Pengalaman Perbankan Bersama BCA

Tulisan saya kali ini  akan bercerita tentang pengalaman saya sebagai nasabah Bank Central Asia (BCA). Jujur saja, saya mulai tertarik untuk membuka rekening di BCA sejak memerhatikan kedua orangtua saya sama-sama punya rekening tabungan Tahapan BCA. Sebelumnya saya hanya punya satu rekening tabungan di bank lain, itu juga demi keperluan pembuatan Kartu Mahasiswa (KTM) dan pembayaran uang kuliah. Saat itu kampus saya memang belum ada kerjasama dengan BCA.

Rekening Tahapan dan Paspor BCA

Membuka rekening Tahapan BCA memudahkan saya menerima transferan honor dari penerbit. (foto: dok.pri)

Membuka rekening Tahapan BCA memudahkan saya menerima transferan honor dari penerbit. (foto: dok.pri)

Namun, melihat kedua orangtua saya yang mempunyai rekening Tahapan BCA mendapatkan berbagai kemudahan, antara lain tidak perlu susah-susah mencari ATM karena mesin ATM BCA tersebar di mana-mana, maka saya berpikir untuk membuka tabungan di BCA juga. Sementara, ATM bank tempat saya membuka rekening tabungan merangkap KTM tidak banyak. Jadi, agak kesulitan juga untuk menarik uang di mesin ATM, apalagi saat itu belum ada fungsi atau fitur ATM bersama.

Ditambah lagi, saat kuliah saya sudah mulai punya penghasilan sendiri dari menulis, sehingga menurut saya akan lebih mudah jika punya rekening tabungan di BCA karena proses transfernya lebih cepat. Yah, waktu itu masih awal tahun 2000. Kemudahan perbankan tidak seperti sekarang, hanya bank tertentu yang menawarkan fasilitas lebih banyak. Seingat saya, untuk proses pentransferan dari mana pun ke rekening tabungan saya (yang saat itu bukan BCA), memakan waktu 1 hingga 2 hari.  Padahal, kebanyakan penerbit atau media yang menerbitkan tulisan saya mentransfer honor dari rekening perusahaan, yang kebetulan rekening BCA juga. So, saya pun memutuskan untuk membuka rekening Tahapan BCA menjelang kelulusan kuliah, jika tidak salah sekitar tahun 2005-2006.

Logo Maestro Cirrus yang terdapat di balik kartu Paspor BCA sangat membantu saya melakukan transaksi tarik tunai selama berada di Eropa. (foto: dok.pri)

Logo Maestro Cirrus yang terdapat di balik kartu Paspor BCA sangat membantu saya melakukan transaksi tarik tunai selama berada di Eropa. (foto: dok.pri)

Mempunyai rekening Tahapan BCA, secara otomatis nasabah mendapatkan Kartu Debit BCA saya, yang disebut juga Paspor BCA. Kartu debit ini sangat membantu memudahkan urusan finansial saya selama menempuh pendidikan di Eropa. Sekitar tahun 2007 hingga 2010, saya selalu membawa Paspor BCA saya di dompet selama masa studi S2 di Prancis dan Italia, karena berkat fitur logo Maestro dan Cirrus pada Kartu Debit BCA, saya bisa menarik uang di ATM bank mana saja. Meskipun saya menerima beasiswa yang ditransfer ke rekening tabungan bank setempat, saya juga tetap membawa Paspor BCA buat jaga-jaga andaikan uang beasiswa terlambat turun. Bukan berarti maksudnya saya menerima kiriman uang dari orangtua, bukan. Tetapi lebih tepatnya menerima kiriman honor terjemahan (saya tetap nyambi sebagai penerjemah tertulis selama kuliah) dan royalti menulis dari buku-buku saya :). Seingat saya, pada masa itu sekali menarik ATM dikenakan charge sebesar Rp 50ribu, jadi biasanya saya selalu menarik dalam jumlah agak besar, minimal 50 Euro deh.

