Peran Serta Masyarakat dalam Menangani Bahaya Miras dan Minol

Seperti yang kita tahu, minuman keras didefinisikan secara umum sebagai minuman yang mengandung kadar alkohol, yang apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak, menyebabkan mabuk. Mabuk itu sendiri dipahami sebagai suatu kondisi ketika seseorang kehilangan kewarasannya dan dapat melakukan tindakan-tindakan yang tidak disadarinya, yang bisa jadi dapat mengganggu, bahkan membahayakan ketertiban dan ketentraman masyarakat.

Sebenarnya, menenggak minuman beralkohol sebagai suatu tradisi sudah sejak lama ada di Indonesia. Minuman beralkohol yang dimaksud di sini misalnya  tuak yang dikonsumsi suku Batak, Flores, bahkan Tuban, dalam rangka merayakan hajatan, atau sekadar untuk melindungi tubuh dari suhu udara yang dingin karena letak geografis tempat tinggal masyarakat tersebut.

Penggambaran Dewa Bacchus oleh pelukis kenamaan Italia, Caravaggio, menggenggam cawan berisi anggur

Penggambaran Dewa Bacchus oleh pelukis kenamaan Italia, Caravaggio, menggenggam cawan berisi anggur

Dalam masyarakat Barat, mengkonsumsi minuman beralkohol juga merupakan salah satu kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, selain ada juga unsur historis, agama, serta faktor kesehatan. Dalam mitologi Yunani-Romawi, Dewa  Dionysus atau Dewa Bacchus dikenal sebagai dewa yang suka pesta dan mabuk-mabukan sebagai perlambangan kesenangan duniawi. Ia turun ke bumi ketika musim panen anggur tiba, sering digambarkan menggenggam buah anggur dalam tangannya atau memegang cawan berisi minuman anggur.  Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bahwa di setiap acara perayaan, seperti pernikahan, undangan makan malam, bahkan jamuan resmi, masyarakat Barat selalu menyertakan minuman beralkohol dalam hidangan mereka.  Dilihat dari faktor kesehatan, mengkonsumsi anggur merah (vin rouge) dalam takaran tertentu dapat mengurangi risiko serangan jantung, bahkan menyembuhkan jerawat seperti yang pernah dialami kolega saya yang pernah tinggal di Prancis. Bahkan dalam ritual keagamaan pemeluk Kristiani, misalnya misa Natal, mereguk anggur merah merupakan salah satu prosesi yang harus dilalui, karena anggur merah dianggap sebagai simbolisasi dari darah Yesus.

Nah, masalah yang timbul adalah ketika konsumsi alkohol itu mengganggu ketertiban dan membahayakan nyawa peminumnya sendiri. Di Amerika Serikat, peraturan tentang pengawasan pembelian minuman beralkohol diatur secara ketat dalam Undang-Undang. Peraturan tersebut bukan sekadar di atas kertas. Berdasarkan cerita pengalaman teman saya, setiap orang yang membeli minuman beralkohol pasti dimintai kartu identitas, berapa pun usianya. Lalu, seperti sering kita dengar di berita, apabila seorang peminum alkohol berkendara di atas kecepatan rata-rata maka ia diganjar hukuman penjara. Sebut saja Paris Hilton yang bolak-balik masuk penjara dan panti rehabilitasi karena sering menyetir dalam keadaan mabuk. Bahkan pemeran Iron Man, aktor kaliber Robert Downey Junior, tidak luput dari hukuman penjara sewaktu masih mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan. Sebaliknya, di Indonesia, teman saya yang juga sosialita ini memaparkan bahwa penjualan minuman beralkohol di Indonesia begitu bebasnya sampai-sampai banyak minimarket,  hingga tempat nongkrong yang sedang digandrungi anak muda turut menjual minuman ini. Parahnya, para pembelinya tidak pernah dimintai kartu identitas, kecuali kalau ia anak kecil.  “Akses terhadap minuman keras di sini—maksudnya Jakarta—gampang. Hal-hal kayak gini di Jakarta itu kayak surga. Anything goes,” ujarnya. “Yang lebih ngeri lagi, di Jakarta banyak orang mabuk sambil nyetir mobil.” Masih kita ingat kasus tabrak lari yang dilakukan Afriani di Tugu Tani pada tahun 2012 sepulang pesta miras dan menyebabkan sembilan orang tewas.

Si 'Manusia Setrika' alias Iron Man ini dulunya pemabuk berat, sebelum akhirnya berhasil direhabilitasi karena keinginan kuat dari dirinya sendiri untuk berhenti mengkonsumsi alkohol

Si ‘Manusia Setrika’ alias Iron Man ini dulunya pemabuk berat, sebelum akhirnya berhasil direhabilitasi karena keinginan kuat dari dirinya sendiri untuk berhenti mengkonsumsi alkohol

Padahal, pemerintah pernah mengeluarkan Keppres no.3 pada tahun 1997 yang berkaitan tentang keberadaan minuman beralkohol di Indonesia. Namun sayangnya Keppres ini tidak mengusung sanksi keras untuk tindakan berbahaya yang ditimbulkan akibat menenggak miras.

