Arsip Bulanan: Oktober 2016

Mouly Surya dan Kamila Andini Meroket Menuju Pentas Dunia

Selama ini mungkin Anda lebih sering mendengar nama Nia Dinata dan Mira Lesmana sebagai segelintir dari sineas wanita Indonesia yang sudah menorehkan nama di dunia perfilman Indonesia. Tapi mungkin juga Anda belum pernah, atau sesekali saja mendengar nama sineas wanita muda Indonesia yang namanya sudah diperhitungkan di jajaran festival-festival film internasional. Dua di antaranya adalah Mouly Surya dan Kamila Andini.

Kamila Andini (kiri) dan Mouly Surya (kanan), sineas wanita muda Indonesia yang berkiprah di ajang festival film internasional. (foto sumber: indonesianfilmcenter.com)

Kamila Andini (kiri) dan Mouly Surya (kanan), sineas wanita muda Indonesia yang berkiprah di ajang festival film internasional. (foto sumber: indonesianfilmcenter.com)

 

 

Baca lebih lanjut

Iklan

Pemberdayaan Perempuan Indonesia Melalui Blogging

Kegiatan nge-blogging belakangan ini memang semakin banyak diminati, terutama oleh kaum hawa karena sifatnya yang tidak terikat waktu–maksudnya bukan sistem kantoran 9 to 5–dan dapat menulis tentang topik apa saja yang disukai. Aktivitas ini yang kemudian diangkat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dalam sebuah acara bersama para blogger bertajuk “The Power of Content” pada hari Kamis tanggal 27 Oktober yang lalu di Kampus Binus Senayan, Plaza FX Sudirman, Jakarta. Acara yang mengumpulkan sekitar 100-an orang blogger, perempuan maupun laki-laki ini juga bertepatan dengan perayaan ulang Hari Blogger Nasional yang mengenakan berbagai busana daerah dan nasional, mulai dari baju batik, sampai ada yang mengenakan baju adat Bali serta Papua.

Para blogger berkumpul dalam acara yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta portal Serempak.id dalam rangka Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2016. (foto: dok.pri)

Para blogger berkumpul dalam acara yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta portal Serempak.id dalam rangka Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2016. (foto: dok.pri)

Baca lebih lanjut

Menabung Berhadiah Kejutan Milyaran? Siapa Takut…

Siapa yang nggak kepingin menabung terus dapat hadiah banyak, apalagi hadiahnya mobil atau emas? Siapa saja pun bisa menang asalkan rajin menabung dan menambah saldo di tabungannya. Tidak hanya menambah saldo, tapi juga memperbanyak transaksi menggunakan aplikasi perbankan di ponsel pintar, karena peluang menang akan lebih besar dengan mengumpulkan poin dari transaksi melalui aplikasi tersebut.

Program inilah yang diluncurkan oleh Bank DKI melalui acara bertajuk Hajatan Bank DKI yang digelar pada hari Minggu, 16 Oktober 2016 yang lalu bertepatan dengan Car Free Day di Bundaran HI Jakarta, tepatnya di samping Hotel Mandarin Oriental. Saya beserta teman-teman Blogger Crony, juga para penduduk Jakarta: ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak dan remaja muda-mudi turut melebur dalam kemeriahan acara, sekaligus berolahraga dan bergembira bersama. Ada lomba Zumba Dance yang enerjik dan membakar lemak, ada Flash Mob yang seru, ada juga pawai berbagai kostum unik, serta iring-iringan pasangan pengantin mengenakan baju adat daerah. Lalu, ada hiburan tidak kalah seru di atas panggung bersama Indah Dewi Pertiwi yang menyanyikan lagu-lagunya Dewa 19. Acara hajatan yang benar-benar menyemarakkan suasana akhir pekan Jakarta.

