Rejeki di Hari Ibu (2)

Jadi… bagaimana kelanjutan cerita pertemuan saya dengan majalah Prevention Indonesia untuk membelikan hadiah dan memberikan pesta kejutan hari ibu untuk mami tersayang? Setelah beberapa kali saling berkirim Direct Message (DM) lewat twitter, akhirnya disepakatilah saya dan Mbak Astrid, orang redaksi Prevention Indonesia, bertemu pada hari Selasa tanggal 20 Desember di Grand Indonesia. Akhirnya… setelah nyaris nggak pernah kelayapan ke tempat-tempat hang out yang rada jauh sejak ibu saya jatuh sakit, kesampaian juga mengunjungi kembali mal termegah di Jakarta Pusat itu . Rasanya segerr aja  bisa cuci mata lagi ngeliat butik-butik dan disain interior bangunan yang dibuat sangat mewah… dasar cewek !

Makan Siang Sehat di Le Marché
Ternyata Mbak Astrid ini sudah saya  kenali wajahnya sewaktu ia menjadi salah satu orang redaksi Prevention yang hadir di acara beauty talkshow House of Ristra. Dengan riang cewek berkacamata ini menyalami saya dan mengajak saya untuk makan siang terlebih dahulu di Le Marché. Woww… another surprise! Dari dulu saya cuma bisa ngimpi aja makan enak di tempat enak kayak gini (norak dot com ya gue  ). Bukannya nggak mampu sih, cuma jauuuh banget aja dari rumah saya yang sudah bikin males duluan untuk pergi (dan dalam bayangan saya tempat makan semacam itu, sebagaimana halnya resto-resto fine dining lainnya, pasti perlu menguras lebih banyak simpanan gaji satu bulan, hehehe).
Bersama Mbak Astrid dari majalah Prevention Indonesia
Tapi, ah.. ternyata Le Marché itu bukan resto fine dining sama sekali! Memang sih, dalam bahasa Prancis, Le Marché itu kan artinya pasar ya, tapi who knows di Indo memakai istilah-istilah Prancis itu supaya kesannya gaya dan hebat aja. Resto ini ternyata merupakan franchise dari Swiss-Italia yang sudah membuka banyak cabang di berbagai negara di Eropa. (Koq saya nggak tahu ya waktu saya masih tinggal di sana?  kebangetan, deh..).  Ketika saya memasuki bagian dalam restoran itu, isinya lebih mengingatkan saya pada pasar-pasar tradisional di Eropa. Gimana enggak, wong tampilannya yang didisain seperti pasar-pasar di Eropa dengan dominasi kayu dan warna coklat menghiasi berbagai stand buah-buahan (beverages), sayur-sayuran (salad), kemudian ada pula stand makanan (food) yang terbagi lagi atas stand pizza, pasta, daging-dagingan, roti-rotian. Jadi, yang membuat restoran ini unik daripada resto-resto khas Eropa atau resto pizza pada umumnya adalah kitalah, sebagai pengunjung, yang mendatangi masing-masing stand itu untuk memesan, dan makanan serta minuman yang kita pesan itu dapat kita saksikan secara langsung pengolahannya di dalam stand masing-masing. So, stand merangkap dapur merangkap display bahan-bahan yang masih segar . Gimana nggak menyehatkan melihat buah-buahan seperti apel, wortel, jeruk, kemudian sayur-sayuran seperti kentang, daun selada yang baru dicuci dijejer di tiap stand, lalu ada juga kuskus (salad kuskusnya enak banget!), breadcrumb untuk teman makan salad, lalu berbagai macam roti… hmm, yah bagaikan makan di Dapur Sunda dech , bedanya kalau di sini ditampikan spesialisasi makanan Eropa. Tidak ada menu yang dicetak di atas kertas, melainkan ditulis di papan-papan kecil yang dipasang di masing-masing stand lengkap dengan harganya.Yah, mirip-mirip Urban Kitchen lah, hanya saja ia tidak terbagi atas stand-stand dengan nama dagang yang berbeda.
Setelah saya memesan pasta seafood dengan saus krim (nyaammm…) dan jus melon dengan campuran… saya lupa , saya mengobrol dengan Mbak Astrid yang memesan menu pizza.

Kado untuk Mami
Setelah kenyang makan, perburuan kado untuk mami tersayang pun dimulai. Awalnya saya sempat bingung juga mau kasih hadiah apa buat mami dengan bujet yang sudah ditentukan oleh Prevention Indonesia. Soalnya parfum beliau sudah punya dan belum lama saya belikan, itu juga belum habis-habis. Baju? Wah, baju mah, untuk mami yang dulunya lebih memperhatikan penampilan dan lebih modis daripada saya (hayoh ngaku!) kayaknya nggak perlu lagi deh. Malahan karena lemari beliau sudah kepenuhan, sebagian bajunya sudah disumbangkan ke banyak orang. Sepatu? Weleh… sepatu-sepatu beliau berjejer di rak dan sejak mami sakit ‘kan nggak pernah pakai sepatu lagi. Figura foto? Wedew… foto-foto kami sekeluarga berderet menghiasi dinding-dinding di rumah. Peralatan masak? Wah.. kalau dibelikan peralatan masak sedangkan yang lebih sering menggunakan di rumah adalah PRT kami, sayang juga.

Kado untuk Mami dari majalah Prevention Indonesia

Apa ya… setelah didesak oleh Mbak Astrid sewaktu makan siang, kira-kira barang yang sangat diidam-idamkan mami tapi belum kesampaian untuk dibelikan, akhirnya saya putuskan untuk membelikan barang yang dapat menjadi kenang-kenangan untuk mami sewaktu saya tidak ada (misalnya kalau saya lagi pergi kerja) dan beliau kangen sama saya tinggal dipeluk saja benda itu. Apakah itu? Lihat saja fotonya di album . Satu lagi barang adalah sweater yang dapat mami pakai kalau-kalau pergi kontrol ke rumah sakit atau ke ruangan ber-AC, karena jaket yang mami punya dari dulu itu-ituuu aja, lebih mirip jas kerja daripada baju hangat.
Kami berdua langsung meluncur ke Toy’s Kingdom dan setelah itu ke Seibu (setelah agak muter-muter ke beberapa butik tetapi nggak nemu sweater yang cocok dan lumayan hangat untuk dipakai). Semoga mami senang dengan hadiah ini…
Terima kasih banyak Mbak Astrid dan majalah Prevention Indonesia untuk hari yang berkesan ini. Bagaimana kisah pesta kejutan untuk mami yang dipersiapkan oleh kru Prevention Indonesia? Baca aja nanti ya di majalah Prevention Indonesia edisi Februari 2012 . Kalau foto-foto pada saat hari H, yaitu 22 Desember, bisa teman-teman lihat di bagian album foto.
Tulisan ini dibuat di blog Multiply pada tanggal 25 Desember 2011
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s