Anger to Myself

Mungkin memang perlu trigger atau stimulan dulu ya supaya kata-kata yang sudah tertimbun di hati dan di kepala ini bisa di-muntahkan ke tulisan. Dan si trigger atau stimulan ini dalam wujud yg tidak enak: makanan rumah sakit yang aneh rasanya, serta cairan phospho-soda yang harus saya minum untuk persiapan pra-operasi besar. wueeek… padahal saya tadinya sehat & enak makan seratus persen!! Tapi 2 jam setelah menginjakkan kaki di rumah sakit, meskipun fasilitas dan kenyamanan yang diberikan sangat luar biasa nyamannya bak hotel berbintang, mendadak koq saya jadi seperti orang sakit beneran dengan asupan makanan dan cairan yang ‘mematikan’ itu. Huuuh…  nggak boleh jajan dunkin dan berbagai jenis roti bakery

should anger end in hospital?

di lantai bawah rumah sakit pula, huiks, huiks…

Tapi sepertinya memang sudah berbulan-bulan saya berusaha memendam dan menahan kata-kata yang ingin keluar, sebagai wujud perwakilan dari perasaan dan pikiran saya, ke dalam bentuk tulisan. Meskipun itu menjadi satu kelebihan saya, namun bagaimana saya bisa mengekspresikan isi hati dan pikiran saya lagi, bahkan dalam bentuk tulisan pun saya masih ‘diserang’, dicaci-maki, dikucilkan, tidak disukai? (wohohoho, lebay yah ). Dan rupanya saya memang belum siap menerima risiko diserang dan dicaci-maki itu.. (atau mungkin saya sudah terlalu lelah?). Atau mungkin saya juga tidak mau dikalahkan melalui tulisan? (karena dalam kehidupan sehari-hari secara lisan saya sudah terlalu sering mengalah…)
Tapi kalau saya mengingat-ingat lagi tulisan terakhir saya di blog ini sebelum tulisan yang sekarang:
If I am born to live with written words, let me be

Where no one can shut me up no more
If I am born to live with power through written words, let me be
Where no one can stop me no more
When everybody’s trying to be pushy, through written words I can be powerful and be who I am 
If I am to live with fear and doubt,
Let written words be my cure and my strength
When oral expressions seem to be no more possible
Let me grow and develop to the maximum through written words
Where nobody can beat me down no more
If I must live in silence and obedience
Let written words be my rebellion
If everybody gets tired with my complaints
Let written words be endlessly outspoken
And if I am about to end my life in this world
Let written words be alive forever
Sebaiknya saya tidak perlu mempedulikan tanggapan, reaksi, serangan dan cacian orang-orang lagi. Sudah cukup, karena akibatnya sekarang saya harus terkulai di rumah sakit… untuk sementara waktu. Ya, untuk sementara waktu, karena saya tidak mau terus-terusan begini! I have to change!
Dan… cairan phospho-soda itu sepertinya yang membuat saya akhirnya memuntahkan isi hati dan kepala, lebih tepatnya: marah-marah, melalui media tulisan ini. Setelah sebelumnya dicoba dengan berbagai cara: nonton film sampai terkantuk-kantuk, browsing artikel dan majalah di internet sampai mata pegel, dan terakhir ketika jam makan siang tiba: sepiring bubur dengan lauk ayam opor dan tumis tempe bacem. Sampai saat itu saya masih merasakan oke-oke saja, sebelum mulai menyantap makan siang yang terasa hambar (membayangkan sushi tei pun aku tak mampu ). Itu belum seberapa, sampai kemudian saya diberi cairan phospho-soda yang harus dihabiskan, meskipun tidak sekaligus habis. Cairan itu, menurut susternya, adalah untuk membersihkan isi perut saya sebelum nanti dibedah. Rasanya asin dan membuat mual.
Kalau sudah begini, ingin rasanya segera menyerbu donat isi cokelat atau sandwich dunkin di lantai bawah rumah sakit, walaupun dompet mulai terkuras untuk pengobatan dan persiapan operasi ini. Huuuh… tidak ada lagi yang bisa menyangkal pepatah lama, bahwa kesehatan itu memang MAHAL harganya! **
Tulisan ini saya buat di blog Multiply tanggal 30 Mei 2012 menjelang operasi pengangkatan kista pada ovarium kiri.
Iklan

2 thoughts on “Anger to Myself

  1. Ping balik: Dengue dan Herpes: Awalnya Hanya Gara-Gara Menganggap Sepele! | "Rumah Corat-Coret" Punya Dina

  2. Ping balik: Maternity Package – Paket Persalinan Siloam Semanggi Hospital | "Rumah Corat-Coret" Punya Dina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s