Puisi Ariel: “Saya Lebih Baik Diam”

Jika saya bercerita sekarang,
Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya,
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya,
Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi,
Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal yang baik dari kemakluman itu,
Atau hanya akan mengikuti keburukannya
Maka lebih baik saya diam.

Jika saya bersuara sekarang,
Maka itu akan membuat,
Saya terlihat sedikit lebih baik,
Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya,
Maka saya lebih baik diam.

Jika saya berkata sekarang,
Maka akan hanya ada caci maki,
Dari lidah ini,
Dan teriakan kasar tentang kemuakan,
Serta cemoohan hina pada keadilan,
Maka saya lebih baik diam.

Saya hanya akan berkata pada Tuhan,
bersuara pada yang berhak,
Berkata pada diri sendiri,
Lalu diam kepada yang lainnya.

Lalu biarkan seleksi Tuhan,
Bekerja pada hati setiap orang.

Bareskim 2010

(Habis nonton wawancara eksklusif Just Alvin dengan Ariel ‘Peterpan’ di Rumah Tahanan di Bandung melalui Metro TV).

Tulisan ini saya buat di blog Multiply tanggal 23 Januari 2012

Iklan

One thought on “Puisi Ariel: “Saya Lebih Baik Diam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s