Negara Indonesia adalah negara berlandaskan hukum. Dalam hal penegakan hukum dan kedisiplinan masyarakat, Indonesia semestinya mencontoh negara maju  seperti Amerika Serikat atau negara-negaradi Eropa Barat dalam hal pembatasan konsumsi miras. Meskipun mayoritas penduduk negara-negara ini memeluk non-Islam atau bahkan tidak beragama, kesadaran mereka terhadap konsumsi minuman beralkohol begitu tinggi.  “Resto dan bar di sini-maksudnya Indonesia-justru bisa ambil untung dari penjualan alkohol. Mereka nggak peduli terhadap nasib remaja. Kalau di bar dan kelab-kelab malam di Amrik, diminta ID untuk semua usia,” tandas teman saya itu. Jadi, ada langkah preventif dari tempat-tempat itu dalam membatasi konsumsi alkohol para pengunjungnya, sebelum dilakukan langkah represif oleh polisi apabila ada tindak pelanggaran.  Selain itu, berdasarkan pengalaman saya selama tinggal di Eropa, teman-teman saya setelah mengkonsumsi minuman beralkohol tahu diri mereka tidak boleh pulang sendirian, kalau pulang membawa kendaraan harus dikemudikan oleh orang yang tidak mengkonsumsi alkohol, karena mereka sadar betul bahwa hukuman yang diberikan sangat berat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, setiap saya pulang malam dari kampus, saya memperhatikan di malam hari selalu ada mobil polisi yang berpatroli mengelilingi kota.

Kalau pemerintah Indonesia memang serius menangani masalah ini, sebaiknya segera diloloskan RUU Anti Miras yang pernah diusulkan oleh Fraksi PPP. Dan sebaiknya dalam peraturan tersebut juga terkandung sanksi yang tegas terhadap aksi pelanggaran dan atau gangguan ketentraman yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi miras. Sanksi tegas itu misalnya hukuman penjara yang tidak bisa ditebus dengan uang. Selain itu, sebaiknya ada tindakan rehabilitasi bagi para pengkonsumsi, karena bagaimana pun, kita harus mempunyai harapan dalam diri mereka bahwa suatu hari mereka dapat menghentikan kebiasaan minum alkohol, dan sebaliknya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. ***

Keterangan video

Bahkan Rhoma Irama pernah menciptakan lagu khusus bagi kaum remaja mengenai bahaya mengkonsumsi miras, loh! Judulnya “Mirasantika“, singkatan dari Miras dan Narkotika. Lagu ini kemudian digubah ulang oleh grup musisi remaja R’NF beraliran Pop-Soul yang mempromosikan lagu-lagunya melalui Youtube.

Sumber Bacaan

1. Keppres No. 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol

2. Dewa Bacchus dalam mitologi 

3. UU Konsumsi Alkohol di Amerika Serikat

4. PPP Usulkan UU Anti Miras

5. Alkohol dalam Agama

6. Paris Hilton Masuk Penjara

7. Kembalinya Robert Downey Jr.

8. Tradisi Minum Tuak dalam Masyarakat Lombok

#Tulisan ini dibuat dalam rangka keikutsertaan lomba blog AntiMiras

Iklan

3 thoughts on “Peran Serta Masyarakat dalam Menangani Bahaya Miras dan Minol

  1. Ping balik: Peserta Lomba AntiMiras (lengkap) | Eshape Blogger Jogja

  2. Ping balik: Peserta Lomba Blog AntiMiras (3) | Gerakan Moral Anti Miras < 21 Tahun

  3. Fahira Idris

    Sahabat Komunitas Pejuang #AntiMiras

    Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh,

    Dalam berbagai kesempatan dialog, diskusi dan pertemuan lainnya, kita sepakat untuk menjadikan Gerakan Nasional Anti Miras adalah sebuah Gerakan Massal Masyarakat atas kesadaran terhadap bahaya latent yang diakibatkan oleh minuman beralkohol (minol) dan minuman keras (miras), khususnya bagi Anak dan Remaja di bawah 21 tahun;

    Sehubungan dengan itu, kita akan melaksanakan Traning for Trainers yg akan dipandu oleh teman2 dari @KomunitasSM dan @AntiMiras_ID , pada:

    Hari/Tgl : Sabtu-Minggu 6-7 Juli 2013
    Jam TFT : 08’00-17’00 wib
    Tempat : Rumah Damai Indonesia
    Jl H Saabun No20, Jatipadang, Margasatwa Pasar Minggu, Jakarta Selatan

    kiranya Sahabat dapat mengirimkan minimal 2 orang calon peserta, yang terlebih dahulu akan diseleksi dari data yang diisi calon peserta melalui formulir:

    http://www.mediafire.com/download/vb9pcdaiphf5p2k/FormPendaftaranTrainer.pdf

    Keikut-sertaan Sahabat dalam upaya2 Gerakan Nasional Anti Miras, InsyaALLAH akan meningkatkan kesadaran semua stake holder terhadap bahaya minol dan miras, khususnya Pemerintah dalam mengendalikan penjualannya.

    Training for Trainers Pejuang #AntiMiras – bhadiah HP Android Samsung Galaxy CHAT http://chirpstory.com/li/93088

    #BlogPost Training for Trainers Pejuang #AntiMiras

    http://antimiras.com/2013/07/training-for-trainers-pejuang-antimiras/

    Salam Sehat #AntiMiras
    @fahiraidris

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s