Hunian Berkonsep Indonesia di “Indonesia Is Me”

Dari dulu (bahkan sampai sekarang) saya selalu bermimpi suatu hari bisa memiliki hunian yang berkonsep Indonesia. Jika saya amat-amati, hunian zaman sekarang yang ada di Indonesia, khususnya di Jakarta, selalu menggunakan nama asing dengan disain arsitektur bangunan maupun interior yang tidak mencirikan Indonesia. Padahal, tinggal di negara tropis dengan budaya multikultur sudah seharusnya selaras dengan bangunan tempat tinggalnya.

memilih dan memiliki hunian atau properti bernuansa Indonesia, mungkin kah? (foto sumber: hukumproperti.com)

memilih dan memiliki hunian atau properti bernuansa Indonesia, mungkin kah? (foto ilustrasi: hukumproperti.com)

Celah ini yang dilihat oleh Synthesis Development, sebuah perusahaan pengembang di Indonesia yang sebelumnya pernah mengerjakan beberapa proyek properti, nggak hanya apartemen melainkan juga gedung perkantoran, hotel dan mal. Saya juga baru tahu bahwa apartemen Kalibata City dan Plaza Semanggi termasuk proyeknya Synthesis Development, yang menurut pengamatan saya sebagai orang awam sih terbilang sukses ya. Terbukti mal Plaza Semanggi nggak pernah sepi, sedangkan apartemen Kalibata City menjadi hunian incaran kalangan kelas pekerja dan mahasiswa/i karena harga sewanya yang lumayan murah untuk golongan ekonomi menengah ke bawah. Hampir semua properti hunian gedung perkantoran, hotel dan mal yang digarap Synthesis Development mempunyai ciri khas Indonesia. Nggak percaya? Baca deh reportase saya berikut…

Proyek Baru Synthesis Development untuk Tahun 2016

Nah, di tahun 2016 ini, Synthesis Development membuat empat proyek besar di tiga kawasan yang berbeda di Jakarta. Bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71, Synthesis Development ingin mempersembahkan sesuatu yang spesial dalam mempromosikan dan meluncurkan keempat proyek tersebut ke tengah masyarakat bertajuk “Indonesia Is Me”. Memangnya apa saja ya keempat proyek tersebut?

Proyek yang pertama yaitu pembangunan hunian apartemen di daerah Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan elit Kemang, bernama Synthesis Residence Kemang. Hunian yang ditujukan untuk kalangan middle-up ini terdiri dari 3 tower dan memiliki ciri khas motif Batik Kawung pada dinding luar serta atap bergaya rumah Joglo.

Synthesis Residence Kemang, hunian eksklusif untuk kalangan middle-up di Jakarta Selatan. (foto sumber: synthesisresidencekemang.id/)

Synthesis Residence Kemang, hunian eksklusif untuk kalangan middle-up di Jakarta Selatan, berciri khas motif batik kawung. (foto sumber: synthesisresidencekemang.id/)

lokasi synthesis residence kemang. (foto sumber: synthesiskemang.com)

lokasi synthesis residence kemang. (foto sumber: synthesiskemang.com)

Proyek yang kedua yaitu pembangunan hunian apartemen dan gedung perkantoran untuk kalangan corporate di daerah ‘sibuk’ Gatot Subroto bernama Synthesis Square. Kebetulan saya menghadiri acara peluncurannya pada hari Sabtu 13 Agustus 2016 yang lalu berkat undangan dari Blogger Perempuan. Untuk huniannya sendiri terdiri dari satu tower saja yang diberi nama Samara Suites, namun terasa sekali konsep eksklusif-minimalis yang memang cocok ditujukan bagi kalangan businessmen. Sementara itu untuk gedung perkantorannya terdiri atas 2 tower yang di dalamnya akan dibangun hotel dan convention hall. Teman-teman bisa melihat video kumpulan foto-foto kamar tidur, ruang dapur, kamar mandi dan ruang duduk (living room) dari Samara Suites yang saya rangkum dalam video berikut:

Keunggulan dari Samara Suites dibandingkan dengan business apartment serupa lainnya di Jakarta antara lain sebagai berikut:

