Pensiun Gaul: Pegangan Wajib buat Yang Ingin Pensiun Sehat dan Bahagia

Penulis : Tessie Setiabudi & Joshua Maruta
Penerbit/Tahun: PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Tebal : 221 Halaman

Membaca judulnya saja sudah membuat saya tergelitik untuk mengetahui isinya lebih lanjut. Apa sih maksudnya Pensiun Gaul? Itu yang terlintas di pikiran saya, dan agak ‘mengganggu’ pikiran saya ketika membaca kata ‘Gaul’. “Jadi, maksudnya selama ini pemahaman orang-orang, kalau orang pensiun itu enggak gaul, ya?” pikir saya. Lalu, pada penjelasan di halaman belakang, ternyata saya temukan apa yang dimaksud dengan GAUL, yaitu Gaya hidup sehat dan bahagia, Aktivitasnya bermanfaat, Uangnya banyak, dan Lupanya sedikit. Dan saya kira, ada benarnya juga, sebagai orang yang sudah tidak bekerja lagi, tentunya ingin mengerjakan banyak aktivitas yang bermanfaat tanpa merasa perlu kuatir kekurangan dalam arti materi (karena sudah tidak berpenghasilan lagi). Sebagai pensiunan tentunya juga menghendaki pada masa-masa itu fisik dan ruhani kita tetapย  sehat, agar tidak menyusahkan orang-orang di sekitarnya.

Pensiun Gaul: makan-makan enak dan hidup senang di hari tua? Boleh aja, kan… ๐Ÿ™‚

Dan di buku ini, saya seperti menemukan sebuah paket resep yang komplit dengan bahasa penjelasan yang ‘membumi’. Meskipun lebih menitikberatkan pada penjelasan tentang perencanaan finansial, dibanding buku-buku sejenis lainnya tentang perencanaan finansial yang pernah saya baca, pembahasan di buku yang hanyaย  setebal 221 halaman ini–tidak seperti buku-buku perencanaan finansial lainnya yang lebih tebal–lebih mudah dimengerti orang yang awam istilah ekonomi seperti saya. Saya jadi lebih tahu berbagai istilah tentang jenis-jenis investasi dan cara mengalokasikan keadaan finansial sesuai umur saya. Yang lebih unik lagi, buku ini juga menyertakan neraca keuangan pribadi yang dapat langsung kita isi melalui CD sisipan, jadi siapa pun tidak perlu repot-repot lagi membuat tabel-tabel neraca sendiri. Tinggal rajin memasukkan angka-angkanya saja :D.

Tidak hanya pembahasan ‘serius-seriusan’ tentang perencanaan keuangan atau berbagai istilah asing dalam bidang ekonomi yang dapat dicerna dengan mudah. Pada bab ‘Mengenal Cara Kerja Otak’ (halaman 10-18), pembaca juga diajak ‘senam otak’ melalui permainan’ menghafal angka-angka melalui representasi huruf-huruf. Tujuannya agar kita lebih mudah mengingat kode-kode rahasia seperti PIN. Mungkin bisa juga dimanfaatkan untuk menghafal nomor telepon tanpa perlu bergantung pada phone book di ponsel, tuh.

Selain tips menghafal angka dan membuat perencanaan keuangan, Pensiun Gaul juga menawarkan beberapa solusi aktivitas yang dapat dilakukan setelah masa pensiun agar pembaca tetap berpenghasilan. Dan yang saya suka, buku karangan Tessie Setiabudi dan Joshua Maruta ini juga menyisipkan satu bab khusus tentang renungan, yaitu bagaimana kita tetap dapat menjalani hidup sehat dan bahagia setelah pensiun, karena yang penting dari menjalani hidup di dunia–menurut sang penulis adalah–bagaimana kita mensyukuri perjalanan hidup yang telah kita lalui itu dan bahwa Tuhan tidak menciptakan setiap manusia itu dengan sia-sia.

Meskipun seorang freelancer, buku Pensiun Gaul tetap merupakan buku yang bermanfaat bagi saya yang ingin menikmati hidup di hari tua dengan kesehatan yang prima, kebahagiaan dan penuh syukur. Dan rasanya saya tidak perlu menunggu sampai tua untuk pensiun. Berbagai alternatif aktivitas yang dipaparkan di dalamnya, seperti bekerja sendiri (self-employed) atau berbisnis internet, dapat dimulai dari sekarang. ๐Ÿ™‚

Foto:

1. Buku: www.pensiungaul.com

2. Koleksi pribadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s