Usia Cantik, Bukan Sembarang Cantik

 Sewaktu kecil, yang terbayang di kepala andaikata ditanya imej tentang wanita cantik, yang teringat adalah wajah Desy Ratnasari. Pada masa itu, tepatnya sekitar akhir tahun 80 hingga awal 90-an, wajah bintang Gadis Sampul ini memang sering banget seliweran di halaman majalah maupun televisi. Paras imut-imut menggemaskan, rambut panjang, kulit putih. Saat itu, usia Desy masih belum genap 20.

beautiful-definition-quote

Saat saya beranjak remaja dan mengenal tontonan televisi serial impor seperti Beverly Hills, imej saya tentang wanita cantik berubah. Sosok Shannen Doherty yang berperan sebagai Brenda dalam serial tersebut menjadi tolok ukur saya mengenai cantik. Tapi, masih tetap dengan ciri yang sama, yaitu kulit putih dan rambut panjang, plus poni. Beda sekali dengan saya yang pada saat itu masih nggak pede dengan penampilan fisik saya: kulit cenderung coklat sawo matang (kalau nggak mau dibilang gosong ;p), rambut ikal pendek berantakan yang susah diatur, plus mata belo seperti mau keluar, ha ha ha…

Lalu, saat di bangku kampus, kebetulan saya penggemar film-film drama (impor juga), dan saat itu ada aktris Inggris yang sering dipakai untuk memerankan tokoh putri-putri kerajaan. Dia adalah Julia Ormond, yang selalu beruntung disandingkan dengan cowok-cowok ganteng pula macam Richard Gere atau Brad Pitt ;P. Dengan aksen British-nya yang kental, plus rambut panjang ikal bergelombang, agak menggeser imej saya tentang wanita cantik. Tapi, entah kenapa, meskipun serial drama Korea dan Jepang pernah (dan masih) membanjiri layar kaca Indonesia sejak saya kuliah, saya tidak pernah terlalu terpikat dengan kecantikan cewek-ceweknya yang terkesan seragam.

Imej tentang wanita cantik di benua Eropa zaman Abad Pertengahan: tubuh montok dan berisi. (foto sumber: wikipedia.org)

Imej tentang wanita cantik di benua Eropa zaman Abad Pertengahan: tubuh montok dan berisi. Leonardo da Vinci sangat mengagumi kecantikan Lisa del Giocondo sehingga membuatkan lukisan tentang dirinya. (foto sumber: wikipedia.org)

Selama mengenyam pendidikan di Eropa, imej tentang wanita cantik seolah lambat laun menghilang dari alam bawah sadar saya, melihat begitu beraneka ragamnya penduduk yang mendiami benua tersebut. Mulai dari penduduk asli Eropanya sendiri yang identik dengan rambut pirang kulit putih, orang Eropa keturunan imigran dari Afrika yang berkulit hitam, orang Amerika Latin yang dikenal bohay dan seksi secara fisik, orang India dengan kulit eksotis, bahkan orang Asia seperti Jepang dan Cina yang identik dengan mata sipit serta kulit kuning.

Cantik dari Sudut Pandang Berbagai Suku Bangsa

Masing-masing dari mereka mempunyai definisi tersendiri tentang kecantikan. Orang asli Eropa yang berkulit putih dan berhidung mancung, justru gandrung sekali dengan orang-orang yang datang dari daratan tropis seperti Afrika dan Asia Tenggara. Bahkan salah seorang guru bahasa Italia yang saya kagumi paras cantiknya pernah bilang ke saya, “Saya ingin punya hidung seperti kamu, kecil dan mungil, pas sekali di wajah. Tidak seperti saya yang terlalu panjang bak Pinokio!” Hah, saya pun terperangah. Soalnya, dari kecil saya selalu dikata-katai karena hidung saya yang terlalu pesek, bahkan mblesek kalau kata orang Jawa, hi hi hi… Jadi, saya tidak pernah merasa pede dengan fisik saya.

Begitu juga dengan teman kuliah saya dari Serbia yang kulitnya putih tak bernoda, “Saya iri dengan kulit coklatmu. Pigmen di kulitmu itu membantu banget buat menjaga kulitmu tidak cepat tua dan keriput seperti kulit saya. Kamu tidak perlu memakai berbagai macam krim seperti kami.”