  • tailored payment, artinya pilihan pembayaran boleh dengan sistem cash atau melalui kredit sebanyak 60 kali melalui sistem kredit kepemilikan.
  • 1 unit bisa dibeli atau dipesan oleh 2 hingga 3 orang dengan pembayaran bergilir.
  • apabila unit yang dibeli ingin disewakan sudah tersedia Rental Management Services, artinya tidak perlu repot-repot mengurus sendiri penyewaan dan surat-suratnya.
  • jika ingin menyewa unitnya, sistem pembayarannya boleh bulanan (jadi nggak harus DP beberapa bulan atau satu tahun di awal)
  • untuk penyewaan unit tersedia layanan laundry, fasilitas breakfast, atau cleaning service yang dapat dipilih salah satu atau beberapa sesuai kemampuan, dengan harga ringan karena pihak manajemen bekerjasama dengan vendor. Jadi berasa seperti di hotel tapi boleh milih.

Tertarik? Teman-teman dapat berkunjung langsung ke gedung pemasaran dan showroom-nya di Gatsu ya.

Synthesis Square di kawasan Gatot Subroto: hunian apartemen untuk corporate dan gedung perkantoran dilengkapi convention hall. (foto sumber: http://www.synthesis-square.id/)

Synthesis Square di kawasan Gatot Subroto: hunian apartemen untuk corporate dan gedung perkantoran dilengkapi convention hall. (foto sumber: http://www.synthesis-square.id/)

 

 

peta rute menuju Synthesis Square Gatot Subroto (foto sumber: dokumen pribadi).

peta rute menuju Synthesis Square Gatot Subroto (foto sumber: dokumen pribadi).

Proyek yang ketiga yaitu pembangunan hunian apartemen Bassura City untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah di bilangan Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Basuki Rahmat. Terdiri dari 6 tower, hunian ini juga dilengkapi dengan sebuah pusat perbelanjaan (shopping mall) yaitu Mal Bassura yang sudah dibuka dan sudah beroperasi sejak awal Agustus ini. Di mal ini juga saya dua kali menghadiri rangkaian acara Indonesia Is Me, yaitu Flash Mob Bassura dan pemutaran film Pusaka Prajawangsa.

Apartemen Bassura City untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah di kawasan Jakarta Timur. (foto sumber: bassuracity.id)

Apartemen Bassura City untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah di kawasan Jakarta Timur. (foto sumber: bassuracity.id)

 

Peta rute menuju ke Bassura City. (foto sumber: bassuracity.id)

Peta rute menuju ke Bassura City. (foto sumber: bassuracity.id)

Proyek yang keempat adalah pembangunan hunian apartemen untuk kelas ekonomi middle-up di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, bernama Pusaka Prajawangsa. Di dalam hunian ini nantinya juga akan dibangun shopping mall Prajawangsa City dengan keunikannya berupa sebuah taman seluar 7 hektar yang ditanami pepohonan asli Indonesia seperti pohon sengon dan pohon jati.

Hunian apartemen dan shopping mall Prajawangsa City untuk kawasan Cijantung, Jakarta Timur. (foto sumber: pusakaprajawangsa.id)

Hunian apartemen dan shopping mall Prajawangsa City untuk kawasan Cijantung, Jakarta Timur. (foto sumber: pusakaprajawangsa.id)

Peta rute menuju Prajawangsa City di daerah Cijantung, Jakarta Timur. (foto sumber: prajawangsacity.id)

Peta rute menuju Prajawangsa City di daerah Cijantung, Jakarta Timur. (foto sumber: prajawangsacity.id)

 

Indonesia Is Me: Ciri Khas Indonesia 

Kalau dilihat dengan jeli nih, penamaan setiap hunian yang dibangun Synthesis Development, bahkan untuk ke motif interior setiap bangunan tidak terlepas dari ciri khas Indonesia. Misalkan saja seperti yang saya sebutkan di atas, motif batik Kawung mendominasi disain interior apartemen di Synthesis Residence Kemang. Filosofi di balik motif Kawung adalah manusia yang berguna bagi lingkungan sekitarnya dan kehidupannya, jadi diharapkan kehadiran Synthesis Residence Kemang juga akan membawa manfaat bagi penduduk dan aktivitas bisnis di sekitar kawasan Kemang.

