!! ***logo_asus_isoi_intel-300x99

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia

Iklan

19 thoughts on “Blogging Plus: Ngeblog Tidak Lagi Sekadar Menulis Konten

    1. dinamars Penulis Tulisan

      Tadinya aku malah mo nulis topik yg lain dulu, tapi berhubung blog ku memang sudah lama kosong ya udah aku jelasin dulu deh kenapa sih aku lama gak ngeblog lagi ๐Ÿ˜ eh malah nyambungnya ke sini. Makasih mba Prita udah berkunjung ๐Ÿ˜Š.

      Balas
  1. Wawan Sirait

    Bagus juga ya asus pro nya Mbak. Tapi itu kalo batrei rusak berarti rusak semua ya? Gak bisa di ganti ?

    Wah udah dapet sama software original nya juga ya Mbak? Lumayan bgt tuh windows 10

    Balas
    1. dinamars Penulis Tulisan

      nggak tau deh, Pak, kalo baterenya rusak gimana. Yang jelas bisa dicopot. Mendingan sih beli di dealer resmi Asus jadi ada garansinya, termasuk kesempatan dapet Windows asli juga ๐Ÿ˜‰

      Balas
  2. Mukhofas Al-Fikri

    Halo dina

    Ulasannya keren. Ga bikin bosen karena ada gambarnya.

    Ternyata asus versi yg ini bisa digembok. Makin komplit produknya.

    Ditambah pake windows 10 makin memanjakan penggunanya.

    Salam ya kak dina

    Balas
  3. sabda awal

    Mbak yang semangat yaa ngeblog nya, jangan sering2 alpa lagi…

    Yup, sebagai blogger kita juga butuh laptop dengan kreteria khusus agar tetap jaya dalam blogging. Saya sendiri menggunakan Adobe illustrator, Photoshop dan videopad

    Balas
  4. Ping balik: Bikin Konten Video dan Foto a la Heret Frasthio & Jimmy Indra | "Rumah Corat-Coret" Punya Dina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s