Rejeki di Hari Ibu (1)

Kalau dibilang merawat ibu yang sedang sakit itu pasti berkah, mungkin memang benar. Yah, however, Hari Ibu tahun ini mungkin akan menjadi momen yang paling spesial buat ibu saya, yang biasa saya panggil Mami. Mami yang baru saja sebulan yang lalu terserang stroke untuk yang kedua kalinya (bisa dibaca tulisan saya di sini: Mami Sayang Cepatlah Sembuh), membuat saya dan keluarga di rumah, terutama saya, mau tidak mau harus mengalah untuk segala keinginan, mimpi dan cita-cita yang bersifat pribadi, demi kesembuhan mami saya.

Kalau selama tahun-tahun terakhir ini saya lebih banyak sebalnya sama mami, maka tahun ini sepertinya Allah nggak tega bikin saya jadi anak jahat terus (halah, emang gue ngapain ya jahat ). Well, seenggaknya, sepertinya Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbuat sekali lagi yang terbaik demi orangtua, terutama mami, selagi masih ada kesempatan.
Yak, cukup sudah basa-basinya. Langsung kita mulai saja ceritanya.
So, sejak mami sakit, otomatis kegiatan outdoor saya alias bekerja di luar rumah (baca: kelayapan ) menjadi berkurang. Padahal sih, buat saya pribadi kerja dari rumah pun tidak masalah, karena sudah menjadi kebiasaan saya sejak kuliah jaman S1 dulu, kuliah sambil menulis cerpen dan menerjemahkan untuk beberapa penerbit. (Tapi teteup lah yaw buat orang awam itu profesi aneh, kali). Waktu itu, saya sempat meminta cuti mengajar selama waktu yang tidak ditentukan dengan alasan merawat mami. Saya bilang ke tempat saya bekerja, saya akan memberitahukan secepatnya ketika saya sudah siap untuk kembali mengajar.
Main Twitter Dapat Hadiah
Jadilah, selama masa-masa menunggu mami di rumah sakit dan hari-hari pertama mengurus mami setelah diperbolehkan untuk rawat jalan di rumah, saya mengisi hari-hari dengan berbagai aktifitas a la ‘pengangguran banyak acara’. Selain, alhamdulillah tawaran menerjemahkan selalu ada, saya pun mulai asyik main twitter-an. Dan, nggak disangka-sangka, hobi main twitter-an dan ikutan berbagai kuisnya membuat saya malah ketiban banyak rejeki. Salah satunya, dari majalah Prevention Indonesia.
Gara-garanya, temannya teman saya yang juga hobi ikutan kuis di twitter, Widya namanya, mengajak saya untuk ikutan acara beauty talkshow yang diselenggarakan majalah kesehatan lisensi dari Amerika itu di House of Ristra. Majalah yang segmentasinya ditujukan untuk kalangan wanita, terutama 30 tahun ke atas, mengumumkan sebuah kontes yang dipersembahkan untuk ibu dalam rangka menyambut Hari Ibu. Saya yang menyimak pengumuman itu langsung teringat mami saya lagi, karena saya memang bertekad selama mami masih hidup dan saya masih punya kesempatan untuk menyenangkan hati mami (plus hobi baru saya main twitter ) maka saya akan melakukannya semampu saya.
Tetapi… tunggu dulu. Dasar internet saya di rumah yang memang lumayan lemot, saya nyaris nggak jadi ikutan lomba ini, loh. Gimana enggak, mau buka link-link yang dikasih dari website-nya aja membutuhkan waktu dan belum juga tampilannya utuh, tau-tau udah… “Reload page later“. Bikin esmosi nggak, sih? Yah, sudahlah, pikir saya, ‘kan saya juga sudah ikutan lomba yang lain juga dengan tema serupa. Nggak perlu ngoyo.
Tapi yang namanya Dina tetap saja penasaran , dan kalau menurut saya memang masih bisa dicoba, akan tetap saya coba.
