Menabung Berhadiah Kejutan Milyaran? Siapa Takut…

Siapa yang nggak kepingin menabung terus dapat hadiah banyak, apalagi hadiahnya mobil atau emas? Siapa saja pun bisa menang asalkan rajin menabung dan menambah saldo di tabungannya. Tidak hanya menambah saldo, tapi juga memperbanyak transaksi menggunakan aplikasi perbankan di ponsel pintar, karena peluang menang akan lebih besar dengan mengumpulkan poin dari transaksi melalui aplikasi tersebut.

Program inilah yang diluncurkan oleh Bank DKI melalui acara bertajuk Hajatan Bank DKI yang digelar pada hari Minggu, 16 Oktober 2016 yang lalu bertepatan dengan Car Free Day di Bundaran HI Jakarta, tepatnya di samping Hotel Mandarin Oriental. Saya beserta teman-teman Blogger Crony, juga para penduduk Jakarta: ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak dan remaja muda-mudi turut melebur dalam kemeriahan acara, sekaligus berolahraga dan bergembira bersama. Ada lomba Zumba Dance yang enerjik dan membakar lemak, ada Flash Mob yang seru, ada juga pawai berbagai kostum unik, serta iring-iringan pasangan pengantin mengenakan baju adat daerah. Lalu, ada hiburan tidak kalah seru di atas panggung bersama Indah Dewi Pertiwi yang menyanyikan lagu-lagunya Dewa 19. Acara hajatan yang benar-benar menyemarakkan suasana akhir pekan Jakarta.

Pertama Kali ‘ Bersentuhan’ Dengan Bank DKI

Pertama kali saya mengenal Bank DKI justru saat masih tinggal di Surabaya sekitar tahun 2013-2015. Waktu itu seorang teman kos yang sedang training di Bank DKI Cabang Surabaya (ternyata Bank DKI juga ada cabang di Surabaya loh, yaitu di Jalan Raya Darmo) menawarkan pada saya untuk dibukakan rekening Tabunganku sebagai tugas yang diberikan kantornya. Berhubung persyaratannya tidak susah, cukup fotokopi KTP dan uang setoran awal Rp 20.000,- (iya, dua puluh ribu saja!), Tabunganku pun sudah menjadi milik saya. Perbedaannya dengan tabungan-tabungan lain yang saya punya, Tabunganku dari Bank DKI tidak mengeluarkan kartu ATM dan keypad untuk transaksi Internet Banking. Pokoknya, fungsinya hanya menabung saja, tidak ada fungsi lain. Bagi yang mudah tergoda menarik uang tunai atau bertransaksi online, Tabunganku cocok banget untuk mengerem berbagai pengeluaran yang tidak perlu.

Pengalaman memanfaatkan layanan Bank DKI untuk membayar biaya retribusi tanah makam almarhumah ibu. (foto: dok.pri)

Pengalaman memanfaatkan layanan Bank DKI untuk membayar biaya retribusi tanah makam almarhumah ibu. (foto: dok.pri)

Kedua kalinya saya berurusan dengan Bank DKI tatkala saya sudah kembali ke Jakarta, tepatnya saat saya mengurusi perpanjangan tanah makam almarhumah ibu. Ternyata, mengurus perpanjangan makam sekarang nggak ribet. Cukup membawa semua dokumen yang diperlukan ke kantor kelurahan, lalu petugas kelurahan akan memberikan semacam surat iuran makam yang harus disetorkan langsung melalui Bank DKI sebesar Rp 40.000,- saja. Jadi, tidak ada lagi pungli-punglian. Saya pun pergi ke Bank DKI terdekat dari kosan saya (dan ternyata Bank DKI di Jakarta tersebar di mana-mana, ha ha ha.. ya jelas lah namanya juga Bank untuk penduduk DKI Jakarta, bagaimana sih ;p), menyetorkan uang dan surat iuran. Lima menit kemudian, beres deh. Mantap banget pelayanannya ;)!