Baca lebih lanjut

Alternatif Membaca Berita Tanpa Hoax

Di tengah derasnya berbagai arus informasi yang kita terima, kebanyakan dari kita suka nggak nyadar kalau berita yang kita baca itu kemungkinan besar bohong alias hoax. Apalagi di jaman teknologi informasi dengan banyaknya pilihan sumber informasi yang bisa kita peroleh, baik itu dari media-media besar yang sudah mapan maupun media baru yang tumbuh pesat dengan sekali klik melalui laman internet yang mereka miliki. Kalau sudah begitu, kita sebagai konsumen seringnya jadi bingung, berita dari media manakah yang sebaiknya saya baca? Sumber informasi dari media apakah yang bisa saya percayai kebenarannya? Masih mending ya kalau kita bersikap kritis seperti itu, biasanya justru tidak sedikit juga pembaca yang langsung percaya saja dan langsung men-‘share‘ informasi yang didapatkannya ke media sosial.

Bapak David Wayne Ika, CEO Kurio sedang memberikan penjelasan mengenai visi dan misi Kurio sebagai aplikasi penyedia informasi berita yang dapat dipercaya dan bukan hoax. (foto: dok.pri)

Bapak David Wayne Ika, CEO Kurio sedang memberikan penjelasan mengenai visi dan misi Kurio sebagai aplikasi penyedia informasi berita yang dapat dipercaya dan bukan hoax. (foto: dok.pri)

Melihat kenyataan ini, David Wayne Ika beserta tim Merah Putih Incubator, membuat sebuah aplikasi berbasis Android dan iOS yang berisi kumpulan berita yang diambil dari berbagai media besar di Indonesia. Kurio, nama aplikasi tersebut, diluncurkan pada bulan November 2013 dengan menggandeng beberapa penerbit besar seperti MetroTV News, IDN Times, Tribunnews, Liputan6.com, Beritagar, Intisari Online, Sajian Sedap, Good News From Indonesia. Aplikasi yang hingga saat ini telah diunduh oleh lebih dari 500 ribu pengguna membawa misi untuk menyebarluaskan berita-berita yang kredibel dan bukan sekadar untuk meraih rating atau klik terbanyak (disebut clickbait).

Baca lebih lanjut

Mutiara dari Selatan Kebanggaan Indonesia

Pembaca yang lahir pada tahun 1980-an mungkin cukup akrab dengan seorang penyanyi yang dijuluki “mutiara dari Selatan“-nya Indonesia. Tapi, yang akan saya bicarakan di sini bukanlah mendiang Andi Meriem Mattalatta yang cantik dengan suara lembut menawan, dan pernah memanjakan telinga pirsawan Indonesia sepanjang dekade 80 hingga 90-an awal ;). Mutiara dari Selatan yang saya maksud adalah butir mutiara betulan dari Indonesia yang disebut dengan Indonesia South Sea Pearl, dihasilkan oleh kerang tiram laut yang dapat ditemukan di perairan laut lepas tropis hingga sedalam 80 meter.

Andi Meriem Mattalatta yang dikenal sebagai biduan "Mutiara dari Selatan" pada akhir tahun 1980 dan awal tahun 1990-an. (foto sumber: youtube.com)

Andi Meriem Mattalatta yang dikenal sebagai biduan “Mutiara dari Selatan” pada akhir tahun 1980 dan awal tahun 1990-an. (foto sumber: youtube.com)

Jika melihat mutiara, terutama yang sudah dipadupadankan dengan perhiasan emas seperti kalung, cincin, dan giwang, maka saya akan teringat dengan almarhumah ibu yang memang senang bersolek. Kalung-kalung dan perhiasan mutiara pernah singgah di beauty case beliau semasa masih hidup, dan terkadang saya suka mengamati aksesoris berharga tersebut. Meskipun almarhumah ibu telah memiliki kalung dan giwang bertahtakan mutiara sejak muda, namun hingga masa tuanya mutiara-mutiara tersebut masih utuh, seolah baru dibeli. Tidak ada goresan, warnanya tidak berubah–tetap putih bersinar padahal sering terkena semprotan parfum, dan selalu berkilau setiap kali terkena cahaya lampu atau pun sinar matahari. Sayang nya sebelum meninggal, berhubung kedua anak perempuannya (termasuk saya) tidak suka mengenakan perhiasan, maka mutiara-mutiara tersebut telah dijual untuk membiayai pengobatan beliau. Jadi saya tidak punya catatan mengenai perhiasan mutiara yang pernah dimilikinya.