Beberapa hari berselang, saya kembali mengajar. Segera saya manfaatkan internet di tempat mengajar saya yang memang lumayan wuss wuss wuss kecepatannya.. wah, ternyata lancar jaya! Voilà, dalam hitungan detik saja, semua data sudah terisi untuk kontes yang persyaratannya harus menuliskan ucapan singkat untuk ibu melalui website khusus yang mereka tampilkan dengan syarat harus login melalui akun twitter terlebih dahulu. (Kalau teman-teman penasaran apa isi kalimat saya, bisa dilihat di sini, semoga masih bisa diakses: Love Message for Mom). Wiss… pokoke puas, sudah masuk, sudah login, sudah isi.
Pengumuman Tidak Disangka-Sangka
Saya sempat kecewa, karena lomba lain yang saya ikuti untuk merayakan Hari Ibu juga dan supaya bikin mami senang, ternyata tidak menang. Tetapi toh teman saya, Mbak Anna, menghibur saya sekaligus mengingatkan untuk tetap bersyukur, karena cerita para pemenang dalam kontes menulis Ibu Tersayang yang diselenggarakan Gramedia, jauh lebih menyedihkan daripada saya. (Tulisan saya bisa teman-teman baca di sini: Mami Sayang, Cepatlah Sembuh) Mosok saya harus buat kondisi saya jauh lebih mengharu-biru demi sekadar mendapat hadiah? Hhhm.. not a smart way to go. So, saya seperti biasa ikutan lomba-lomba lainnya lagi.
Kemudian, saya teringat lagi lomba dari majalah Prevention yang saya ikuti, kira-kira ‘kemajuannya’ sudah sampai mana ya…? Saya buka-buka lagi webpage tersebut, dan… wah, jempol yang saya dapatkan masih jauh lebih sedikit daripada postingan para peserta lain. Yah, sudahlah… alhamdulillah saya sudah bersyukur banget dengan segala rejeki yang saya punya dan dapatkan, batin saya agar selalu tetap merasa puas, ‘kan sudah belajar emotional healing, quantum ikhlas, dan yoga, ciehh .
Nah, barulah pada tiga hari yang lalu, tepatnya hari Senin sore tanggal 19 Desember, tiba-tiba saya menerima Direct Message (disingkat DM) di twitter saya dari majalah Prevention Indonesia. Bunyinya begini:
“Dina… Gimana kabar ibumu? Oh y Dina terpilih sbg pemenang ‘Love Message for Mom”, bsk bs sediakan wkt utk beli hadiah? Jam 6 sore… Gimana?”
Haaah… kaget juga gue. Yang bikin kaget terutama karena DM itu diawali dengan pertanyaan, “Dina, gimana kabar ibumu?”. Saya masih inget banget soalnya sewaktu acara beauty talkshow beberapa waktu yang lalu di Ristra bareng Prevention itu, saya mengajukan pertanyaan ke salah seorang pembicara, yaitu psikolog keluarga dan anak Roslina Verrauli, dan saya sempat bercerita sedikit mengenai ibu saya. “Ternyata orang Prevention masih inget gue,” batin saya gembira. “Horeee, horeeee!” teriak saya dalam hati. Wow, Mi, akhirnya Hari Ibu ini akan menjadi hari yang spesial untuk mami, batin saya berulang-ulang.
Jadi, bagaimana kelanjutan kisah pertemuan saya dengan orang redaksi Prevention Indonesia dan acara mencari hadiah untuk mami tersayang? Kita lanjutkan lusa saja yah , karena saya sudah sangat mengantuk, dan besok harus bangun pagi-pagi lagi untuk mengajar dan sorenya dilanjutkan acara menang kuis lagi. Wedew, sosialita banget ya gue sekarang, heheheh… Yah, nggak apa, seperti yang orang-orang bilang, dan ternyata terbukti juga, merawat ibu yang sedang sakit itu pasti berkah . Alhamdulillah… sesuatu bangetz dech, ah. Yuk, marriii, until next episode, insya Allah. ***
Tulisan ini saya buat di blog Multiply pada tanggal 22 Desember 2011
Iklan

One thought on “Rejeki di Hari Ibu (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s