Arsip Bulanan: November 2016

Piranti Multifungsi untuk Aktivitas Multitasking

Tidak pernah terbayangkan pada zaman sekarang ini melakukan pekerjaan dan hobi tanpa laptop. Berhubung aktivitas saya, baik itu pekerjaan maupun hobi, selalu ada kaitannya dengan data, tulis-menulis, ketik-mengetik, maka memiliki sebuah laptop yang berkualitas baik sudah menjadi kewajiban.

Kenangan sewaktu masih bekerja kantoran: dari presentasi ke presentasi, memerlukan laptop yang berkualitas baik agar hasil presentasinya juga oke. (foto: dokpri)

Kenangan sewaktu masih bekerja kantoran: dari presentasi ke presentasi, memerlukan laptop yang berkualitas baik agar hasil presentasinya juga oke. (foto: dokpri)

Baca lebih lanjut

Iklan

Perlengkapan Ibu dan Anak di IMBEX 2016

Jika biasanya acara-acara pameran yang digelar di Jakarta kebanyakan berupa pameran buku, mobil, properti, baju dan sebangsanya, weekend kemarin ada pameran spesial yang dibuat khusus bagi ibu dan anak. Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, pameran bertajuk IMBEXIndonesia Maternity Baby and Kids Expo 2016 menampilkan beragam produk dan kelengkapan bagi ibu hamil, bayi dan balita. Sudah pasti, pengunjungnya sebagian besar ya kalau nggak bumil, ibu muda, bayi-bayi yang masih dalam gendongan, anak-anak kecil, dan.. bapak-bapak muda juga, he he he :D. Eh tapi pameran ini juga terbuka untuk umum, koq, bahkan ada satu keluarga yang turut mengajak kakek dan neneknya.

Booth Blibli di pameran IMBEX 2016, menawarkan berbagai promo menarik bagi para pengunjung. (foto: dokpri)

Booth Blibli di pameran IMBEX 2016, menawarkan berbagai promo menarik bagi para pengunjung. (foto: dokpri)

Saya datang ke pameran IMBEX tersebut pada hari kedua, yaitu tepatnya hari Sabtu tanggal 26 November 2016. Pameran IMBEX sendiri sebenarnya berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 25 sampai dengan 27 November, dan tahun ini merupakan pameran edisi kedelapan. Pertama kali digelar tahun 2015, pameran tersebut menampilkan 25 brand internasional, plus 124 brand lokal termasuk Bliblidotcom.

Baca lebih lanjut

Kampanye 1 T-Shirt untuk 1 Pohon Delia von Rueti

Look around and try to see where you can plant a tree,” kata Ibu Delia von Rueti dalam acara jumpa pers bersama para blogger dan awak media dalam peluncuran kampanye 1 T-Shirt untuk 1 Pohon bertajuk “Love & O2“. T-shirt yang didisain oleh perancang perhiasan asli Indonesia dari Pematang Siantar dan bermukim di Swis ini menampilkan gambar-gambar yang menyejukkan sekaligus menggugah. Salah satu gambar artistik yang menyimpan makna tersurat adalah dua batang pohon yang berdiri bersisian, pohon sebelah kiri nampak gemuk batangnya dan besar, sementara pohon yang di sebelah kanan berbatang kerdil dan kurus. Ibu Delia berandai-andai ketika mendisain gambar tersebut, akankah suatu hari nanti pohon yang di sebelah kanan bisa tumbuh sehat dan bahagia seperti batang pohon di sebelah kirinya?

Ibu Delia von Rueti diapit Titi DJ dan Teuku Zacky dalam acara kampanye 1 T-Shirt for 1 Tree di Grand Hyatt Jakarta, 23 November 2016. (foto: dokpri)

Ibu Delia von Rueti diapit Titi DJ dan Teuku Zacky dalam acara kampanye 1 T-Shirt for 1 Tree di Grand Hyatt Jakarta, 23 November 2016. (foto: dokpri)

Baca lebih lanjut

Tanggal 25 Waktunya Belanja Online!

Buat para pekerja kantoran, tanggal 25 biasanya menjadi tanggal yang paling ditunggu-tunggu. Ya apalagi kalau bukan tanggal gajian 😉 selain biasanya mulai tanggal tersebut sampai akhir bulan toko-toko serta mal-mal menggelar diskon gede-gedean. Apalagi, menjelang akhir tahun begini, beberapa toko dan mal sudah menyiapkan ancang-ancang untuk membanting harga produk-produknya sampai 90% dari harga normal! Menggiurkan banget, ya.

Daripada macet di jalan dan berdesakan di mal, mending ikutan Festival Belanja Online ;) (foto: dok.pri)

Daripada macet di jalan dan berdesakan di mal, mending ikutan Festival Belanja Online 😉 (foto: dok.pri)

Kebayang dong, saking banyaknya barang yang dibeli dan begitu banyaknya orang yang berbelanja produk-produk diskon, pusat-pusat perbelanjaan pasti penuh sesak, dan jalanan menjadi macet luar biasa. Berbagai barang dan produk sudah mengantri untuk diborong para calon pembeli, mulai baju, kosmetik, barang elektronik, sampai kebutuhan rumah tangga selama sebulan ke depan.

