Keakraban Ibu dan Anak di Me vs Mami

Kalau kamu lagi sebel sama ibu kamu, kalau kamu lagi bete sama omelan dan ceramah ibu kamu yang tiada henti, kalau kamu merasa selalu diawasi sama ibu kamu… ada baiknya kamu nonton film yang satu ini. Tunggu dulu, film yang akan tayang tanggal 20 Oktober 2016 nanti bukanlah film yang mengharu-biru dan sarat dengan petuah-petuah berat. Sebaliknya, Cut Mini dan Irish Bella di sini berhasil menyuguhkan karakter ibu-anak dengan aksi mengocok perut karena tingkah laku di antara keduanya bak antara anjing-kucing. Tiada hari tanpa berantem!

Acara press conference Me vs Mami setelah penayangan perdana film ini pada hari Sabtu, 8 Oktober 2016. (foto: dok.pri)

Acara press conference Me vs Mami bersama kru dan pemain setelah penayangan perdana film ini pada hari Sabtu, 8 Oktober 2016 di Cinema XXI Gandaria City, Jakarta. (foto: dok.pri)

Tapi, di balik acara berantem dan adu mulut nyaris setiap waktu itu menyimpan banyak makna. Bahwa, hubungan ibu dan anak, apalagi ketika si anak beranjak remaja, ya… seperti itu.  Benci tapi sayang, sayang tapi benci. Percekcokan di antara keduanya malahan menimbulkan rasa iri seorang pemuda misterius, dimainkan oleh Dimas Aditya, yang secara kebetulan selalu muncul di hampir setiap adegan dan mengamati perilaku mereka berdua. Pemuda misterius bernama Rio yang tidak pernah mengalami rasanya punya ibu, karena ditinggal mati sejak kecil.

Mami Yang Cerewet vs Mira Yang Manja

Film yang diberi judul Me Vs Mami garapan MNC Pictures ini mengangkat setting tanah Minangkabau yang elok dengan Lembah Harau, Danau Maninjau, Jam Gadang Bukittinggi, yang membuat penonton (termasuk saya) bervisualisasi suatu hari bisa menginjakkan kaki di sana. Cerita pun mulai bergulir tatkala Mira, si anak berusia remaja menjelang dewasa, tiba-tiba mendapat telepon interlokal dari seseorang yang mengaku nenek buyut dari pihak ayahnya, mengabari bahwa ia sekarat. Si nenek buyut ingin sekali berjumpa Mira sebelum mangkat dan memintanya berkunjung ke kampung halaman, namun sang mami tak sudi anak semata wayangnya pergi sendiri. Padahal, Mira sebal sekali selalu dikontrol oleh maminya. Ia merasa takkan bisa bebas kalau ke tanah Sumatera pun harus dikawal si mami cerewet yang tidak pernah mengerti keinginan Mira. Sayangnya kelakuan Mira sendiri masih seperti bocah alay yang lebih suka main handphone dan bergosip dengan sahabat perempuannya,  atau suka bangun kesiangan kalau tidak ditelepon maminya, ketimbang membiasakan diri hidup disiplin.

Cut Mini memerankan karakter Maudy Wirasti, seorang mami yang sukses dalam karir tapi cerewet dan bawel dalam mengurus anak semata wayangnya. (foto: dok.pri)

Cut Mini memerankan karakter Maudy Wirasti, seorang mami yang sukses dalam karir tapi cerewet dan bawel dalam mengurus anak semata wayangnya. (foto: dok.pri)

