Arsip Bulanan: Juni 2013

Serunya Writing Clinic Bersama Majalah Femina

Hari Sabtu tanggal 1 Juni 2013 menjadi begitu menyenangkan buat saya, karena saya terpilih menjadi salah satu peserta klinik menulis (writing clinic) yang diselenggarakan majalah wanita yang dibaca oleh mayoritas perempuan Indonesia, yaitu majalah Femina. Di writing clinic ini, saya juga berkesempatan bertemu dengan dua tokoh penulis kenamaan Indonesia, yaitu ibu Leila S. Chudori dan Iwan Setyawan. Kalian semua, terutama yang senang membaca novel, pasti sudah tidak asing lagi dong dengan kedua nama ini :).

Peserta Writing Clinic majalah Femina 2013

Peserta Writing Clinic majalah Femina 2013 bersama tim redaksi Femina dan dua bintang tamu (Leila Chudori & Iwan Setyawan)

Acara yang berlangsung hampir seharian (dari jam 9 pagi hingga jam 2 siang) bertempat di Aula Serbaguna gedung Femina di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan.  Mayoritas peserta berasal dari kalangan blogger, meskipun ada juga yang sudah pernah menghasilkan sebuah novel. Dan, nyaris semua pesertanya adalah perempuan :). Femina benar-benar menghargai wanita, deh. Selain itu, acara ini juga menghadirkan para pemenang Sayembara Mengarang Cerpen dan Cerber Femina tahun 2012, yang menulis karya-karya yang memuat unsur lokalitas atau daerah, seperti  di Aceh dan di Sanggau, Kalimantan Barat.

Baca lebih lanjut

Iklan

Jadi Wanita Tangguh Berkat Women Self Defense Class

"Ciaat...!" peserta Women Self Defense Class beraksi melakukan tendangan

“Ciaat…!” peserta Women Self Defense Class beraksi melakukan tendangan

Mempelajari ilmu bela diri dasar sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan seperti dalam film Karate Kid. Paling tidak, itulah yang saya alami ketika mendapatkan pembekalan kemampuan self-defense (pertahanan diri) selama setengah hari di kafe Coffee Breath, Kemang, Jakarta. Ilmu self-defense ini merupakan kombinasi teknik-teknik dasar kemampuan membela diri bagi wanita dari serangan apabila menghadapi ancaman bahaya di tempat-tempat umum maupun di lokasi yang sepi, karena tindak kekerasan terhadap wanita bisa terjadi di mana saja, loh. Ancaman bahaya yang dimaksud seperti kecopetan, penjambretan, penodongan, bahkan tindakan pelecehan sekali pun. Karena, sayangnya, wanita masih sering diidentikkan sebagai makhluk lemah.  Padahal, semua yang terdapat pada tubuh wanita, bisa dijadikan senjata pertahanan diri, seperti kuku tangan, kaki, kepalan tangan, bahkan jepit rambut, tas, payung.

Baca lebih lanjut