Pemberdayaan Perempuan Indonesia Melalui Blogging

Kegiatan nge-blogging belakangan ini memang semakin banyak diminati, terutama oleh kaum hawa karena sifatnya yang tidak terikat waktu–maksudnya bukan sistem kantoran 9 to 5–dan dapat menulis tentang topik apa saja yang disukai. Aktivitas ini yang kemudian diangkat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dalam sebuah acara bersama para blogger bertajuk “The Power of Content” pada hari Kamis tanggal 27 Oktober yang lalu di Kampus Binus Senayan, Plaza FX Sudirman, Jakarta. Acara yang mengumpulkan sekitar 100-an orang blogger, perempuan maupun laki-laki ini juga bertepatan dengan perayaan ulang Hari Blogger Nasional yang mengenakan berbagai busana daerah dan nasional, mulai dari baju batik, sampai ada yang mengenakan baju adat Bali serta Papua.

Para blogger berkumpul dalam acara yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta portal Serempak.id dalam rangka Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2016. (foto: dok.pri)

Para blogger berkumpul dalam acara yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta portal Serempak.id dalam rangka Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2016. (foto: dok.pri)

KPPPA sendiri juga punya sebuah portal interaktif bernama “Serempak” yang dibuat dan dikembangkan agar pembacanya, termasuk perempuan dan anak-anak, dapat berdiskusi dan berkonsultasi dengan para pakar di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Melalui Serempak inilah, KPPPA mengajak para blogger mendiskusikan mengenai peranan wanita dalam kegiatan blogging, bukan sekadar branding, melainkan juga berbagi ilmu dan kabar baik kepada para pembaca sebagai bagian dari tanggung jawab sosial. Hal ini termasuk ke dalam program Three Ends Plus yang sedang dijalankan oleh KPPA bersama dengan Serempak dalam rangka memberdayakan potensi perempuan–atau istilah kerennya women empowerment–yaitu:

  • End violence against women and children, atau akhiri kekerasan terhadap wanita dan anak
  • End human trafficking, yaitu akhiri perdagangan manusia; dan
  • End barriers to economic injustice, akhiri kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki
  • Akhiri ketertinggalan perempuan terhadap politik
Teh Ani Berta, sebagai salah satu pemateri acara menekankan pentingnya peran blogger dalam tanggung jawab sosial di masyarakat. (foto: dok.pri)

Teh Ani Berta, sebagai salah satu pemateri acara menekankan pentingnya peran blogger dalam tanggung jawab sosial di masyarakat. (foto: dok.pri)

Bahkan, Ibu Ani Berta sebagai salah satu pembicara yang juga dikenal sebagai social blogger, menekankan dalam menulis sebuah blog, baik isi maupun judulnya, hendaklah tidak melecehkan perempuan. Oleh karena itu, verifikasi data dalam menulis blog merupakan salah satu elemen yang sangat penting jika ingin menjadi blogger yang mempunyai tanggung jawab sosial.

Yang menyedihkan memang kasus kejahatan seksual terhadap perempuan tidak terjadi di dunia nyata semata, bahkan juga melalui media daring (online). Kang Maman Suherman, salah satu narasumber yang lebih dikenal di program acara televisi Indonesia Lawak Klub, juga peduli dengan masalah perempuan. Ia menyebutkan bahwa perempuan masih dieksploitasi sebagai pekerja seks online dan cyber crime, dengan total angka mencapai 5002 kasus kekerasan terhadap perempuan. Yang lebih menyedihkan lagi, setiap harinya terjadi sedikitnya 35 kasus tindak kekerasan seksual di Indonesia yang notabene korbannya adalah perempuan,  dengan 65% pelakunya adalah orang terdekat korban! Miris, ya! Katanya Indonesia masih menjadi lahan yang subur sebagai sasaran perdagangan seks dan pedofilia. (Rasanya pingin megang golok :p).

Untuk itu, Ibu Ratna Susianawati yang menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas KPPPA, beserta Ibu Martha Simanjuntak selaku Ketua Pokja Serempak juga pendiri Indonesian Women IT Awareness (IWITA) meminta para blogger menyebarluaskan informasi mengenai program-program kerja KPPPA melalui tulisan-tulisan di blog masing-masing maupun di website Serempak. Hal ini dimaksudkan agar perempuan berani bersuara ketika mengalami pelecehan seksual, berani mengadukannya ke pihak berwenang, memberdayakan dirinya agar tidak menjadi korban, dan mendukung sesama perempuan agar mendapat hak yang setara dengan laki-laki.

Ibu Ratna Susianawati dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meminta para blogger untuk menyebarluaskan informasi mengenai portal Serempak.id agar perempuan berani bersuara. (foto: dok.pri)

Ibu Ratna Susianawati (berdiri) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meminta para blogger untuk menyebarluaskan informasi mengenai portal Serempak.id agar perempuan berani bersuara. Pembicara lainnya Kang Maman Suherman, pemerhati masalah perempuan, dan Ibu Ina Murwani dari Binus (foto: dok.pri)

Acara yang berlangsung dari jam 9 pagi hingga siang hari ini juga dimeriahkan dengan penampilan mahasiswa-mahasiswi Binus yang menyanyikan secara akustik beberapa lagu-lagu hits zaman tahun 90-an hingga sekarang, mulai dari lagunya Reza, Ello hingga Virzha. Selain lagu-lagu yang menghibur, para blogger pun mendapat materi eksklusif mengenai personal blog branding yang disampaikan oleh salah seorang dosen Binus, Ibu Ina Murwani, MM, MBA agar blog kita lebih berkarakter.

Wah, acara hari itu benar-benar bermanfaat deh buat para blogger ke depannya agar membuat isi blognya tidak hanya untuk mengejar materi, melainkan juga memberikan nilai-nilai dan pesan kepada para pengunjung blog agar dapat menarik hikmah atau pelajaran dari blog kita. Terima kasih, Serempak! Maju terus perempuan Indonesia! ***

Iklan

6 thoughts on “Pemberdayaan Perempuan Indonesia Melalui Blogging

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s