Transaksi di Luar Negeri dengan BCA

Kartu Paspor BCA juga sering saya gunakan untuk keperluan transaksi di toko untuk menggantikan pembayaran secara tunai. Tapi ini baru bisa dilakukan di Indonesia. Saya mulai membiasakan diri membayar di kasir, biasanya untuk berbelanja keperluan mingguan atau bulanan, atau membeli buku, dengan menggunakan Paspor BCA, asalkan toko tersebut mempunyai mesin EDC. Alhamdulillah hingga saat ini proses transaksi yang saya lakukan dengan menggunakan kartu debit BCA selalu aman. Berarti enkripsi mesin EDC-nya BCA memang canggih ya ;).

Pembayaran honor terjemahan dari agency di luar negeri menggunakan Paypal. BCA dapat menerima pencairan dana dari Paypal dengan proses mudah serta cepat. (foto: screenshot Paypal, dok.pri)

Pembayaran honor terjemahan dari agency di luar negeri menggunakan Paypal. BCA dapat menerima pencairan dana dari Paypal dengan proses mudah serta cepat, hanya 1 hari. (foto: screenshot Paypal, dok.pri)

Oya, selama masa kuliah saya beberapa kali menerima tawaran terjemahan dari translator agency di luar negeri. Agar memudahkan pembayaran honor, agen-agen penerjemahan ini lebih suka membayar honor saya dengan cara mentransfer ke rekening Paypal saya ketimbang mentransfer ke rekening bank, karena biaya pemotongannya (istilahnya biaya administrasi) lebih kecil daripada ke rekening konvensional. Selayaknya kita mentransfer uang antar bank yang berbeda, sudah pasti ada biaya administrasi, bukan? Nah, rekening Paypal adalah semacam rekening online di internet yang mempunyai fungsi melakukan dan menerima pembayaran. Untuk mencairkan dana yang kita terima di rekening Paypal, maka kita harus memasukkan data rekening bank yang kita punya ke rekening Paypal, dan kebetulan sekali BCA merupakan bank yang dapat menerima pengiriman uang dari Paypal. Proses pencairannya pun lebih cepat ketimbang bank-bank lainnya, dalam satu hari kerja saja dana yang dikirimkan dari rekening Paypal sudah masuk ke rekening Tahapan BCA saya.

Transaksi Online : Klik BCA dan Klik Pay

Transaksi perbankan via internet melalui fitur Klik BCA: memudahkan saya melakukan pembayaran tagihan dan pengiriman uang ke rekening ortu meskipun saya berada di luar negeri. (foto: dok.pri)

Transaksi perbankan via internet melalui fitur Klik BCA: memudahkan saya melakukan pembayaran tagihan dan pengiriman uang ke rekening ortu meskipun saya berada di luar negeri. (foto: dok.pri)

Fitur lainnya dari BCA yang juga telah saya gunakan sejak lama adalah Internet Banking yang disebut Klik BCA. Fitur ini sangat membantu saya untuk proses transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian pulsa (sewaktu saya masih menggunakan pulsa prabayar), pembelian tiket pesawat, dan masih banyak lagi. Klik BCA juga sangat berguna ketika saya masih berada di luar negeri untuk tetap bisa melakukan berbagai pembayaran, hingga transfer uang ke rekening kedua orangtua saya. Jika menggunakan fitur ini, maka tentunya nasabah seperti saya akan mendapatkan Keypad BCA agar transaksi melalui Klik BCA dapat berjalan secara aman. Dalam hal pembayaran berbagai tagihan, pengalaman saya bertransaksi menggunakan Klik BCA biasanya pembayaran sampai di rekening tujuan pada saat itu juga di hari yang sama. Jadi, tidak perlu menunggu hingga lebih dari satu hari dan uang baru masuk. Selain itu, Klik BCA bisa diakses juga melalui ponsel pintar melalui aplikasi peramban (browser). Jadi, meskipun saya tidak sedang berada di depan komputer, saya tetap bisa melakukan transaksi online asalkan tetap memegang Keypad BCA di tangan.

Pernah satu kali saya mengalami Keypad BCA saya hilang. Saya sendiri lupa di mana dan kapan hilangnya. Ternyata proses penggantiannya mudah. Tidak perlu lapor ke kantor polisi, tapi cukup menelepon Halo BCA terlebih dahulu di 1500888 untuk meminta pemblokiran, selanjutnya operator di seberang akan memberikan instruksi mengenai langkah yang harus dilakukan untuk proses penggantiannya. Pengalaman saya cukup dengan membawa buku tabungan Tahapan BCA yang asli (bukan fotokopi), KTP, dan kartu Paspor BCA ke Bank BCA terdekatBegitu pula jika kita kehilangan kartu Paspor BCA, prosesnya kurang lebih sama, jangan lupa segera minta pemblokiran dulu melalui Halo BCA di 1500888.