Hajatan Bank DKI : Undian Kejutan Berhadiah Milyaran

Bapak Antonius Widodo, Direktur Bisnis Bank DKI menganjurkan masyarakat untuk membuka rekening Monas atau Simpeda di Bank DKI dan terus menambah saldo agar mendapat kesempatan untuk memenangkan Toyota Fortuner. (foto: dok.pri)

Bapak Antonius Widodo, Direktur Bisnis Bank DKI menganjurkan masyarakat untuk membuka rekening Monas atau Simpeda di Bank DKI dan terus menambah saldo agar mendapat kesempatan untuk memenangkan Toyota Fortuner. (foto: dok.pri)

Hajatan sendiri ada maknanya. Menurut Direktur Bisnis Bank DKI Bapak Antonius Widodo, atau akrab disapa Bapak Antoni, program hajatan dari Bank DKI adalah singkatan dari hadiah kejutan milyaran, yang merupakan wujud apresiasi Bank DKI terhadap para nasabah. Namun, nasabah Bank DKI yang berhak mengikuti program Hajatan Bank DKI ini adalah mereka yang mempunyai Tabungan Monas, Tabungan Monas Bisnis, Tabungan Simpeda dan Tabungan iB Simpeda. Caranya agar kesempatan menang lebih besar, Pak Antoni menganjurkan agar nasabah rajin menambah saldo tabungannya dan rutin bertransaksi menggunakan layanan JakMobile dari Bank DKI.

Sementara, hadiah kejutan dari Bank DKI sangat bervariasi, mulai dari hadiah grand prize berupa 1 unit mobil Toyota Fortuner, dan beberapa hadiah logam mulia emas batangan seberat 2 gram untuk setiap periode. Kalau mau dijentrengin nih hadiahnya yang lengkap bernilai miliaran rupiah, yaitu:

1 Mobil All New Toyota Fortuner,

2 All New Toyota Kijang Innova,

6 All New Toyota Avanza,

6 Yamaha N Max,

28 Yamaha Mio,

362 emas batangan @ 2 gram

Berbagai Hadiah Undian Kejutan Milyaran Rupiah dari Bank DKI. (foto: dok.pri)

Berbagai Hadiah Undian Kejutan Milyaran Rupiah dari Bank DKI. (foto: dok.pri)

Keseluruhan periode Hajatan Bank DKI ini sudah dimulai sejak bulan Oktober 2016 dan akan ditutup bulan Maret 2017. Undian periode pertama akan berakhir bulan Januari 2017, lalu undian untuk periode kedua akan dilakukan pada bulan April 2017. Jadi, jika Anda tidak menang pada periode pertama, masih ada kesempatan untuk memenangkan hadiah undian pada periode kedua ;).

JakMobile dan Tabungan Berhadiah Undian dari Bank DKI

Layanan JakMobile merupakan layanan perbankan Bank DKI yang memanfaatkan kecanggihan teknologi melalui aplikasi smartphone untuk berbagai aktivitas perbankan seperti :

  1. Pengecekan saldo tabungan
  2. Melihat histori transaksi
  3. Transfer dana (ke rekening Bank DKI lainnya maupun antarbank yang berbeda)
  4. Pembayaran tagihan : PBB, PDAM, Telkom
  5. Akun virtual: Pajak Kendaraan Bermotor
Layanan perbankan Bank DKI melalui aplikasi smartphone JakMobile. (foto: dok.pri)

Layanan perbankan Bank DKI melalui aplikasi smartphone JakMobile. (foto: dok.pri)

Nah, fasilitas layanan JakMobile ini bisa Anda akses hanya dengan membuka salah satu dari keempat rekening yang saya sebutkan di atas. Ada perbedaan mendasar antara Tabungan Monas dan Tabungan Simpeda, yaitu:

  • Tabungan Monas setoran awal sebesar Rp 250.000,-;
  • Tabungan Simpeda setoran awal sebesar Rp 50.000,-

Sementara persyaratan lainnya sama, yaitu seperti mengisi formulir pembukaan rekening dan menyertakan fotokopi kartu identitas yang masih berlaku.

Sejarah Bank DKI dan Berbagai Layanan Bagi Penduduk Jakarta

Bank DKI sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 1961 dengan nama PT Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya, lalu lebih dikenal dengan nama Bank BPD Jaya. Lalu, pada tahun 1993 Pemda DKI Jakarta mengubah lagi nama Bank BPD Jaya menjadi BPD DKI Jakarta.

