Mouly Surya dan Kamila Andini Meroket Menuju Pentas Dunia

Selama ini mungkin Anda lebih sering mendengar nama Nia Dinata dan Mira Lesmana sebagai segelintir dari sineas wanita Indonesia yang sudah menorehkan nama di dunia perfilman Indonesia. Tapi mungkin juga Anda belum pernah, atau sesekali saja mendengar nama sineas wanita muda Indonesia yang namanya sudah diperhitungkan di jajaran festival-festival film internasional. Dua di antaranya adalah Mouly Surya dan Kamila Andini.

Kamila Andini (kiri) dan Mouly Surya (kanan), sineas wanita muda Indonesia yang berkiprah di ajang festival film internasional. (foto sumber: indonesianfilmcenter.com)

Kamila Andini (kiri) dan Mouly Surya (kanan), sineas wanita muda Indonesia yang berkiprah di ajang festival film internasional. (foto sumber: indonesianfilmcenter.com)

 

 

Saya mengetahui nama kedua sutradara muda ini sejak gaungnya mulai bergema beberapa tahun belakangan, dan kebetulan pernah menonton film-film hasil besutan mereka. The Mirror Never Lies yang dibintangi Atiqoh Hasiholan dan Reza Rahadian, diproduksi tahun 2011, yang mungkin tidak terlalu banyak dibicarakan di kalangan pencinta film populer, tetapi justru meraih berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri, termasuk Festival Film Indonesia serta Bandung Film Festival. Di luar negeri, film yang mengangkat kisah kehidupan keluarga suku Bajo di Wakatobi ini menyabet berbagai penghargaan di ajang Mumbai Film Festival, Asia Pacific Scren Awards dan Asian Film Awards.  Sang sutradara, Kamila Andini, memulai debutnya sebagai sutradara film dokumenter untuk WWF yang menyoroti kehidupan kura-kura dan batu karang. Mengenyam pendidikan di bidang Seni Media dan Sosiologi di Deakin University, Australia, Kamila juga meraih penghargaan sebagai Young Outstanding Alumni dari Pemerintah Australia atas karya-karya film kreatifnya yang berkibar hingga ke mancanegara.

Lalu, ada film independen What They Don’t Talk About When They Talk About Love karya Mouly Surya yang bercerita mengenai kisah para remaja di sebuah Sekolah Luar Biasa yang tuna rungu, tuna netra dan tuna wicara. Mereka saling jatuh cinta. Bagaimana cara mereka mengekspresikan rasa cintanya dalam masa pubertas inilah yang menjadi tema sentral cerita, dan bagaimana mereka berandai-andai menjadi manusia normal yang jatuh cinta.  Film yang diproduksi tahun 2013 ini juga mendapat banyak pujian dan penghargaan di berbagai kancah film festival internasional, seperti Sundance Film Festival, Busan International Film Festival, International Film Festival Rotterdam, dan banyak lagi. Film ini juga makin mempertegas kualitas akting para pemerannya seperti Nicholas Saputra dan Ayushita.

Sineas-sineas wanita muda Indonesia seperti mereka mungkin namanya tidak terlalu ramai dibicarakan di dalam negeri, namun di Kurio, untungnya saya dapat mengikuti berita terbaru mengenai sepak terjang mereka. Platform aplikasi penyedia berita-berita bermutu dan kredibel ini menyajikan berbagai berita terhangat tidak hanya berkaitan dengan politik atau ekonomi, melainkan juga berita terbaru seputar prestasi anak-anak muda Indonesia. Kurio memang menargetkan pasar utama anak muda dan mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang membutuhkan bacaan berkualitas. Selain itu, anak muda Indonesia dianggap sebagai motor penggerak industri teknologi di Indonesia, yang sesuai dengan platform Kurio yang dapat diakses melalui smartphone setelah mengunduh aplikasinya dari GooglePlay.

Berita teranyar tentang Kamila Andini dan Mouly Surya di Kurio, aplikasi ponsel penyedia berita-berita kredibel. (foto: dok.pri)

Berita teranyar tentang Kamila Andini dan Mouly Surya di Kurio, aplikasi ponsel penyedia berita-berita kredibel. (foto: dok.pri)

Jika saya ketik nama Mouly Surya pada kolom ‘Search for articles‘ di Kurio, misalnya, maka akan muncul hasil pencarian berupa aktivitas dan prestasi terbarunya yang diambil dari berbagai portal berita terpercaya seperti Antaranews.com, JakartaGlobe.com dan Metrotvnews.com. Diberitakan bahwa saat ini Mouly Surya sedang berkolaborasi dengan produser film asal Prancis, Isabelle Glachant, yang dikenal sebagai jurnalis stasiun televisi Canal+, untuk membuat film terbaru berjudul Marlina The Murderer in Four Acts. Film yang akan dibintangi Marsha Timothy ini rencananya akan diikutkan ke beberapa film festival seperti Busan Film Festival dan Cannes Film Festival.

Begitu pula dengan nama Kamila Andini di kolom pencarian artikel Kurio, maka kita akan mengetahui bahwa ia pernah membuat film pendek pertama (Kamila lebih sering membuat film berdurasi panjang) berjudul Sendiri Diana Sendiri yang lolos seleksi Festival Fillm Toronto tahun 2015. Film ini berkisah tentang seorang ibu rumah tangga yang mendengar kabar bahwa suaminya ingin menikah lagi tanpa sepengetahuannya.

Aplikasi penyedia berita terpercaya semacam Kurio diharapkan akan terus bisa memberikan kabar gembira tentang prestasi-prestasi anak muda Indonesia dan menjadi pemicu anak muda-anak muda Indonesia untuk mengikuti jejak mereka. Tentunya jejak dan prestasi yang bagus-bagus, ya. Buat Mouly Surya dan Kamila Andini, teruslah berkarya dan harumkan nama Indonesia! ***

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba blogging bertemakan #MudaBikinBangga yang diselenggarakan oleh Kurio, aplikasi smartphone penyedia berita.

blogcompeterev

Iklan

4 thoughts on “Mouly Surya dan Kamila Andini Meroket Menuju Pentas Dunia

  1. Mugniar

    Kamila Andini, keren ya karena belajar sosiologi juga. Kalau diaplikasikan ilmunya ke filmnya .. wow … bisa berbobot sekali filmnya.

    Maaf baru main ke sini Mbak. 🙂

    Balas
  2. Ping balik: Blogger dan Internet: Tidak Terpisahkan! | "Rumah Corat-Coret" Punya Dina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s