Hhm… dari situ saya mulai merenung. Ah, ternyata banyak juga orang Eropa yang merasa tidak pede dengan keadaan fisiknya dan malah mengagumi fisik kita yang orang Asia Tenggara. Padahal, kalau mereka didatangkan ke Indonesia, pastilah sudah dielu-elukan dan didaulat untuk main di sinetron-sinetron ;p. Pantas saja banyak istri Indonesia bersuamikan bule yang saya kenal selama di Eropa, rata-rata warna kulitnya gosong-gosong, atau lebih tepatnya disebut eksotis! Dan para istri ini, meskipun lebih gosong kulitnya dan lebih mblesek hidungnya dari saya, mereka sangat pede mengenakan baju-baju seksi, baju-baju bercorak cerah dengan warna-warni meriah.

real-beauty-lies-in-your-heart-quotes

Sejak saat itu, saya mulai mensyukuri keadaan fisik diri saya sendiri. Berhubung postur tubuh dan wajah saya sebagai orang Asia memang berbeda dengan mereka, maka setiap kali saya berjalan-jalan sendirian atau bersama teman-teman asing lainnya selama tinggal di sana, pasti akan selalu menarik perhatian. Saya mulai pede dan bereksperimen dengan apa yang saya kenakan, baik baju maupun make up (kalau lagi mood, he he he..). Orang Eropa cenderung menyukai karakter wajah natural, sehingga sampai saat ini saya masih suka terbawa-bawa merias wajah seadanya. Paling yang saya pertegas bagian mata saja, karena ternyata banyak yang berkomentar bahwa mata saya indah (ciieee, pede dikit lah daripada minder ;p). Yah, setidaknya itu yang dikatakan teman Korea saya: “Saya tidak punya kelopak mata seperti kamu, mata saya kelihatan seperti orang mengantuk.”

Definisi Cantik

Dari cerita di atas, ada lima jenis definisi cantik di dunia menurut riset sebuah agensi periklanan di Amerika Serikat:

The Powerful Peacocks: cantik yang identik dengan kesuksesan dalam karir dan kekuasaan (misalnya posisi atau jabatan penting di perusahaan). Pendapat ini banyak dianut oleh masyarakat daratan Cina. Peacock sendiri artinya burung merak. Terbayang ‘kan keindahan burung merak terletak pada ekornya tatkala ia mengembang, menandakan seolah-olah ia berkuasa. Pendapat ini dianut oleh 15% populasi dunia.

Anda lebih suka definisi cantik seperti Burung Merak? (foto sumber: hdimagesinfo.com)

Anda lebih suka definisi cantik seperti Burung Merak? (foto sumber: hdimagesinfo.com)

The Seductive Foxes: Dianut oleh 25% penduduk dunia, cantik yang dilambangkan dengan hewan rubah ini diasosiasikan dengan penggunaan kosmetik untuk meningkatkan daya tarik dan merasa lebih sexy.

The Social Butterflies: penganut tipe cantik yang ini, yaitu sebanyak 16% populasi dunia, menyukai berbagi informasi dan tips mengenai kecantikan, yang rata-rata didominasi wanita Hispanik. Mereka sering membagikan referensi tentang produk kecantikan terbaru dan berjualan kosmetik secara direct selling.

The Graceful Swans: definisi cantik menurut aliran ini, yaitu sebanyak 23% populasi penduduk dunia, berpendapat bahwa cantik dihasilkan dari produk-produk kecantikan berkualitas baik yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kebahagiaan.

Atau Anda lebih suka definisi cantik menurut aliran The Graceful Swan? (foto sumber: pinterest.com)

Atau Anda lebih suka definisi cantik menurut aliran The Graceful Swan? (foto sumber: shutterstock.com)

The Comfortable Cats: Aliran yang satu ini merasa bahagia dengan kecantikan yang alami. Sebanyak 19% responden yang didominasi penduduk Amerika Serikat dan Eropa mengatakan bahwa mereka sudah merasa nyaman dengan kondisi fisik mereka, dan tidak perlu melakukan perubahan drastis.

Sumber: Mc Cann, The Truth About Beauty.

Nah, kira-kira Anda menganut aliran yang mana? 🙂

Usia Cantik, Usia Penuh Rasa Syukur dengan Keadaan Diri Sendiri

can-age-really-be-defined-in-yearsBalik ke Indonesia, saya kembali harus berhadapan dengan produk-produk kecantikan yang mendominasi pasar yang kebanyakan mengandung whitening formula. Bukan berarti tidak setuju, karena toh sewaktu di Eropa pun saya banyak menemukan produk kecantikan yang mengandung bahan-bahan tanning (menghitamkan kulit).