Alexander Thian berduet dengan Winda Ariestanty bercerita tentang filosofi delapan pusaka yang ditinggalkan Prabu Prajawangsa. (foto sumber: dokumen pribadi)

Alexander Thian berduet dengan Winda Ariestanty bercerita tentang filosofi delapan pusaka yang ditinggalkan Prabu Prajawangsa. (foto sumber: dokumen pribadi)

Lalu ada penamaan Prajawangsa untuk hunian apartemen Pusaka Prajawangsa di Cijantung, yang ternyata merupakan nama seorang raja di Kerajaan Indraloka yang berlokasi di kawasan Cijantung sekarang ini. Setiap towernya yang berjumlah delapan buah juga diberi nama kedelapan pusaka warisan kerajaan Indraloka, seperti Ganitri (gelang), Hima (kuas), Aksa (cincin), Bargawa (tusuk konde), Cemeti (ikat pinggang), Diwangkara (pisau), Fulmala (perisai) dan yang terakhir dianggap mempunyai nilai paling agung yaitu Ekanta (mahkota).

Bahkan kisah mengenai kedelapan pusaka ini dibuatkan film cerita pendek berdurasi sekitar 45 menit, oleh Alexander Thianblogger dan traveller–berkolaborasi dengan penulis Windy Ariestanty dalam versi modern. Jadi, cerita delapan pusaka itu berwujud delapan lukisan yang dibuat oleh tokoh pria bernama Bima, namun Bima nyaris gagal menyelesaikan lukisan kedelapan jika tidak dibantu oleh Drupadi, sang tokoh utama wanita. Dalam kisah Mahabharata, Drupadi merupakan seorang dewi berbudi luhur yang bersuamikan lima orang ksatria Pandawa, salah satunya ya Bima itu. Haha.. kalau poliandri begitu bingung nggak ya nentuin bapaknya yang mana dari anak-anaknya? :D. Kalau dalam film sih, kisah percintaan yang digambarkan antara Bima dan Drupadi saja.

Selain itu, Synthesis Development juga menggelar pameran dan bazar di area Synthesis Square Gatot Subroto yang menampilkan berbagai produk kerajinan tangan khas Indonesia, seperti kain sulam, motif decoupage untuk tas dan kipas, motif sulam pada aksesoris seperti kalung dan liontin, serta berbagai lukisan ber-setting Indonesia. Di acara bazar ini saya beruntung bisa bertemu dengan Ibu Salfrida Nasution, pensiunan diplomat, juga istri dari mendiang sastrawan Ramadhan KH, yang aktif menekuni kegiatan sulam-menyulam. Bercakap-cakap dengan beliau bak mengobrol dengan almarhumah ibu kandung sendiri saja, tidak ada rasa segan melainkan rasa hormat dan takjub karena di sela-sela kesibukan beliau selama masih menjabat sebagai diplomat di Bonn dan Cape Town, Ibu Salfrida tetap aktif mempromosikan budaya Indonesia melalui kain dan produk sulaman karyanya dan ibu-ibu yang dibina oleh beliau sendiri. Bahkan beliau memberi wejangan kepada saya bahwa sebagai orang Indonesia jangan sampai kehilangan identitas diri ketika berada di luar negeri untuk jangka waktu yang lama. Ah, belum-belum Ibu sudah bikin ngangenin…

mengobrol dengan Ibu Salfrida Nasution, istri mendiang sastrawan Ramadhan KH, yang aktif dalam mempromosikan budaya Indonesia di luar negeri melalui sulam-menyulam. (foto: dokumen pribadi)

mengobrol dengan Ibu Salfrida Nasution, istri mendiang sastrawan Ramadhan KH, yang aktif dalam mempromosikan budaya Indonesia di luar negeri melalui sulam-menyulam. (foto: dokumen pribadi)