Baca lebih lanjut

Sosialisasi Indonesian Pearl Festival 2016: Menguak Tabir Mutiara Indonesia

Untuk keenam kalinya, Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menggelar pameran mutiara bertajuk Indonesian Pearl Festival (IPF). Acara yang digelar setiap setahun sekali pada bulan November ini disosialisasikan dalam sebuah pra-event yang mengundang para wartawan, blogger, fotografer, disainer serta para nelayan dan pedagang dari seluruh Indonesia pada hari Kamis, 13 Oktober 2016 yang lalu di Gedung Mina Bahari III, Jakarta. Sosialiasi pra-event dengan mendatangkan berbagai kalangan ini, selain untuk menyebarkan informasi mengenai pameran, juga untuk mengumumkan berbagai jenis lomba yang diselenggarakan KKP. Lomba-lomba yang berkaitan dengan IPF ini ada lomba menulis blog, lomba fotografi, dan lomba disain aksesoris, yang mengangkat tema “Menguak Tabir Indonesian South Sea Pearls“.

Ibu Susi Pudjiastuti (berdiri), Menteri Kelautan dan Perikanan dalam acara sosialisasi pra-event Indonesian Pearl Festival 2016 di Gedung Mina Bahari III, 12 Oktober 2016, Jakarta. (foto: dok.pri)

Ibu Susi Pudjiastuti (berdiri), Menteri Kelautan dan Perikanan dalam acara sosialisasi pra-event Indonesian Pearl Festival 2016 di Gedung Mina Bahari III, 13 Oktober 2016, Jakarta. (foto: dok.pri)

Selain itu, masih berkaitan dengan IPF, akan dilaksanakan juga forum bisnis bagi para investor dan businessmen bertajuk Sharpening Fisheries Business Work for Everyone. Forum ini dimaksudkan menjadi jembatan antarpelaku sektor usaha kelautan dan perikanan, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, diharapkan juga forum tersebut akan menarik para investor untuk berbisnis mutiara di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Alternatif Pinjam Uang Tanpa Kredit Ke Bank

Kebutuhan mendadak akan tersedianya dana tunai memang tidak bisa kita duga kapan datangnya. Namanya juga mendadak. Kejadian yang dialami pun juga tidak bisa diperkirakan kapan munculnya. Misalkan saja ada anggota keluarga yang sakit dan diopname, atau saudara mengalami kecelakaan. Meskipun ada yang namanya asuransi, tidak semua orang punya fasilitas asuransi yang sama. Kebutuhan dana mendadak lainnya misalnya urunan membelikan kado dan kue ulang tahun teman sekantor, padahal belum gajian. Atau salah seorang pegawai kantor, seperti tukang kebun, satpam, office boy mengalami musibah.

Perlunya mempunyai dana darurat untuk berbagai keperluan mendadak, seperti biaya berobat, membelikan kado ulang tahun teman atau kolega, membantu keluarga yang mengalami musibah. (foto: uangteman.com)

Perlunya mempunyai dana darurat untuk berbagai keperluan mendadak, seperti biaya berobat, membelikan kado ulang tahun teman atau kolega, membantu keluarga yang mengalami musibah. (foto: uangteman.com)

Berbagai kejadian di atas menyiratkan perlunya mempunyai dana darurat. Tapi bagaimana kalau kita sama sekali sedang tidak punya uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di atas? Sedangkan pengalaman meminjam uang di bank, bunganya tinggi sekali, belum lagi berbagai biaya yang ditimbulkan apabila terlambat membayar, biaya administrasi, biaya penalti, dan lain-lain. Selain itu, meminjam uang di bank tidak bisa dalam jumlah sedikit dan jangka waktu sebentar. Setidaknya diperlukan waktu minimal 24 bulan untuk mencicil sebagai syarat pembayaran. Jika ingin melunasi sebelum waktunya malah dikenakan biaya lagi. Menyebalkan, bukan?

Baca lebih lanjut