Namun, tidak seperti masa dua puluh tahun yang lalu, ketika saya masih ABG dan tidak pede dengan kulit gosong saya, mata yang terlalu lebar; sebaliknya di usia kepala tiga sekarang ini, saya fine-fine saja dengan kulit gosong, rambut ikal tidak teratur, atau mata yang bulat besar. Malahan saya merasa bangga dengan karakter fisik khas Asia Tenggara yang saya miliki. Yang penting bagi saya sekarang adalah kebahagiaan dan rasa bersyukur dengan apa yang sudah saya capai, dan dengan apa yang saya miliki sekarang. Tidak perlu lagi membanding-bandingkan apa yang tidak ada dalam diri saya dengan apa yang dipunyai orang lain, karena saya percaya hidup itu seperti roda yang berputar. Rezeki masing-masing orang berbeda-beda sesuai yang telah digariskan oleh Sang Pencipta. Yang penting bagi saya adalah selalu ikhtiar dengan sikap jujur dan kreativitas yang saya miliki, lalu menyerahkan hasil akhir pada tangan kuasa-Nya.

Usia cantik bagi saya adalah bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta mempunyai kematangan jiwa dalam menjalani hidup. (foto: dok.pri)

Usia cantik bagi saya adalah bersyukur dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta mempunyai kematangan jiwa dalam menjalani hidup. Dan tentunya, bisa nulis blog 😉 ! (foto: dok.pri)

Usia cantik bagi saya adalah usia saat orang merasa sudah cukup dan bersyukur dengan apa yang dia miliki. Kini, saya lebih melihat sosok yang cantik itu adalah yang berisi dari segi akal dan kematangan jiwa. Tokoh wanita yang saya kagumi di usia sekarang ini antara lain Hillary Clinton dan Michelle Obama, kalau dari dalam negeri ada mendiang Ibu Ainun Habibie. Mereka wanita-wanita usia matang yang cantik sempurna menurut pemahaman saya. Bukan berarti saya harus menjadi politisi seperti mereka ya, otak saya nggak nyampe, he he.. ;p tapi saya salut melihat kematangan mereka dalam menyikapi berbagai konflik baik pribadi maupun di ranah publik.

Dan, yang paling penting, usia cantik bagi saya adalah usia yang bisa membuat saya bahagia. Bahagia bisa melakukan apa yang saya sukai, yaitu bisa menuangkan isi pikiran saya melalui tulisan dan blog, sebuah kemerdekaan yang hakiki. Apa arti Usia Cantik menurut Anda? 🙂 ***

coco-chanel-and-beauty

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog dari Blogger Perempuan. Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.

Iklan

15 thoughts on “Usia Cantik, Bukan Sembarang Cantik

  1. Sandra

    cantik di Indonesia itu emang unik hahaha patokannya hanya wajah cantik, rambut lurus, hidung mancung, kurus tinggi semampai, & berkulit putih. Aku yg rambutnya keriting ngga masuk itungan XD
    Menurut aku semua wanita cantik, asal dijaga kebersihan jasmani & rohaninya, cewe cantik tapi jorok jg bikin malesiiin 😀

    Balas
  2. riatumimomor

    Saya suka definisi cantik : Comfortable Cats 🙂 dan saya setuju dgn kalimat: usia cantik adalah usia saat orang merasa sudah cukup dan bersyukur dengan apa yang dia miliki. Saat kita bisa mensyukuri rahmat Tuhan bahagia itu datang dengan sendirinya dan disitulah kematangan kita berpikir 🙂 *blm smp ke sana tapi maunya bisa sih ke sana…*

    Balas
  3. Nunung Yuni Anggraeni

    Kalau orang Jawa bilang ‘wang sinawang” ya Mbak. Kita pengin kulit putih seperti orang barat. Sebaliknya mereka malah lebih suka kulit coklat kita. Tapi setuju dengan quotenya sih bahwa usia cantik adalah usia saat orang bersyukur dengan apa yang kita miliki.

    Balas
  4. Lidha Maul

    wuih, Desy Ratnasari saya favorit banget waktu dia masih muda! apalagi pas maen sengsara membawa nikmat. keren! Eh, jadi bahas teh desi.
    Tapi bener, kecantikannya nggak pudar karena alami2 saja dan bertambah di usia cantiknya. Dan untuk mbak Dina selamat menikmati usia cantiknya, itu hanyalah soal angka..sedang bahagia itu pilihan kita

    Balas
  5. wiwid

    Bener banget, banyak orang yang iri dengan kelopak mata kita. Badanku yang kurus mungil pun dulu sering dibilang kayak papan cucian, sampai mati-matian pengen bisa gendut, minum segala macam vitamin. Tapi sekarang setelah menikah, banyak yang bilang enak ya kamu gak bisa gendut. Karena teman-teman SMAku dulu rata-rata berat badannya sudah 2x lipat dari berat badan jaman SMA. Kalau kata orang jawa sih “sawang sinawang”. Melihat orang lain selalu lebih cantik. Padahal di diri kita sendiri pun juga ada sisi kecantikan yang dianugerahkan Tuhan.

    Balas
  6. Ping balik: Menjadi Cantik dan Tampan di Masa Kini | "Rumah Corat-Coret" Punya Dina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s