Tidak ketinggalan di Mal Bassura juga digelar Flash Mob yang menampilkan perpaduan berbagai tari daerah Indonesia oleh anak-anak sanggar tari dengan kostum tradisional adat Bali, Papua, Makassar, Betawi. Yang membuat saya terharu di acara flash mob ini juga ada konser persembahan dari tiga orang musisi yang semuanya tuna netra namun memiliki bakat luar biasa: Kiki sebagai vokalis, Rafi pada keyboard dan Fahri sebagai violis. Duuh… merinding saya melihat penampilan mereka! Trio Kiki-Rafi-Fahri ini nggak hanya menyanyikan lagu orang lain lho, tapi mereka juga mementaskan lagu gubahan sendiri yang menyayat hati, hiks…

Indonesia Is Me: Menjadikan Indonesia Yang Lebih Baik

Adalah Bapak Budi Yanto Lusli, presiden direktur (CEO) dan pendiri Synthesis Development yang menggagas ide Indonesia Is Me untuk peluncuran keempat proyek hunian dan mal terbaru di Jakarta. Sayangnya beliau tidak ikut hadir dalam acara temu blogger. Tetapi, kami mendapat penjelasan yang sangat detail mengenai konsep Indonesia Is Me melalui Bapak Andi Setiyawan selaku Sales & Marketing Manager yang hobi ngelawak.

Bapak Andi Sales & Marketing Manager Synthesis Square yang hobi melawak. Lihat saja fotonya yang kocak dengan dua jari terjulur ke atas. (foto: dokumen pribadi)

Bapak Andi Sales & Marketing Manager Synthesis Square yang hobi melawak. Lihat saja fotonya yang kocak dengan dua jari terjulur ke atas. (foto: dokumen pribadi)

Jadi, menurut Bapak Andi, Pak Budi Yanto ini, yang dulunya seorang karyawan di Ciputra, adalah orang yang sangat humanis. Beliau tidak ingin bisnis yang hanya sekadar bisnis, melainkan juga membawa manfaat untuk menuju Indonesia lebih baik, dan memberikan dampak yang baik bagi lingkungan. Istilah kerennya Empowering Our Nation, yaitu menjadikan bangsa Indonesia yang bermartabat, berbudi baik, mempunyai sikap toleransi yang tinggi terhadap kemajemukan dan menghargai karya leluhur.

Berbagai Rangkaian Acara Indonesia Is Me 6-21 Agustus 2016 oleh Synthesis Development. (foto sumber: Blogger Perempuan)

Berbagai Rangkaian Acara Indonesia Is Me 6-21 Agustus 2016 oleh Synthesis Development. (foto sumber: Blogger Perempuan)

Oleh karena itu rangkaian acara peluncuran properti hunian, mal dan business tower dibagi ke dalam empat hari setiap akhir pekan selama bulan Agustus. Dimulai sejak tanggal 6 Agustus berupa pengenalan kuliner Indonesia, tanggal 13 Agustus pameran produk kerajinan tangan dan kesenian Indonesia, tanggal 20 Agustus pemutaran film mengenai pusaka kerajaan Indraloka, dan puncaknya tanggal 21 Agustus acara sepeda sehat bersama.

dancer acara flashmob di Mal Bassura mengenakan berbagai kostum tradisional : Betawi, Bali, Makassar, dll. (foto sumber: dokumen pribadi)

dancer acara flashmob di Mal Bassura mengenakan berbagai kostum tradisional : Betawi, Bali, Makassar, dll. (foto sumber: dokumen pribadi)

Meskipun saya hanya mengikuti dua event dari keseluruhan rangkaian acara, saya sendiri bisa merasakan sih konsep yang dirancang Synthesis Development memang berbeda dari developer kebanyakan. Indonesia Is Me seakan-akan menjawab pertanyaan saya akan properti bernuansa serba Indonesia, yang mengangkat kembali khazanah budaya leluhur dan memperkenalkannya kepada generasi gadget sekarang. Semoga saja konsep seperti ini diikuti developer-developer lainnya supaya tidak melulu berkiblat ke Barat, ya.

Terima kasih untuk Synthesis Development dan Blogger Perempuan atas kesempatan yang diberikan dalam menghadiri event Indonesia Is Me. Mari kita angkat kembali budaya Indonesia melalui Kerja Nyata kita bersama! 🙂 ***

Iklan

4 thoughts on “Hunian Berkonsep Indonesia di “Indonesia Is Me”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s