Baca lebih lanjut

Mengenal Pahlawan Indonesia Melalui Drama Musikal

Sudah lama sekali saya tidak menonton pertunjukan teater panggung yang berkelas, lengkap dengan suguhan lagu dan tari-tarian, serta untaian kisah yang bermuatan hikmah tanpa kesan menggurui. Dahaga saya akan sebuah pertunjukan ciamik namun edukatif baru terpuaskan tatkala saya diberikan kesempatan untuk menyaksikan sebuah drama musikal yang digelar secara premier pada Jum’at siang tanggal 18 November 2016 lalu di Gedung Teater Utama Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Drama Musikal Khatulistiwa diperankan antara lain oleh Rio Dewanto, Kelly Tandiono, Sita Nursanti dan Teuku Rifnu Wikana. (poster diambil dari website musikalkhatulistiwa.com)

Drama Musikal Khatulistiwa diperankan antara lain oleh Rio Dewanto, Kelly Tandiono, Sita Nursanti dan Teuku Rifnu Wikana. (poster diambil dari website musikalkhatulistiwa.com)

Pertunjukan gerak dan lagu yang dibalut kisah cerita kepahlawanan para pejuang Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda dan Jepang bertajuk Drama Musikal Khatulistiwa: Jejak Langkah Negeriku. Dari judulnya saja, sudah terbayang pertunjukan ini akan dikemas secara heroik dengan lagu-lagu yang menggugah serta adegan demi adegan yang membangkitkan rasa nasionalisme. Dituturkan melalui seorang ayah yang menemani anak-anaknya melakukan perjalanan camping ke pegunungan, drama pertunjukan berdurasi sekitar 2,5 jam ini juga menampilkan beberapa aktor dan aktris yang wajahnya sudah sering berseliweran di media nasional. Sebut saja ada Kelly Tandiono yang berperan sebagai pelatih Pramuka, Sita Nursanti RSD sebagai Ibu Dewi Sartika, Teuku Rifnu Wikana menjadi HOS Cokroaminoto. Selain itu, ada sekitar 100 orang pemain muda yang merupakan mahasiswa/i dari beberapa universitas di Jakarta.

Baca lebih lanjut

Blogger dan Internet: Tidak Terpisahkan!

Menulis blog bagi saya artinya menuangkan berbagai pemikiran yang terkumpul di kepala saya, setelah mendapatkan sebuah ide. Berhubung menulis sudah menjadi kebutuhan (kalau seminggu nggak nulis itu rasanya hati gelisah, he he…), maka ide buat saya bisa datang dari mana saja. Bisa ketika saya sedang mengikuti sebuah event, membaca sebuah artikel di blog lainnya, menyimak berita terkini di televisi atau kanal berita online, bahkan hal yang ringan-ringan seperti menonton video YouTube.

Kegiatan nge-blog sambil berinternet, merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. (foto sumber: huffingtonpost.com)

Kegiatan nge-blog sambil berinternet, merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. (foto sumber: huffingtonpost.com)

Terakhir, saya membuat satu artikel panjang mengenai tokoh First Lady Gedung Putih gara-gara habis menonton trailer film Jackie di YouTube. Itu pun dilakukan tidak sengaja karena saya sedang iseng saja browsing film-film terbaru yang biasanya suka ditampilkan di sana sambil menjelang tidur malam. Browsing-nya biasanya pakai HP, karena toh kalau sudah mengantuk tinggal diletakkan di samping tempat tidur tanpa perlu menegakkan badan lagi ;p. Dasar pemalas ya saya…

Baca lebih lanjut

Usia Cantik, Bukan Sembarang Cantik

 Sewaktu kecil, yang terbayang di kepala andaikata ditanya imej tentang wanita cantik, yang teringat adalah wajah Desy Ratnasari. Pada masa itu, tepatnya sekitar akhir tahun 80 hingga awal 90-an, wajah bintang Gadis Sampul ini memang sering banget seliweran di halaman majalah maupun televisi. Paras imut-imut menggemaskan, rambut panjang, kulit putih. Saat itu, usia Desy masih belum genap 20.

beautiful-definition-quote

Saat saya beranjak remaja dan mengenal tontonan televisi serial impor seperti Beverly Hills, imej saya tentang wanita cantik berubah. Sosok Shannen Doherty yang berperan sebagai Brenda dalam serial tersebut menjadi tolok ukur saya mengenai cantik. Tapi, masih tetap dengan ciri yang sama, yaitu kulit putih dan rambut panjang, plus poni. Beda sekali dengan saya yang pada saat itu masih nggak pede dengan penampilan fisik saya: kulit cenderung coklat sawo matang (kalau nggak mau dibilang gosong ;p), rambut ikal pendek berantakan yang susah diatur, plus mata belo seperti mau keluar, ha ha ha…

Baca lebih lanjut