Kartu JakCard dari Bank DKI bisa digunakan sebagai alat pembayaran transportasi busway dan KRL. (foto: dok.pri)

Kartu JakCard dari Bank DKI bisa digunakan sebagai alat pembayaran transportasi busway dan KRL. (foto: dok.pri)

Nah, pada zaman reformasi, yaitu tepatnya tahun 1999, Pemda DKI Jakarta memutuskan untuk mengubah badan hukumnya dari perusahaan daerah menjadi Perseroan Terbatas BPD DKI Jakarta. Bank ini pun mengubah anggaran dasar serta menambah modal dasar setelah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan HAM RI pada tahu 2012. Secara sederhana, dengan pengubahan anggaran dan penambahan modal ini, Bank DKI ingin mewujudkan visi dan misi sebagai bank berkinerja unggul yang menjadi mitra strategis dunia usaha, masyarakat dan andalan Pemprov DKI Jakarta melalui pelayanan terpadu dan profesional.

Ada empat segmen utama yang menjadi fokus Bank DKI, yaitu perbankan konsumer, perbankan komersial, perbankan KPR dan UMKM, serta perbankan syariah. Penjelasan dari masing-masing segmen adalah sebagai berikut:

  1. Perbankan konsumer, untuk niche market guru-guru sekolah negeri di Jakarta sebanyak 200 ribu orang nasabah dan PNS Pemprov DKI sebanyak 100 ribu orang nasabah.
  2. Perbankan komersial, untuk pembiayaan proyek-proyek pengembangan infrastruktur di wilayah DKI Jakarta.
  3. Perbankan KPR dan UMKM, sebagai dukungan Bank DKI terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menengah, serta untuk pemberian kredit rumah.
  4. Perbankan syariah, untuk melayani kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan berbasis syariat Islam

Bank DKI juga terus melakukan inovasi teknologi untuk pengembangan produk kartu JakCard sebagai alat pembayaran untuk moda transportasi umum seperti Busway dan KRL, dan bisa juga digunakan untuk bertransaksi di minimarket Indomaret. Ada pula kartu Jakarta One yang menggunakan sistem penyimpanan data dalam bentuk microchip card, sehingga tidak hanya bisa digunakan sebagai alat pembayaran melainkan juga untuk penyaluran kredit bagi usaha kecil dan menengah. Oleh karena itu, seperti kata Bapak Antoni, Bank DKI tidak ingin sekadar sebagai bank penarik simpanan warga DKI saja, melainkan juga dapat berfungsi sebagai bank yang bisa menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan. Maka Bank DKI pun mengajak masyarakat umum (non-PNS) untuk ikut menjadi nasabah dan memanfaatkan berbagai kemudahan fasilitas yang ditawarkan (termasuk mengikuti program undian berhadiahnya 😉 ).

Bapak Antonius Widodo menjelaskan fungsi kartu JakartaOne tidak hanya sebagai alat pembayaran, melainkan juga untuk penyaluran kredit usaha. Microchip pada kartu berfungsi menyimpan data nasabah. (foto: dok.pri)

Bapak Antonius Widodo menjelaskan fungsi kartu JakartaOne tidak hanya sebagai alat pembayaran, melainkan juga untuk penyaluran kredit usaha. Microchip pada kartu berfungsi menyimpan data nasabah. (foto: dok.pri)

Demi peningkatan kualitas mutu layanan, Bank DKI berpegang pada tujuh prinsip atau etos kerja (Code of Conduct) yang diterapkan pada semua karyawannya. Ketujuh prinsip tersebut adalah Komitmen, Teamwork, Profesionalisme, Pelayanan, Disiplin dan Kerja Keras, serta Integritas, yang disingkat menjadi KTPP DKI. Seluruh karyawan, mulai dari teller hingga manajer diwajibkan untuk taat pada prinsip tersebut sehingga kualitas pelayanan tidak hanya kita dapatkan di kantor pusat, tapi juga di kantor-kantor cabang Bank DKI di daerah-daerah.

Ada mobil Bank DKI juga loh selama Car Free Day. Nasabah jadi nggak perlu repot mencari ATM untuk menarik dana tunai ;). (foto: dok.pri)

Ada mobil Bank DKI juga loh selama Car Free Day. Nasabah jadi nggak perlu repot mencari ATM untuk menarik dana tunai ;). (foto: dok.pri)

Saya sendiri sih sudah merasakan layanan dari Bank DKI cabang dekat kosan saya di Salemba yang cepat dan ramah, tidak ketinggalan murah senyum. Hm…, mungkin dalam waktu dekat saya akan meng-upgrade tabungan saya dari Tabunganku menjadi Tabungan Simpeda, siapa tahu bisa menang salah satu hadiah undiannya, he he he ;). ***

Iklan

10 thoughts on “Menabung Berhadiah Kejutan Milyaran? Siapa Takut…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s