Dari sisi sang mami, Mira adalah anak satu-satunya yang ia miliki sejak ditinggal suaminya yang dikabarkan meninggal. Sebagai single fighter, sang mami berusaha menghidupi kebutuhan keluarga kecil dengan bekerja keras sebagai koki hingga ia menjadi chef terkenal yang mempunyai program acara sendiri di televisi. Namun, ketenarannya ini malah dianggap Mira bahwa ia hanya mementingkan karir. So, jadilah hubungan antara ibu dan anak ini bagai minyak dituang ke air. Keduanya ingin saling dimengerti, tanpa berusaha berbicara dari hati ke hati. Gambaran ini persis seperti yang terjadi antara saya dan almarhumah ibu, ketika saya ingin lepas dari orangtua karena merasa sudah cukup usia dan ingin mengatur kehidupan sendiri, namun almarhumah ibu sepertinya belum rela melepas saya dengan berbagai aturannya, he he he… Maka itu, komunikasi, rasa pengertian dan kepercayaan seharusnya ada dalam diri satu sama lain.

Unsur Budaya Minang Yang Kental

Film berdurasi 1 jam 33 menit ini 90% lokasi syutingnya diambil di Sumatera Barat selama 18 hari pada sekitar bulan Maret 2016. Disutradarai oleh Ody Chandra Harahap, film ini juga mengenalkan tradisi lainnya masyarakat Minang yang belum pernah kita ketahui, seperti bertransaksi jual beli kerbau dengan menyembunyikan tangan antara penjual dan pembeli di bawah sarung. Yang menarik, transaksi ini tidak boleh dilihat oleh orang yang bukan muhrimnya.

Me vs Mami menampilkan budaya masyarakat Minang masa kini. (foto sumber: youtube.com)

Me vs Mami menampilkan budaya masyarakat Minang masa kini. (foto sumber: youtube.com)

Padahal, bukan sekali ini saya menyaksikan film-film yang kental dengan nuansa adat Sumatera Barat. Sebut saja Sitti Nurbaya dan Sengsara Membawa Nikmat pada akhir tahun 1980-an, atau yang teranyar Tenggelamnya Kapal Van der Wijck pada tahun 2014. Ada pula sisipan dialek khas Minang seperti rancak yang artinya cantik. Bedanya, Me vs Mami menghadirkan suasana Minang modern dalam nuansa komedi, dengan gambaran masyarakat lokal yang masih memegang nilai adat.

Budaya matriarkis juga sangat terasa dengan dominasi tokoh perempuan hampir di sepanjang film. Misalkan saja penggambaran sosok Maudy, sang mami yang serba bisa: bisa memasak, bisa nyetir, mengurus anak seorang diri, berkarir hingga puncak. Ada pula tokoh perempuan desa yang sedang hamil besar yang ditemui Maudy-Mira-Rio saat tersesat. Diceritakan tokoh perempuan ini sedang ditinggal suaminya merantau dan sebentar lagi akan melahirkan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia pulang-pergi ke pasar sendirian naik bentor yang dikemudikannya sendiri. Padahal jarak pasar dan rumahnya bisa jadi lebih dari satu kilometer. Lalu ada juga tokoh bidan perempuan yang mengurus kliniknya sendiri, padahal usianya juga tidak terbilang muda, tinggal di sebuah lokasi terpencil di pedalaman.

*

Jadi, buat kamu yang merasa sebal sama ibu kamu, atau buat ibu-ibu yang bingung bagaimana cara menangani anak perempuannya yang rebel alias tukang berontak, Me vs Mami dapat dijadikan tontonan ringan film keluarga tanpa merasa digurui. Jangan lupa siapkan tisu untuk beberapa adegan menyentuh yang membuktikan bahwa kasih ibu kepada anaknya memang tidak terhingga sepanjang masa. Selamat menonton!

Judul : MeVs Mami
Genre : Drama Komedi
Sutradara : Ody C Harahap
Penulis Skenario : Vera Varidia
Produser : Danny Saputra
Rumah Produksi : MNC Pictures
Tanggal Rilis : 20 Oktober 2016
Pemain :
Dimas Aditya
Irish Bella
Cut Mini
Mike Lucock
Gading Martin
Selvi Kitty
Pierre Gruno
Anwar Bab

Iklan

12 thoughts on “Keakraban Ibu dan Anak di Me vs Mami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s