Jack & Jill

Tiket gratis nobar ‘Jack & Jill’ dari majalah Grazia Indonesia

Sebenarnya saya nggak terlalu doyan nonton film komedi di bioskop karena buat saya nonton film komedi cukup donlot dari internet dan nonton pakai laptop di rumah. Tetapi kalau untuk film-film berlatar historis atau imajinatif yang membutuhkan banyak efek visual yang apik barulah saya mau bela-belain pergi ke bioskop. Termasuk juga film Indonesia yang bagus, saya lebih suka nonton di bioskop.

Cuma karena hari ini saya dapat tiket gratisan nobar (singkatan dari ‘nonton bareng’) dari Grazia, majalah yang aslinya dari Italia dan lisensinya di Indonesia dipegang oleh Feminagroup, yah nggak papalah saya datang juga buat nonton sekaligus refreshing. (Tapi sayang juga ya majalah-majalah nggak ngadain nobar film Sherlock Holmes, padahal saya lebih prefer film detektif berlatar Inggris jaman abad kesembilan belas ini dengan bintang-bintang yang super ganteng dan bikin mata nggak berkedip seperti Robert Downey Jr. dan Jude Law :D).

Well… penasaran juga sama film komedi yang dibintangi Adam Sandler ini, yang katanya aktor komedi lumayan beken di USA. Biasanya saya cuma nonton sambil lewat aja di tivi-tivi film-filmnya dia seperti Anger Management atau filmnya sama Drew Barrymore yang jadi cewek pelupa itu.

Pertama, yang bikin kaget, di film ini bertaburan bintang beken, seperti Al Pacino, Johnny Depp (sewaktu dia muncul tiba-tiba penonton cewek pada teriak histeris :P), bahkan komedian Prancis Gad Elmaleh. Kagetnya lagi, Al Pacino dan Johnny Depp di situ ceritanya berperan sebagai diri mereka sendiri, alias artis Amerika top. Dalam sebuah adegan digambarkan mereka berdua sedang nonton pertandingan basket yang salah satu pemainnya Shaquille O’Neal, dan tertangkap basah kamera.

Tetapi yang bikin saya geli, Al Pacino yang berperan sebagai diri sendiri, malah berakting sangat konyol namun tetap tidak meninggalkan kharismanya sebagai aktor papan atas sepeninggal film The Godfather. Misalnya, adegan sewaktu dia sedang di atas panggung teater dan tiba-tiba telepon genggamnya sendiri berdering. Penonton dan pemain lainnya sempat ternganga, tapi dengan kharismanya ia malahan meminta penonton untuk tetap tidak berisik, dan setelah telepon ditutup langsung dapat berkonsentrasi kembali memainkan peran di atas teater.

Terus, apa hubungannya si Al Pacino dengan Adam Sandler, sang tokoh sentral? Jadi, ceritanya Adam Sandler atau Jack ini mempunyai saudara kembar perempuan bernama Jill, yang karakternya jorok, berisik… Dan Jack nggak suka. Tapii.. berhubung ibu mereka baru meninggal, dan Jill yang biasa merawat ibunya kesepian, maka berkunjunglah si Jill ke rumah Jack yang sudah berkeluarga dan mempunyai pekerjaan bagus di sebuah biro iklan. Rumahnya aja punya kolam renang yang menghadap ke pegunungan, bo’.

Mulailah si Jill ‘mengganggu’ kehidupan Jack yang, sebenarnya sih, kalau Jack ikhlas, nggak ada masalah meskipun si Jill rada-rada menyebalkan. Sebenarnya, si Jill hanya terlalu jujur dan polos dalam mengomentari orang, hehehe.

Suatu hari, Jill ditanyai oleh anak-anak angkat Jack, kenapa Jill belum berkeluarga dan punya anak. Jill dengan bijak menjawab bahwa ia selama ini mengurus kakek-nenek mereka sehingga tidak punya waktu untuk pacaran. Kemudian, anak-anak angkatnya yang lucu-lucu ini, plus istri Jack mengusulkan bagaimana kalau mereka mencarikan jodoh untuk Jill.

Maka, ‘perburuan’ pun dimulai. Nah, pada saat yang sama, perusahaan periklanan Jack meminta Jack untuk menghubungi Al Pacino untuk membintangi salah satu varian baru produk Dunkin Donuts yang mau diberi nama Dunkaccino. (Yup, Dunkin, bukan brand bo’ong-bo’ongan :D. Gile yah, sponsor bo’).

Singkat cerita, kencan pertama Jill dengan cowok yang didapatnya dari internet, gagal. Jill kecewa berat. Untuk menghiburnya, Jack berbaik hati menawarkannya menjadi teman kencannya untuk nonton pertandingan basket. Dan, nggak disangka-sangka, ya itu tadi, di pertandingan itu ada Johnny Depp dan Al Pacino. Jack pun bergegas-gegas menghampiri Al Pacino yang saat itu menyamar dengan janggut panjang, tetapi Al Pacino malah tertarik dengan sifat Jill yang polos dan blak-blakan. Apalagi, ketika mengetahui Jill juga tinggal di Bronx, kota asal Al Pacino.

Adegan Jack dan Jill nobar keluarga di bioskop

Film ini lumayan mengocok perut, walaupun cepat dilupakan juga. Inti ceritanya pun sederhana, tentang hubungan antara saudara kembar yang terkadang seperti antara kucing dengan anjing, tapi sering juga saling nggak bisa dipisahkan satu sama lain. Yang membuat unik ‘hanya’ kemampuan Adam Sandler yang berhasil memerankan tokoh kembarannya meskipun untuk itu ia harus memakai dada palsu, wig dan pakai rok (karakter Jill digambarkan feminin meskipun tetap aja tindak-tanduknya tidak mencerminkan wanita yang feminin :D).

Yang lumayan bikin cuci mata ya peran istri Jack yang dibawakan Katie Holmes :). Cantik banget dia di sini dan keibuan. Nggak seperti dalam film Batman Begins (apa Batman Returns yak?) yang, meskipun filmnya sendiri menurut saya bagus, tapi cantiknya si Katie di situ nggak terlalu memukau.

Ada lagi anak angkat Jill, Gary, sebagai anak India asli, yang dibawakan Rohan Chand, yang akting naturalnya lumayan mencuri perhatian saya. Mungkin suatu hari dia bakal jadi bintang besar juga :).

Overall, film bertemakan keluarga ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk ditonton di hari Natal, karena toh setting waktunya juga di akhir film adalah hari Natal di mana kedua saudara kembar itu kembali berbaikan dan berkumpul bersama.

Oh ya, saya baru tahu ternyata Adam Sandler itu keturunan Yahudi (emang penting ya? :D). Yah, soalnya di film itu Jill berulang-ulang menyebut tentang agama yang mereka anut, Yahudi, dan.. lucunya, Jill tidak setuju kalau ada orang yang berbeda agama, apalagi atheis seperti salah satu kolega Jack. Malahan, dia sempat bertanya pada istri Jack apakah dia sampai pindah agama. Hehehe, seolah-olah menyindir Katie dalam kehidupan asli yang memeluk Scientology sejak menikah dengan Tom Cruise. Memang sih, kalau diperhatikan perawakan Adam Sandler sendiri lebih seperti orang Arab daripada bule dengan rambut gelap dan badan cenderung pendek (tapi Richard “MacGyver” Dean Anderson yang juga Yahudi toh berambut pirang dan tinggi menjulang! :D)

Selamat menonton! πŸ™‚

foto: myspace.com

Tulisan ini dibuat di blog Multiply tanggal 24 Desember 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s