Klik BCA ini juga memudahkan saya dalam berbelanja secara online di berbagai situs e-commerce, apalagi sejak munculnya fitur Klik Pay. Saya sendiri sih hingga saat ini belum pernah menggunakan Klik Pay, bukan karena sulit atau apa, tapi karena saya merasa sudah nyaman menggunakan Klik BCA :). Kalau saya lihat sepintas sih fitur ini memudahkan kita melakukan pembayaran online tanpa perlu menggunakan Keypad BCA, asalkan sudah memasukkan sejumlah dana dari Klik BCA ke rekening Klik Pay kita. Lalu, proses transaksi akan diaktifasi atau berjalan setelah kita memasukkan kode yang terkirim ke nomor ponsel kita. Jadi sederhananya begini:

Beginilah cara menggunakan Klik Pay untuk transaksi pembelanjaan di situs-situs e-commerce. (screenshot pribadi)

Beginilah cara menggunakan Klik Pay untuk transaksi pembelanjaan di situs-situs e-commerce. (screenshot pribadi)

Pilih barang -> pilih menu pembayaran Klik Pay -> peramban dialihkan ke akun Klik Pay kita -> login -> konfirmasi dengan kode OTP yang dikirimkan ke ponsel -> transaksi selesai

Cara ini bermanfaat buat nasabah yang suka kelupaan membawa Keypad BCA-nya.

Transaksi Non Tunai dengan Flazz

Satu lagi fitur dari BCA yang juga telah saya rasakan manfaatnya adalah kartu Flazz. Awalnya saya menggunakan kartu ini sebagai alat pembayaran yang wajib menggantikan tiket Transjakarta (atau busway). Awalnya saya rada sebel juga berarti nambah lagi dong jumlah kartu di dompet saya, ‘kan bikin berat, he he he..  .

Kartu Flazz biasa saya gunakan untuk naik Transjakarta. Selain itu, pembelian buku di toko buku langganan dapat diskon 10% ! (foto: dok.pri)

Kartu Flazz biasa saya gunakan untuk naik Transjakarta. Selain itu, pembelian buku di toko buku langganan dapat diskon 10% ! (foto: dok.pri)

Ternyata saya baru merasakan manfaatnya tatkala kartu Flazz ini bisa juga dipakai sebagai alat pembayaran non tunai di merchant-merchant yang bertanda Flazz tanpa minimum transaksi. Bahkan untuk pembelian buku di toko buku langganan, saya bisa mendapatkan diskon 10% jika membayar pakai Flazz ini. Hanya saja penggunaan kartu Flazz tidak pakai PIN dan tidak ada nomor kartu bahkan identitas, jadi kalau hilang… ya sudah, saldo di dalamnya juga tidak bisa kita selamatkan. Dengan kata lain, jika kartu Flazz itu ditemukan orang lain, maka orang tersebut bisa langsung menggunakan kartu Flazz kita dan sisa saldo di dalamnya. Kita juga tidak bisa menelepon untuk minta diblokir, wong tidak ada data identitasnya, koq.

*

Di antara berbagai fitur dan kemudahan yang diberikan BCA dalam aktivitas perbankan saya, maka saya harus lebih bijak menggunakan uang yang saya miliki. Mudah dan praktis bukan berarti uang lebih sering habis gara-gara tidak bisa mengatur kondisi finansial kita, ‘kan. Fitur dan fasilitas diciptakan untuk memudahkan transaksi, bukan untuk menguras isi. Yah, setidaknya perencanaan mengatur keuangan untuk kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan masa depan mulai saya lakukan sejak saat ini. Bijak mengelola uang, berarti bijak untuk masa depan. ***


berpartisipasi dalam “My BCA Experience” Blog Competition

Iklan

4 thoughts on “Pengalaman Perbankan Bersama BCA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s