Sisterhood Runway di Jakarta Fashion Week 2017

Pertama kalinya saya berkesempatan menyaksikan pagelaran busana karya tiga perancang asal Indonesia di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 pada tanggal 24 Oktober 2016 yang lalu di Senayan City.  JFW ini sudah diselenggarakan sejak tahun 2008, biasanya dilaksanakan selama satu minggu, yang merupakan acara pagelaran mode terbesar di Asia Tenggara. Dari JFW ini para disainer Indonesia–tidak hanya disainer busana, melainkan juga aksesoris seperti perhiasan dan sepatu–dapat melebarkan sayapnya ke tingkat dunia karena dalam event ini, selain media lokal, hadir pula media asing yang meliput acara ini, serta para buyer yang tertarik untuk bekerjasama dan mengekspor karya mereka ke pasar global.

JFW tahun ini juga menghadirkan busana hasil rancangan para disainer muda yang terpilih dalam program Indonesia Fashion Forward (IFF), yang didukung serta disponsori oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan British Council Indonesia. Barli Asmara dan Dian Pelangi merupakan disainer angkatan pertama yang mempelopori program IFF. Sementara, untuk JFW 2017, berbagai busana yang ditampilkan merupakan karya Tommy Ambiyo Tedji dengan label B-Y-O, Yelly dan Konny Lumentu untuk label Day and Night, Rani Hatta, label Bateeq karya Michelle Tjokrosaputro, dan Paulina Katarina.  Selain itu ada juga beberapa brand yang turut mensponsori berlangsungnya acara JFW dan turut menampilkan busana-busana terbaik rancangan beberapa disainer Indonesia.

Busana dan aksesoris karya disainer muda Indonesian Fashion Forward 2016, serta beberapa brand yang turut menampilkan busana karya para perancang Indonesia. (foto: dok.pri)

Busana dan aksesoris karya disainer muda Indonesian Fashion Forward 2016, serta beberapa brand yang turut menampilkan busana karya para perancang Indonesia. (foto: dok.pri)

Atas undangan dari majalah Pesona, saya dapat menghadiri pagelaran busana karya ketiga perancang Indonesia: Purana, Poppy Theodorin dan Eridani, dalam sebuah perhelatan bertajuk Pesona Sisterhood Runway. Acara ini merupakan signature event yang menjadi ciri khas majalah tersebut. Menampilkan koleksi terbaru dari masing-masing disainer yang telah mengukir prestasi di berbagai ajang perlombaan rancang busana baik lokal maupun internasional, tidak ketinggalan pula wanita-wanita karier sukses yang mengenakan busana rancangan mereka masing-masing.

Para wanita Indonesia yang sukses dalam karier mengenakan busana rancangan Purana Indonesia yang bernuansa musim panas. (foto: dokpri)

Para wanita Indonesia yang sukses dalam karier mengenakan busana rancangan Nonita Respati dengan label Purana Indonesia yang bernuansa musim panas, Popsicle Brush. (foto: dokpri)

Misalkan saja busana karya Nonita Respati dengan label Purana Indonesia bertema Popsicle Brush. Rancangan yang sama pernah ditampilkan pada ajang Los Angeles Fashion Week bulan September lalu, dengan ciri khas warna-warna musim panas yang cerah dan topi serta tas anyaman. Empat wanita sukses seperti Marlene Danusutedjo (Director of Marketing Communications di JW Marriott), Tatyana Sutara (CEO PT Primarail International), Wanda Ponika (Founder & Creative Director Wanda House of Jewels), Fransiska Oei (Corporate Affais & Legal Director CIMB Niaga), Vera Handajani (Director of Risk Management CIMB Niaga) juga tidak ketinggalan memeriahkan pentas runway dengan mengenakan busana kreasi wanita asal Solo tersebut.

Wanita karier sukses seperti Okky Asokawati, Prita Ghozie, Alya Rohali berbalut busana muslim Potpourri rancangan Poppy Theodorin. (foto: dok.pri)

Wanita karier sukses seperti Okky Asokawati, Prita Ghozie, Alya Rohali berbalut busana muslim Potpourri rancangan Poppy Theodorin. (foto: dok.pri)

Selanjutnya, busana muslim bertema Potpourri dengan ciri khas detail bordir bunga-bunga menjadi masterpiece Poppy Theodorin malam itu. Poppy merupakan alumni Bunka Fashion School Jakarta yang terinspirasi dari gaya berbusana di Prancis abad ke-17. Keempat wanita sukses yang mengenakan gamis, blus dan celana atau rok terusan karya Poppy adalah Okky Asokawati, Prita Ghozie, Alya Rohali dan Dewi Yulia Razif (Casting Director PT Soraya Intercine Films).

Eridani, disainer muda Indonesia yang mengukir berbagai prestasi, menampilkan busana bertema Cakrawala dengan ciri khas selendang. (foto: dok.pri)

Eridani, disainer muda Indonesia yang mengukir berbagai prestasi, menampilkan busana bertema Cakrawala dengan ciri khas selendang. (foto: dok.pri)

Busana rancangan Eridani menutup pagelaran Pesona Sisterhood Runway yang keseluruhannya berlangsung selama 30 menit mulai dari jam 7 malam. Eridani, atau dipanggil Eri, telah mengukir berbagai prestasi seperti finalis LPPM 2007, dan meraih penghargaan Gold  Grand Prix Yumi Katsura Design Award di Tokyo pada tahun 2010. Koleksi busana malam (night gown) yang ditampilkan pada malam itu berjudul Cakrawala, dengan ciri khas selendang serta warna-warna simpel seperti off-white, beige, biru gelap dan hitam sebagai representasi cakrawala itu sendiri.  Ada pun wanita-wanita karier nan sukses yang turut tampil mengenakan busananya seperti Anita Boentarman (disainer), Sita Satar (sosialita dan penikmat seni), Wendy Soeweno (Media Director di Mindshare Indonesia) dan Lenda Lucia (alumni Putri Indonesia 2002). ***

Data sumber:

Jakarta Fashion Week

Pesona Sisterhood Runway

Iklan

3 thoughts on “Sisterhood Runway di Jakarta Fashion Week 2017

  1. Ping balik: Turki dan Potensi Busana Muslim Indonesia ke Gerbang Dunia | "Rumah Corat-Coret" Punya Dina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s